PENGARUH PEMBERIAN SERBUK TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb.) TERHADAP BERAT BADAN ITIK TURI (Anas platyrincos)
ALFITRA SETYAWIJAYA, Dr. drh. Irkham Widiyono
2015 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANPenelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh temu ireng terhadap pertambahan berat badan pada Itik Turi. Sebanyak 10 ekor Itik Turi jantan umur 2 bulan digunakan pada penelitian ini. Hewan dibagi menjadi 2 kelompok (P0 dan P1). Hewan pada kelompok P0 diberi pakan basal tanpa temu ireng (kontrol) dan pada kelompok P1 diberi pakan basal yang ditambah temu ireng sebanyak 1% selama 5 minggu. Penimbangan berat badan dilakukan setiap seminggu sekali. Pada minggu terakhir (ke 5) hewan dieutanasi dan dilakukan penimbangan organ dalam meliputi usus, ventrikulus, dan hati. Analisis data dilakukan menggunakan Anova untuk mengetahui pengaruh perlakuan pakan dan umur terhadap berat badan itik. Perbedaan rerata pertambahan berat badan diantara kelompok perlakuan temu ireng dan kontrol dianalisis dengan t-Test. Faktor perlakuan tidak berpengaruh secara nyata terhadap berat badan (P>0,05). Sementara itu, berat badan berubah secara nyata seiring dengan pertambahan umur atau waktu pemeliharaan (P<0,05). Interaksi faktor umur dan perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap berat badan itik (P>0,05). Pertambahan berat badan itik pada kelompok P0 dan P1 tidak berbeda nyata (P>0,05) tetapi memiliki kecenderungan bahwa pertumbuhan berat badan hewan kelompok P0 lebih tinggi dibandingkan dengan P1. Dapat disimpulkan bahwa pemberian temu ireng sebesar 1% di dalam pakan tidak mempengaruhi pertambahan berat badan secara nyata.
This research was aimed to determine the effect of temu ireng on body weight gain of Turi duck. A total of 10 male Turi ducks (2 months old) was used in this research. Ducks were divided into 2 groups (P0 and P1). The animals group P0 were fed basal diet without temu ireng as a control whereas the animals in group P1 were fed a basal diet added with temu ireng powder at the level of 1% for 5 weeks. Body weight was measured weekly. In the last week (5th) all of animals were weighed and euthanized. Intestines was weighed. Data analysis was performed using ANOVA . The difference of the weight gain between the group P1 and P0 was analyzed using t-Test. Treatment factor did not have any significant influence on the body weight (P>0.05). Meanwhile, the body weight was significantly influenced by the age (P <0.05). There was no significant interaction effect of age and treatment on the ducks body weight (P> 0.05). The body weight gain of P1 and P0 was not significantly different (P> 0.05) but there was a tendency that the body weight gain of group P0 was higer than that of group P1 . It could be concluded that temu ireng consumption at level of 1% does not have a significant effect on body weight gain in Turi ducks.
Kata Kunci : Itik, Temu Ireng, Berat Badan