ANALISIS BIAYA TRANSAKSI TATANIAGA BAWANG MERAH KABUPATEN BREBES PROVINSI JAWA TENGAH
ATIKA FATIMAH, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran tataniaga, marjin tataniaga, dan biaya transaksi tataniaga bawang merah di Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner sebagai data primer. Wawancara dilakukan pada bulan Januari 2015 terhadap 43 informan. Data yang telah dikumpulkan kemudian dipilah dan dihitung untuk mendapatkan nilai marjin tataniaga dan biaya transaksi tataniaga. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran tataniaga bawang merah di Kabupaten Brebes. Saluran pertama adalah saluran I yaitu petani -makelar sawah - tengkulak - makelar lapak - pedagang pemasok - pedagang pasar induk - pedagang pengecer - konsumen. Saluran II yang merupakan saluran kedua adalah petani - makelar sawah - tengkulak - pedagang pengecer - konsumen. Marjin tataniaga tertinggi adalah pada saluran I yang merupakan saluran terpanjang yaitu pedagang pengecer di Pasar Bringharjo Yogyakarta sebesar Rp2.590/kg (51,62 persen dari total margin yaitu sebesar Rp5.017,13/kg) dan marjin tataniaga terendah ialah tengkulak pada saluran I yakni Rp 500/kg (9,96 persen dari total marjin sebesar Rp5.017,13/kg). Selanjutnya biaya transaksi tataniaga tertinggi dialami oleh tengkulak pada saluran I dan saluran II yakni sebesar 38 persen dan 74 persen. Biaya transaksi terendah pada saluran I terjadi pada pedagang pasar induk di Pasar Bringharjo Yogyakarta yaitu 14 persen dan saluran II yakni pedagang pengecer di Pasar Brebes sebesar 26 persen. Biaya yang tinggi ini banyak dikeluarkan untuk biaya transaksi pasar sebesar 56 persen pada saluran I dan biaya transaksi manajerial sebesar 40 persen pada saluran II.
The study aims to analyze channel of trade system, margin of trade system, and transaction costs of trade system onion in Brebes Regency, Central Java Province. This research is qualitative. Data was collected through interviews using questionnaire as primary data for this study. The interviews conducted on January 2015 with 43 respondents. The data have been collected and selected then counted to get the value of margin trading system and transaction costs trading system. The results showed that there are two channels trade system of onion in Brebes Regency. The first channel is channel I consist of farmers - broker in farmland - traders - broker in drying place - supplier - wholeseller - retailers - consumer. While the second channel which is channel II consist of farmer - broker in farmland - traders - retailers - consumer. The highest margin of trade system is channel I which is the longest line are retailers in Yogyakarta Bringharjo Market amount of Rp2.590/kg (51,62 percent from total margin Rp5.017,13/kg) and low margin of trading system is traders in channel I amount of Rp500/kg (9,96 percent from total margin Rp5.017,13/kg). Furthermore, the highest transaction costs of trade system issued by traders on channel I and channel II, which amounted to 38 percent and 74 percent. Lowest transaction costs in channel I happen to wholesale marketseller in Yogyakarta Bringharjo Market is 14 percent and the channel II happen to retailers in Brebes Market is 26 percent. These high costs are issued for market transaction costs by 56 percent on channel I and managerial transaction costs by 40 percent in channel II.
Kata Kunci : Biaya transaksi,tataniaga,saluran tataniaga,marjin tataniaga,bawang merah,Kabupaten Brebes,