Laporkan Masalah

EFISIENSI PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI TEKNOLOGI DAN INFORMASI PERTANIAN (P3TIP) DALAM PEMBERDAYAAN PETANI ( Studi Lapangan di FMA Sukomulyo, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang)

SUWAHYU PRIHANTO, Dr. Nunuk Dwi Retnandari

2015 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi Program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) Dalam Pemberdayaan Petani. Kebijakan pemerintah ini bertujun meningkatkan produktifitas, pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani. Lokus penelitian di FMA Sukomulyo, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang sebagai salah satu dari 11 FMA di Kecamatan Kajoran yang menjadi lokasi pelaksanaan P3TIP pada kurun waktu 2008 – 2012. Penetapan lokus penelitian dengan menggunakan metode purposive, yakni metode penetapan lokus dengan kriteria tertentu. Partisipasi anggota kelompok tani dalam melakukan implementasi teknologi yang diterapkan selama pembelajaran hanya 58.06%, terdapat selisih 1.04% dari standar minimal yang dipersyaratkan dalam ketentuan Peraturan Menteri Pertanian, Nomor 29/Permentan/OT.140/3/2007. Kelompok tani belum mampu meberikan pinjaman modal bagi anggota kelompok tani untuk usaha ternak, sehingga kolektifitas modal belum optimal dilakukan. Kolektifikasi produksi, berkaitan dengan penguasaan teknologi yang diterapkan dalam pembelajaran P3TIP telah mendorong peternak untuk menggunakan sumberdaya dengan efisien. Kolektifikasi pemasaran, berkaitan dengan upaya anggota kelompok tani secara bersama-sama memutus mata rantai praktik blantik, sehingga peternak akan mendapatkan nilai manfaat yang lebih besar. Dilihat dari biaya dan manfaat, menunjukkan bawa nilai biaya untuk melaksanakan P3TIP di FMA Sukomulyo sebesar Rp. 1,4 M dan manfaat yang timbul sebesar Rp. 5,8 M. Sehingga pelaksanaan dan implementasi P3TIP di FMA Sukomulyo efisien, hal ini dibuktikan dengan rasio manfaat dan biaya sebesar 3,98. Artinya setiap nilai satuan yang dikeluarkan oleh petani akan menghasilkan 3,98.

This study aims to analyze the efficiency of Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI) In Farmer Empowerment. This government policy bertujun increase productivity, incomes and welfare of farm families. Locus of research in FMA Sukomulyo, District Kajoran, Magelang regency as one of the FMA in District 11 being the location Kajoran FEATI implementation in the period 2008 - 2012. Determination locus research using purposive sampling method, the method of determining locus with certain criteria. Participation of members of farmer groups in implementing the technology applied during the study only 58.06%, there is a difference of 1.04% out of the minimum standards required under the provisions of Regulation of the Minister of Agriculture, No. 29 / Permentan / OT.140 / 3/2007. Farmer groups have not been able to not give a loan for members of farmers for livestock business, so do not optimal capital collectivity. Collectivity production, associated with mastery learning technologies are applied in FEATI has encouraged farmers to use resources efficiently. Collectivity marketing, related to the efforts of members of farmer groups together to break the chain broker practices, so that farmers will get a value greater benefits. Judging from the costs and benefits, showing that an expense to implement FEATI value in FMA Sukomulyo Rp. 1.4 M and the benefits arising out of Rp. 5.8 M. Thus, execution and implementation in FMA Sukomulyo FEATI efficient, this is evidenced by the ratio of benefits and costs of 3.98. This means that every unit value incurred by farmers will produce 3.98.

Kata Kunci : P3TIP, pemberdayaan, kolektifikasi, biaya dan manfaat

  1. S2-2015-355241-abstract.pdf  
  2. S2-2015-355241-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-355241-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-355241-title.pdf