Laporkan Masalah

Evaluasi penetapan kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET) :: Studi empiris di Irian Jaya 1994-1997

YATIRA, Suharlin, Dr. Mudrajad Kuncoro, MSc.Sc

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan kontribusi sektor ekonomi pada masing-masing kabupaten/kota dalam kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET) dan NonKAPET dibandingkan dengan pertumbuhan dan kontribusi sektor yang sama pada tingkat Propinsi Irian Jaya. Kedua mengidentifikasi sektor ekonomi unggulan yang potensial untuk dikembangkan sebagai penggerak perekonomian pada masing-masing kabupaten/kota. Ketiga untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan pendapatan per kapita masing-masing kabupaten/kota dibanding dengan tingkat pertumbuhan dan pendapatan per kapita Propinsi Irian Jaya. Keempat untuk mengetahui apakah kebijakan pemerintah dengan menetapkan dan melaksanakan pembangunan KAPET sebagai pusat pengembangan (Growth Center) tersebut dapat diandalkan sebagai penggerak (Prime Mover) dan merangsang pertumbuhan daerah sekitarnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data sekunder yang bersumber dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten/kota di Propinsi Irian Jaya (Papua) tahun 1994-1997. Data tersebut diperoleh dari Kantor Badan Pusat Statistik Propinsi Irian Jaya. Hasil analisis Tipologi Klassen menunjukkan bahwa Propinsi Irian Jaya terbagi dalam tiga daerah klasifikasi yaitu daerah cepat maju dan cepat tumbuh, daerah berkembang cepat dan daerah relatif tertinggal. Daerah Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu terbagi dalam dua klasifikasi yang terdiri dari satu daerah berkembang cepat dan tiga daerah lainnya pada daerah relatif tertinggal. Hasil analisis Location Quaotient (LQ) menunjukkan bahwa seluruh kabupaten/kota baik yang berada pada KAPET dan NonKAPET memiliki sektor unggulan. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa tidak semua varibel bebas dapat diandalkan untuk memprediksi daerah KAPET dan NonKAPET. PDRB per kapita yang mampu mengindikasikan bahwa peningkatan PDRB di wilayah KAPET pada akhirnya meningkatkan pula PDRB pada daerah NonKAPET.

This research aim firstly to know about growth rate and sector of economic in each Regency/Municipality in integrated economical development area (KAPET) and non KAPET compared to the same growth and contributive sector in level of Province on Irian Jaya. Secondly , is to identify top economical sector that was potential to be developed as a Prime Mover of economic in each Regency/Municipality. Thirdly, to know whether governmental policy by making statement and implementing KAPET development as those Growth Center can be promoted as a Prime Mover and stimulate local growth around. The data used in this research was secondary data taken from Gross Domestic Regional Product (PDRB) of Regency/Municipality in Province of Irian Jaya (Papua) in 1994-1997. The data was taken from Statistical Center Agency in Province of Irian Jaya. Result of analysis, Klassen Typology showed that Province of Irian Jaya consisted of three regions of classification, that is, fast advanced region, fast growing and fast developing, and under developing region. The integrated Economical Development Area consisted of two classification; one those fast growing and three other regions in relative under development. Result of Location Quotient (LQ) analysis showed that no all independent variable can be taken to predict KAPET region and non. KAPET. PDRB per capita that be able to indicate made increased of PDRB in region of KAPET, and then increased of PDRB in region of non KAPET.

Kata Kunci : Pengembangan Ekonomi Terpadu,Evaluasi Penetapan, Integrated economical development area


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.