Laporkan Masalah

Pengembangan dan Penerapan Metode Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue

WIWIK TRAPSILOWATI, Prof. dr. Sugeng Juwono Mardihusodo, DAP & E, M. Sc; Prof. DR. Ir. Totok Mardikanto, M.Sc; Dra. R.A. Yayi Suryo Prabandari, M. Si, Ph. D;

2015 | Disertasi | S3 Ilmu Kedokteran

INTISARI Latar belakang : Pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian vektor DBD merupakan upaya untuk mendorong masyarakat berpartisipasi aktif dalam pencegahan dan penanggulangan DBD. Strategi global pemberantasan vektor DBD salah satunya adalah pengendalian nyamuk secara selektif dan terpadu yang melibatkan partisipasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menerapkan metode pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian vektor DBD (PMPV-DBD). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan rancangan participatory action research (PAR). Lokasi penelitian di Kelurahan Sendang Mulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Subjek penelitian adalah tokoh masyarakat, kader DBD, dan warga masyarakat. Intervensi yang diberikan adalah penerapan metode pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian vektor DBD (PMPV-DBD). Pengukuran pengetahuan, sikap, praktik/tindakan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner terstruktur. Pengukuran pengetahuan kader DBD melalui pengisisan pertanyaan terbuka menggunakan lembar pretest dan posttets. Pengukuran indikator entomologi melalui survei jentik menggunakan form survei jentik. Data kuantitatif dianalisis dengan paired sample t test dan analisis skala Likert, data kualitatif dianalisis berdasarkan isi (content analysis). Hasil : Indikator output penerapan metode PMPV-DBD diukur dengan evaluasi perbaikan kapasitas manusia, perbaikan upaya pengendalian, perbaikan kelembagaan dan perbaikan lingkungan. Perbaikan kapasitas manusia menunjukkan peningkatan signifikan (p < 0,05) pada pengetahuan dan sikap masyarakat, namun peningkatan praktik/tindakan tidak signifikan (p > 0,05). Pengetahuan kader DBD mengenai vektor dan pengelolaan kegiatan mengalami peningkatan signifikan (p < 0.05). Perbaikan upaya pengendalian terukur dengan adanya upaya pengendalian secara terpadu, secara fisik melalui 3M dan pengambilan jentik dengan selang, secara biologis dengan pemanfaatan ikan. Partisipasi kader DBD secara umum meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan, keterlibatan, kesukarelaan dan lingkup kegiatan, menunjukkan hasil sangat baik dengan analisis skala Likert mencapai 83,65%. Perbaikan kelembagaan ditunjukkan dengan meningkatkan komunikasi dan kerja sama antar lembaga di wilayah penelitian. Usaha produktif melalui pemberian stimulan modal usaha per kelompok kader DBD RW berjalan dengan baik meski perlu peningkatan. Perbaikan lingkungan menunjukkan ada peningkatan ABJ dan penurunan HI, CI, dan BI. Maya index menunjukkan peningkatan BRI dan penurunan HRI. Kesimpulan : Pengembangan dan penerapan metode PMPV-DBD berhasil dalam perbaikan kapasitas manusia, perbaikan upaya pengendalian, perbaikan kelembagaan dan perbaikan lingkungan.

ABSTRACT Background: Community empowerment of dengue vector control is an attempt to encourage people to participate actively in dengue prevention and control. Global strategy dengue vector control one of which is selectively and integrated involving community participation. The purpose of this study was to develop and implement methods of community empowerment in dengue vector control (Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Vektor DBD / PMPV-DBD). Methods : The design of this study was participatory action research (PAR). Location of the study in Sendang Mulyo village, Tembalang district, Semarang city. The subjects were community leaders, dengue cadres, and society. The intervention was the application of community empowerment methods in dengue vector control (PMPV-DBD). Measurement of knowledge, attitude, practice through structured interviews using a structured questionnaire. Measurement of dengue cadre knowledge through filling an open question using pretest and posttets sheet. Measurement indicators entomology through larva survey using a survey form larvae. Quantitative data were analyzed by paired sample t test and analysis of Likert scale, qualitative data was content analysis. Results : Output indicator was measured by evaluating the human capacity improvement, dengue control improvement, institutional improvement and environmental improvement. Human capacity improvement showed a significant increase (p < 0.05) on their knowledge and attitudes of society, but the increase in the practice was not significant (p > 0.05). Cadres knowledge about dengue vector and management activities increased significantly (p < 0.05). Dengue control improvement were integrated physically through 3M, retrieval larvae with hose, and biologically with the utilization of fish larva predator. Participation in general include knowledge and skills, involvement, volunteerism and scope of activities, showed very good results of Likert scale reached 83.65%. Institutional improvement shown by improving communication and cooperation inter sectoral in the research area. Productive activities through the provision of venture capital stimulants per group dengue cadres runs well though it requires improvement. Environmental improvement showed increase of number free larva (ABJ) and decrease of HI, CI, and BI. Maya index indicates an increase of breeding risk indicators and a decrease of hygiene risk indicators. Conclusion : The development and application of PMPV-DBD methods succeeded in human capacity improvement, dengue control improvement, institutional improvement and environmental improvement.

Kata Kunci : Pengendalian vektor DBD, pemberdayaan masyarakat, metode PMPV-DBD

  1. S3-2015-298730-abstract.pdf  
  2. S3-2015-298730-bibliography.pdf  
  3. S3-2015-298730-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2015-298730-title.pdf