Laporkan Masalah

Kinerja dan potensi retribusi pasar di Kabupaten Pasaman

CHANDRA, Syafriadi, Drs. M. Adnan Hadjam, MA

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri secara lebih otonom, mandiri dan bertanggung jawab. Sejalan dengan itu, Pemerintah Daerah memerlukan pendanaan yang cenderung terus meningkat setiap tahunnya guna melaksnakan tugasnya. Beberapa sumber yang menjadi andalan penerimaan daerah dari sumber yang berada di daerah sendiri adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari pajak daerah, hasil retribusi daerah, basil perusahaan milik daerah, dan hasil pengelolan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Dari keempat komponen Pendapatan Ash Daerah (PAD) tersebut temyata komponen retribusi daerah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Pasaman. Retribusi Pasar merupakan salah satu jenis pungutan retribusi yang potensil dan memberikan kontribusi ketiga terbesar setelah retribusi pelayanan kesehatan, dan penggantian biaya cetak KTP& akte kelahiran selama peride 1991/1992-2001 dibandingkan dengan pungutan retribusi lainnya. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pasaman dengan tujuan adalah mengetahui tingkat pertumbuhan retribusi daerah dan retribusi pasar, efektivitas dan efisiensi pemungutan dan potensi serta analisis trend. Data yang digunakan adalah data sekunder runtun waktu periode 1991/1992-2001 yang diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan Daerah, Badan Pusat Statistik, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Bagian Hukum. Selain itu juga diperlukan data primer yang diperoleh dari masig-masing pasar di Kabupaten Pasaman guna untuk menghitung potensi pasar. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tingkat pertumbuhan retribusi daerah selama periode 1991/1992-2001 rata-rata sebesar 35,50 persen, pertumbuhan retribusi pasar rata-rata sebesar 15,48 persen, kontribusi retribusi pasar terhadap total retribusi adalah 13,33 persen. Hasil penghitungan potensi tahun 2002 diperoleh sebesar Rp.219.165.000 sedangkan target yang ditetapkan sebesar Rp.175.000.000 yang berarti target lebih kecil dari potensi. Tingkat Efektivitaas yang diperoleh selama periode 1997/1998-2001 dengan metode perbandingan target adalah rata-rata sebesar 97,83 persen dan dengan metode perbandingan potensi rata-rata sebesar 67,08 persen. Sementara itu hasil penghitungan efisiensi selama periode 1997/1998-2001 rata-rata sebesar 78,35 persen. Hal ini berarti perbadingan antara biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh cukup efisien karena untuk mendapatkan Rp.100 dikeluarkan biaya sebesar Rp.78,35. Proyeksi penerimaan retribusi pasar tahun 2002 dan 2003 adalah sebesar Rp.137.000.000 dan 145.000.000.

The Implementation of number 22 Act year 1999 about Regional Goverment and number 25 Act Yaear 1999 about Financial Propotion between central region them selves aas autonomy and responsible. In Accordance with it regional goverment need budgeting to arrange their region which preference increase every year several sourcesof regional income are real regional income consist of Regional Tax Regional Retribution, Regional Firm, Effort and Regional Wealth Arrangement which separate from Real Regional Income. The fourth component of Real Regional Income, Regional Retribution is the biggest give contribution of real regional income in Pasaman region. Market Retribution are the regional Retribution which have potency and the third place with give the biggest contribution is healty services retribution at 1991/1992-2001. The mean purpose of this research in Pasaman Region is to measure the Regional Retribution and Market Retribution growth, the contribution of market retribution to real regional income effectiveness and effeciency of market retribution collect and to countthe potency of market retribution at year 2002. The analysistools whichused are, effectiveness effeciency, and potency and tren analysis. The data used in this research are secondary data obtained at 1991/192-2001 period from Regional Income Institution, Central Statistic Institution, Regional Development Plant Institution and Law bureau. Other wisethe analysis used the primary datafrom Pasaman Region which use to count the market potency. The result of analysis showed that during 1991/1992-2001 period regional retribution growth as 35,50 percent, Market Retribution growth as 15,48 percent. Effectiveness during 1997/1998-2001 period with target comperation as 97,83 percent and with potency comperation as 67,08 percent. Effeceincy during 1997/1998-2001 period 78,35 percent, this mean the comparation of cost and benefit are effecien, which Rp.100 benefid used Rp.78,35 cost and the count of market retribution at 2002 as Rp.219.165.000 and fixed target or Regional Income nd Budget Year 2002as Rp. 175.000.000, it show that target most lower than potency or just 62,18 percent of potency and Proyection market retribution year 2002 and 2003 as Rp.137.000.000 and Rp.145.000.000.

Kata Kunci : Retribusi Pasar,Potensi dan Kinerja, Regional Retribution, Market Retribution


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.