EVALUASI EFEKTIVITAS SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (STUDI PADA PT PEMBANGKITAN JAWA-BALI UNIT PEMBANGKITAN MUARA KARANG)
KARINDA WARDANI P, Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., Ak., CA
2015 | Tesis | S2 AkuntansiINTISARI PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis pembangkit tenaga listrik, sehingga memiliki risiko kerja yang tinggi serta memiliki tenaga kerja kurang lebih 300 orang, sehingga Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sangat penting bagi perusahaan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi pelaksanaan SMK3 dan juga untuk menilai, menganalisis serta memberikan rekomendasi yang diperlukan terhadap keefektifan fungsi pada SMK3. Penelitian ini merupakan penelitian Mixed methods dengan desain penelitian triangulation. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara yang berpedoman pada Internal Control Questionnaires (ICQ), observasi, dan inspeksi dokumen. Landasan penelitian ini berdasarkan Pedoman Penerapan dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 yang kemudian di sesuaikan dengan komponen-komponen pengendalian internal menurut Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO). Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menganalisis hasil wawancara dengan menggunakan kriteria audit tiap tingkat pencapaian penerapan SMK3 pada lampiran 2 PP Nomor 50 Tahun 2012. Analisis data kualitatif dilakukan dengan menganalisis hasil wawancara atau konfirmasi, observasi, inspeksi dokumen, dan reperforming. Kesimpulan yang diperoleh melalui penelitian ini bahwa, fungsi SMK3 pada PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit Pembangkitan Muara Karang cukup memadai menurut COSO. PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Produksi Muara Karang telah menerapkan SMK3 yang telah memiliki elemen-elemen yang lengkap, yaitu terdiri dari: (1) Penetapan kebijakan K3 dan menjamin komitmen, (2) Perencanaan, (3) Penerapan, (4) Pengukuran dan evaluasi, (5) Tinjauan ulang dan peningkatan pihak manajemen. SMK3 yang diterapkan oleh PT Pembangkit Jawa Bali Muara Karang telah memenuhi 93% dari kriteria-kriteria audit SMK3 yang terlampir pada lampiran 2 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 untuk tingkat pencapaian lanjutan. Selain itu, pelaksanaan SMK3 telah dilakukan secara cukup efektif dan efisien yang dibuktikan dengan tercapainya target zero accident dan realisasi biaya yang selalu di bawah anggaran. Pelaksanaan SMK3 juga telah dilakukan sesuai dengan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kekurangan dan ada saran perbaikan kepada perusahaan agar SMK3 perusahaan dapat dijalankan lebih efektif.
ABSTRACT Muara Karang Power Generating Unit (UP) of PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) is a company in power generation business, thus it has high occupational risks and it also has approximately 300 employee, so System of Occupational Safety And Health Management (SMK3) is very important for the company. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness and efficiency of the implementation of SMK3 and to assess, analyze and provide recommendation for the effectiveness of the functions of SMK3. This study was a mixed method study with triangulation research design. The method used to collect data was interview based on Internal Control Questionnaires (ICQ), observation, and document inspection. This study was based on the Guide of Implementation and System of Occupational Safety and Health of the Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 50 Year 2012 which was adjusted with internal control components according to Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO). Quantitative data analysis was performed by analyzing interview result using audit criteria of ever level of achievement of implementation of SMK3 in appendix 2 of PP Number 50 Year 2012. Qualitative data analysis was performed by analyzing interview result or confirmation, observation, document inspection, and reperforming. The conclusion of this study was the function of SMK3 in Muara Karang Power Generating Unit of PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit was sufficient adequate according to COSO. Muara Karang Production Unit of PT Pembangkitan Jawa Bali had implemented complete elements, i.e.: (1) K3 policy implementation and ensuring commitment, (2) Planning, (3) Implementation, (4) Measurement and evaluation, (5) Reevaluation and improving management. SMK3 implemented by Muara Karang PT Pembangkit Jawa Bali had met 93% of SMK3 audit criteria in appendix 2 of Government Regulation of the Government of Indonesia Number 50 Year 2012 for advanced achievement level. Moreover, SMK3 implementation had been performed sufficient effectively and efficiently, as shown by the achievement of zero accident target and realization of cost below budget. The implementation of SMK3 had been carried out in accordance with laws and regulations in effect. However, there were still come flaws and suggestion for improvement for the company so that the SMK3 of the company could be implemented more effectively.
Kata Kunci : Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), COSO, PP Nomor 50 Tahun 2012/ System of Occupational Safety and Health (SMK3), COSO, Government Regulation Number 50 Year 2012