Laporkan Masalah

HUBUNGAN PANJANG FEMUR DENGAN LINGKAR DADA, PANJANG BADAN, LEBAR PELVIS DAN PENGARUH UMUR TERHADAP KUALITAS PERFORMA UMUM SAPI PERANAKAN ONGOLE (Bos indicus) DI YOGYAKARTA

DENY SETYO WIBOWO, drh. Dewi Kania Musana, MP.

2015 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang memiliki banyak bangsa sapi potong, terutama sapi Peranakan Ongole (PO) yang tersebar luas sebagian besar di pulau jawa. Program tentang swasembada daging oleh kementrian pertanian yang dipusatkan pada peternakan masyarakat yang sebagian besar adalah sapi PO, membuat perhatian lebih terhadap sapi bangsa ini, karena masih jarangnya penelitian tentang performa dan morfometri untuk sapi PO. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh database berbagai ukuran tubuh sapi, melihat performa sapi PO berdasarkan umur, dan mengetahui hubungan antara panjang femur dengan lingkar dada, panjang tubuh dan lebar pelvis. Penelitian dilakukan dengan mengukur 41 ekor sapi PO dengan umur bervariasi yang berasal dari 2 kelompok ternak di daerah Yogyakarta. Bagian yang diukur adalah lingkar dada, panjang tubuh, lebar pelvis, dan panjang femur kemudian dibandingkan dengan literatur. Pengukuran dilakukan pada bidang datar menggunakan jangka sorong yang telah dimodifikasi, dan pita ukur. Data ukuran-ukuran tubuh, nilai rataan dan simpangan baku antar kelompok, diuji dengan menggunakan uji-T dan dibandingkan dengan literatur, sedangkan data femur yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik dengan korelasi dan regresi menggunakan software Microsoft Excel 2007 dan SPSS 16. Berdasarkan analisis statistika, diketahui bahwa os femur memiliki korelasi sedang dengan panjang tubuh, lingkar dada dan lebar pelvis. Persamaan linear antara panjang femur dengan panjang tubuh y = 94,142 + 0,671x, dengan lingkar dada y = 132,892 + 0,436x, dengan lebar pelvis y = 28,549 + 0,255x. Sapi PO umur 2 tahun dan >2 tahun di Kelompok Ternak Andini Mulyo (Berbah) dan Barokah (Wonosari) memiliki kualitas performa umum (panjang tubuh, lingkar dada, dan lebar pelvis) sudah sesuai dengan SNI kelas I.

Indonesia is a tropical country with a lot of beef cattle breeds especially the breed of Peranakan Ongole (PO) which are widely spread mostly in Java Island. The program of self-sufficiency in meat by the Minister of Agriculture is focused on local farms because of the high number of PO breed. Researches on the performances and morphometry are still uncommon which increasing the interest on this breed explore. The aim of the research is the results will be use as database, to observe the quality of the Breed’s body size based on age, to find out relationship between femur length with chest girth, body length, and pelvic width and as a reference for the following morphometric research. The research was done by measuring 41 cattle of PO breed with different ages from 2 (two) farm groups in Yogyakarta. The measured body parts were chest girth, body length, pelvic width and femur length which then being compared with literatures. The measurements were done on a flat ground using a modified vernier calipers and a measurement tape. The measured data, mean value, and the standard deviation between groups were tested with T-test and compared with literatures, while the measured femur data was statistically analyzed with correlation and regression using Microsoft Excel 2007 and SPSS 16 software. The result showed that the length of the femur bone had correlation with other cattle body as follow, medium correlation between femur length vs body length with linear regresion y = 94,142 + 0,671x, vs chest girth y = 132,892 + 0,436x, vs pelvic width y = 28,549 + 0,255x. In age 2 years and >2 years, PO cattle in Berbah and Wonosari have a good general performance because mean of size body above the standart of SNI class I.

Kata Kunci : Keywords: PO cattle, morphometry, genetic, femur length, chest girth, body length, pelvic width, age