Laporkan Masalah

EKONOMI POLITIK SISTEM VERIFIKASI LEGALITAS KAYU (SVLK): (Studi Kasus Industri Mebel di Kabupaten Jepara)

POSMANTO MARBUN, Dr. Maharani Hapsari, M. A

2015 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Tesis ini, bertujuan untuk menjelaskan tentang SVLK sebagai suatu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dengan melibatkan berbagai aktor maupun pemangku kepentingan yang terkait. Selanjutnya, SVLK dibuat dilandasi kepatuhan Indonesia dalam kerangka kerjasama Voluntary Partnership Agreements-Forest Law Enforcement Governance and Trade (VPA-FLEGT) antara Indonesia � Uni Eropa, dan adanya kepentingan Indonesia dalam konteks perdagangan internasional. Metodologi yang dipergunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam yang melibatkan 5 narasumber pelaku industri mebel di Kabupaten Jepara. Tema dari tesis ini sangat menarik untuk ditelaah lebih jauh secara komprehensif, sebab pada awalnya respon pelaku industri mebel menolak untuk mematuhi dan melaksanakan SVLK khususnya di Kabupaten Jepara. Kepatuhan pelaku industri mebel di Kabupaten Jepara dalam mematuhi dan melaksanakan SVLK, dapat terlihat dari pemenuhan biaya sertifikasi yang cukup tinggi dan persyaratan legalitas yang termuat di dalam SVLK. Meskipun SVLK belum memberikan implikasi yang signifikan secara keseluruhan bagi pelaku industri mebel di Kabupaten Jepara, namun dengan mematuhi dan melaksanakan SVLK maka dapat memberikan implikasi seperti: berubahnya kapasitas pelaku industri, harga jual produk dan peningkatan akses pasar ke Uni Eropa. Pada akhirnya produk-produk mebel jepara mendapatkan pengakuan oleh dunia internasional sebagai produk bersertifikat ramah lingkungan dan dapat bersaing dengan negara-negara lainnya.

This thesis, purpose to explain about SVLK as a policy that has made by government with involve various actors as well as related stakeholders. Furthermore, SVLK had made based on Indonesia compliance within framework Voluntary Partnership Agreements-Forest Law Enforcement Governance and Trade (VPA-FLEGT) partnership between Indonesia � European Union, and existence of Indonesia interest in context of international trade. The methodology used in this thesis, is qualitative method by doing in-depth interview which involving 5 informants furniture industry player in Jepara regency. The theme of this thesis is very interesting for further research comprehensively, because at first response furniture industry player refuse to comply and implement SVLK especially in Jepara regency. Compliance of furniture industry player in Jepara regency in comply and implement SVLK, can seen from fulfillment cost of certification that quite high and legality requirement that contained in SVLK. Although SVLK does not give significant implication overall for furniture industry player in Jepara regency, yet with comply and implement SVLK so can give implication such as: changing capacity industry player, product selling price and market access increase to European Union. In the end Jepara furniture products gain recognition by international world as eco-labelling product and can compete with other countries.

Kata Kunci : actor, compliance, interest, market access, implication.

  1. S2-2015-322185-bibliography.pdf  
  2. S2-2015-322185-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2015-322185-title.pdf