Perspektif Ibu dalam Perawatan Kehamilan pada Komunitas Jaulah
WENI WULANSARI A, Dr. Dra. Sumarni DW., M.Kes;Widyawati, S.Kp., M.Kes
2015 | Tesis | S2 KeperawatanLatar Belakang: Masyarakat Jaulah memandang kehamilan sebagai kondisi alamiah yang tidak perlu diperiksakan kehamilan apabila tidak ada keluhan. Praktik perawatan kehamilan perempuan Jaulah dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya dan agama, seperti pijat selama hamil dan mempercayai dukun. Tujuan: Mendapatkan gambaran pengalaman perempuan komunitas Jaulah dalam melakukan perawatan kehamilan di Desa Mayangan Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Teknik snowball dilakukan untuk memperoleh informan kunci. Pengumpulan data dilakukan sampai dengan diperoleh kejenuhan data. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi pada informan. Untuk pemeriksaan keabsahan data akan dilakukan dengan kriteria Credibility, Dependability, Confirmability dan Transferability. Proses analisis data dengan mengikuti tahap analisis menurut Colaizzi. Hasil: Praktik sosial budaya masyarakat Jaulah dalam perawatan kehamilan direfleksikan melalui 6 tema temuan: 1) Persepsi ibu tentang kehamilan sebagai adaptasi maternal yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, psikologis dan spiritual; 2) Kebiasaan-kebiasaan selama kehamilan merupakan strategi perawatan yang berdasarkan tradisi dan agama; 3) Upacara dalam kehamilan berdasarkan ajaran agama; 4) Pencarian perawatan kesehatan ibu hamil dilakukan kepada bidan dan dukun; 5) Dukungan sosial dari suami, keluarga dan komunitas; 6) Pengambilan keputusan persalinan dipengaruhi oleh faktor agama. Pembahasan dan Kesimpulan: Perspektif ibu dalam perawatan kehamilan sangat dipengaruhi oleh keyakinan pada tradisi budaya dan agama. Perawatan kehamilan berdasarkan keyakinan agama dominan terjadi pada ibu hamil Jaulah, terutama dalam hal upacara keagamaan, dukungan sosial dan pengambilan keputusan. Sedangkan keyakinan pada tradisi budaya dan agama dicerminkan pada persepsi ibu tentang kehamilan, strategi perawatan kehamilan dan pencarian perawatan kesehatan ibu hamil. Oleh karena itu, penyedia layanan kesehatan sudah seharusnya memberikan perawatan sensitif budaya agar tidak mengabaikan nilai-nilai budaya yang dianut komunitas. Implikasi keperawatan: Hasil penelitian ini digunakan sebagai: 1) Sumber informasi praktik budaya pada masa kehamilan di komunitas agama; 2) Masukan dalam pengembangan pendidikan keperawatan, khususnya aplikasi keperawatan transkultural pada area praktik; 3) Masukan bagi perawat dalam menghadapi situasi budaya serupa, pada tempat yang berbeda; 4) Bahan pertimbangan penyedia layanan kesehatan dalam mempersiapkan program peningkatan kesehatan ibu yang peka sosial budaya masyarakat.
Purpose: Jaulah women prenatal care are influenced by socio-cultural and religion, such as massage during pregnancy and trust Traditional Birth Attendants. This phenomenology study explored prenatal care experience in Jaulah women’s from Village Mayangan, Jombang, East Java. Design: A descriptive qualitative study using in-depth interviews. Informants recruited through snowball. Data analysis used from Colaizzi. Findings: Six main themes emerged: 1) Pregnancy as maternal adaptation characterized by physical, emotional, psychological and spiritual changes; 2) Belief during pregnancy as strategies of prenatal care base on tradition and religion; 3) Ritual in pregnancy based on religion; 4) Health seeking behaviour-Role of midwives and Traditional Birth Attendant (TBA); 5) Social supports for mother; 6) Decision making in delivery influenced by religion. Discussion and Conclusion: Perspectives of mothers in prenatal care are strongly influenced by belief in cultural and religious traditions. Prenatal care based on religious belief dominant occurs in Jaulah pregnant women, especially in terms of religious ceremonies, social supports and decision-making. While belief in cultural and religious traditions reflected in maternal perceptions about pregnancy, prenatal care strategies and health seeking behaviour. Therefore, healthcare providers should provide culturally sensitive care without neglecting cultural values espoused community. Implications for practice: Implications and recommendations for health care provider to increase culturally congruent care for specific communities as well as Jaulah.
Kata Kunci : Kata Kunci : sosial, budaya, komunitas Jaulah, perawatan kehamilan, perawatan sensitif budaya