PENGARUH PELATIHAN MANAJEMEN ANAK SAKIT BATUK TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN KADER DALAM TATALAKSANA ANAK BATUK DAN SUKAR BERNAPAS
FITRIANA NOOR K, Dr. Fitri Haryanti, S.Kp., M.Kes; dr. Ida Safitri Laksnawati, Sp.A(K)
2015 | Tesis | S2 KeperawatanLatar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab tertinggi dalam kematian balita di negara berkembang dengan batuk dan sukar bernapas sebagai salah satu tandanya. Pengendalian yang dapat dilakukan yaitu pelatihan manajemen batuk berbasis masyarakat. Pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan diharapkan dapat membantu menurunkan kejadian pneumonia pada balita. Kader perlu diberi pelatihan mengenai tatalaksana anak batuk dan sukar bernapas guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilannya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pelatihan manajemen anak sakit batuk terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan kader dalam tatalaksana anak batuk dan sukar bernapas. Metode: Jenis penelitian ini quasi experimental dengan rancangan pre-post with control group. Penelitian dilakukan terhadap kader posyandu kelompok intervensi (n=40) dan kelompok kontrol (n=37)dengan purposive sampling. Kelompok intervensi mendapat pelatihan dengan metode ceramah, simulasi, studi kasus dan demonstrasi menggunakan media audiovisual dan modul, kelompok kontrol dengan membaca modul. Uji statistik yang digunakan uji Mann Whitney U-Test untuk pengetahuan, independent sample t-test untuk sikap dan keterampilan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Pelatihan manajemen anak sakit batuk dapat meningkatkan nilai pengetahuan kader sesudah pelatihan namun tidak pada variabel sikap dan keterampilan kader sesudah pelatihan. Setelah 14 hari, terjadi peningkatan nilai pengetahuan (p<0,05), nilai sikap (p>0,05) dan penurunan nilai keterampilan (p>0,05). Kesimpulan: Pelatihan dengan metode ceramah, simulasi, studi kasus dan demonstrasi menggunakan media audiovisual dan modul lebih efektif meningkatkan pengetahuan kader. Peningkatan nilai terjadi pada variabel pengetahuan dan sikap, sedangkan variabel keterampilan mengalami penurunan nilai.
The empowerment of the community through health workers is expected to help decrease the occurrence of pneumonia in children under five years old. The health workers need to be given the training about the management of children with cough and breathing difficulties to improve their knowledge, attitude and skills. This research aims to know the impact of training on the management of children cough toward the health workers knowledge, attitude and skills in the management of children with cough and breathing difficulties. This research is a quasi experimental study with pre-post with control group design. The research is conducted to posyandu workers where the intervention group (n=40) and the control group (n=37) with purposive sampling. The intervention group has the training by the methods of lectures, simulations, case studies and demonstrations using audiovisual media and modules, whereas the control group does so by reading modules. The statistical test used here are Mann-Whitney U-test for the knowledge and independent sample t-test for the attitude and skills, with the confidence level of 95%. This research shows that training on the management of children cough can improve the health workers value of knowledge, but not value of attitude and skills after the training. After 14 days, there is an increase in the value of knowledge (p<0.05), the value of attitude (p>0.05) and a decrease in the value of skills (p>0.05).
Kata Kunci : training, knowledge, attitude, skills, health workers