Identifikasi kelemahan proses penyusunan anggaran belanja pemerintah kota Pekanbaru :: Studi kasus Dinas Pendidikan Nasional Kota Pekanbaru 1997/1998-2001
AFRIADI, Hendra, Dr. Bambang Riyanto LS., MBA
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan mengevaluasi proses penyusunan dan pengalokasian belanja daerah pada Oinas Pendidikan Nasional di Kota Pekanbaru. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari unit kerja yang diamati, data sekunder diperoleh dari publikasi resmi pemerintah yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dan EPS setempat serta dari studi kepustakaan. Alat analisis yang digunakan Descriptive Analysis dan Comparative Budget Statement (CBS), baik secara horizontal maupun vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusunan anggaran daerah Kot2 Pekanbaru untuk Dinas Pendidikan Nasional selama periode penelitian bersifat anggaran tradisional (traditional budget) atau contoh klasik fenomena tersebut adalah penyusunan anggaran daerah yang bersifat Lineitem dan incrementalism. Penyusunan anggaran masih dominan arahan pemerintah atasan, peran DPRD dalam proses penyusunan anggaran masih lemah dan belum terlibat sejak awal. Dari sisi pengalokasian untuk kelornpok belanja aparatur adalah sebesar 19.83% atau Rp.l.112.322.070, dimana belanja rutin lebih besar dari belanja pembangunan (16,37 : 3,46%) dan untuk kelompok belanja publik 80,17% atau Rp.4.498.017.980 di mana secara vertikal belanja pembangunan lebih besar dari belanja rutin (61,75% : 18,43%). Secara horisontal total terlihat bahwa peningkatan absolut belanja aparatur lebih tinggi yaitu sebesar 1.707.037.280 dibandingkan dengan belanja publik sebesar Rpl.217.194.844. Demikian juga dengan persentase peningkatan belanja aparatur sebesar 27438% dibandingkan dengan persentase peningkatan pada belanja publik sebesar 32,92%. Peningkatan absolut dan relatif belanja aparatur lebih tinggi dibandingkan dengan total peningkatan absolut pada belanja publik, demikian juga dalam ha1 persentase dan rasionya. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat masih lebih kecil dibandingkan pelayanan pemerintah terhadap aparaturnya
The objective of the study is to evaluate the process of the preparation and the allocation of local expenditure in the National Education Agency of Pekanbaru Municipality. The primary data were obtained from the working unit studied, while the secondary data were obtained from government legal publication issued by the local government and local BPS and also from the literature study. The analysis tool used is Descriptive Analysis and Comparative Budget Statement (CBS), both horizontally and vertically. The result of the study shows that the process of the preparation of the local budget of Pekanbaru Municipality for the National Education Agency in the period of study, representing traditional budget. The classical example of the phenomena is the preparation of local budget that is line-ifem and incrementalism. The preparation of the budget relies heavily on the direction of upper level of gevernment. In addition, the local legislative body plays insignificant role in such a preparation. From the side of the allocation of the apparatus expenditures is 19,83% or Rp. 1.1 12.322.070, where the regular expenditure is bigger than development expenditure (1 6,37910 : 3,46%), and in public expenditure 80,17% in which vertically, the development expenditure is bigger than regular expenditure (61,75% : 18,43%). Horizontally, the total absolutes (RP. 1.707.037.280) and relative increment in apparatus (274,58%) is higher than the total absolute (Rp.l.217.194.844) and relative increment (32,92%) in public expenditure. It showed that the increment of government service to community is smaller than the government service to its apparatus
Kata Kunci : Anggaran Belanja Daerah, Penyusunan