Laporkan Masalah

Berhentinya Migrasi Kolektif dan Perubahan Kehidupan Masyarakat Dayak di Desa Tumbang Karuei Kalimantan Tengah

SEPTRIANI, Dr. Laksmi A. Savitri

2015 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGI

Tesis ini mencoba melihat perubahan masyarakat Dayak di desaTumbang Karuei, Kalimantan Tengah dari tradisi bermigrasi secara kolektif ke kehidupan menetap. Mereka mempunyai tradisi bermigrasi sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu terkait dengan kebutuhan lahan subur untuk berladang, konflik internal, dan serangan wabah penyakit. Tradisi bermigrasi tersebut diperkuat dengan adanya tinggalan-tinggalan sisa migrasi seperti sandung, pantar, sapundu, pohon buah durian pada empat situs adat yaitu situs Pantar Pak Sareh, situs Hulu Kuburan, Situs Tumbang Sebiha, dan situs Kampung Lama. Kehidupan mereka saat itu masih bersifat sederhana dimana mereka masih sangat bergantung kepada sumber daya alam seperti berladang sambil sesekali menambang emas, berburu, beternak, meramu sayuran di hutan, dan hubungan kekeluargaan antara satu dengan lain masih sangat erat. Saat ini keadaan sudah berbeda jauh. Mereka tinggal menetap di rumah-rumah permanen yang sifatnya individual (bukan rumah panjang) dengan berbagai fasilitas dan barang property. Fakta di lapangan memperlihatkan kondisi mereka yang tidak jauh berbeda dengan masyarakat pedesaan pada umumnya. Hal inilah yang memicu hadirnya dua pertanyaan dalam tesis ini, yaitu mengapa mereka tidak lagi bermigrasi secara kolektif ? dan apa implikasi dari ditinggalkannya aktivitas migrasi kolektif tersebut ? Berhentinya migrasi suatu suku bangsa bukan fenomena baru. Sebelumnya banyak masyarakat yang ditetapkan dalam satu desa berdasarkan program-program Negara seperti program Pemukiman Kembali Masyarakat Terasing. Akan tetapi, masyarakat dayak di desa Tumbang Karuei tidak dikenai program tersebut. Maka untuk melihat kenapa mereka bias berhenti bermigrasi disesuaikan dengan konteks waktu berhenti bermigrasi yang bersamaan dengan hadirnya sebuah perusahaan pemegang HPH, PT Maju Jaya. Masyarakat diajak menetap di desa Tumbang Karuei untuk memudahkan proses teritorialisasi mengingat wilayah konsesi yang begitu luas dan hak ijin kelola yang sangat lama. Berbeda dengan teritorialisasi pada umumnya, proses teritorialisasi PT Maju Jaya dilakukan dengan sangat lembut tanpa kekerasan, bersifat kekeluargaan, kompromi, dandiskusi. Hal ini semakin nyata dalam program CSR. Melalui program-program CSRnya, PT. Maju Jaya tidak hanya menyejahterahkan tetapi juga memonitor setiap perkembangan masyarakat di Karuei. Mandor desa dan divisi PMDH mempunyai peran penting dalam keberhasilan teritorialisasi PT Maju Jaya. Saat ini masyarakat sudah betah menetap di desa Tumbang karuei dengan matapen caharian yang beragam, tidak bergantung kepada sumber daya alam, dan mulai terintegrasi kepada dunia global khususnya pasar. Akan tetapi, dibalik ditinggalkannya aktivitas tersebut ada implikasi-implikasi yang ditanggung oleh masyarakat. Kehidupan mereka semakin berorientasi kepada uang tunai sehingga melahirkan diferensiasi sosial, individualisme, konsumtif, pencemaran sampah, degradasi lingkungan, komodifikasi benda adat, dan sabota selahan. Beberapa juga mulai pindah ke kota sehingga terjadi perubahan pola migrasi.

This thesis attempts to look at changes Dayak society at TumbangKaruei village, Central Kalimantan, from collective migratory tradition to sedentary life. They have this tradition since hundreds or even thousands years ago related to needs of fertile land for farming, internal conflicts, and disease. The evidence of migratory tradition is remains at the rest of migration such as pantar, sapundu,sandung and durian fruit trees at four sites, namely Pantar Pak Sareh sites, HuluKuburansites, TumbangSebihasites, and Kampung Lama sites. Their life so simple where they are still very dependent on natural resources such as farming and occasionally gold mining, hunting, farming, gathering vegetables in the forest, and family relationships with each other is still very tight.Currently the situation is different. They settled in permanent housing with a variety of facilities and goods property. Their conditions not different from rural communities in general. This has spurred the presence of two big questions in this thesis, which is why they are no longer collective migrate? and what are the implications of the abandonment collective migration activity? Stop migrating on society not a new fenomena. Previous they are set in a village based on state programs such as resettlement isolated society program. However, Dayak society in TumbangKaruei village not subject to the program. Then to see how they can stop migrating related with context timestop migrating to coincide with the presence of a logging company, PT Maju Jaya. They invited and persuaded to settle in TumbangKaruei village as facilitate the territorialization processbecause concessions so extensive and rights management permits very long. Contrast to territorialization in general, process territorialization PT Maju Jaya done very gently, familial, compromise, discussion, without violence and compulsion. This is more visiblein the CSR program. Through its CSR programs, PT Maju Jaya not only givewelfare but also monitor any developments in Karuei society. Mandor and division of PMDH has important role in the success of PT Maju Jaya territorialization. Now they have settled in TumbangKaruei village with diverse livelihood, not depend on natural resources, and being integrated to outside world, especially market. However, behind the abandonment of these activities there are implications. Their lives are increasingly oriented to cash and create social differentiation, individualism, consumerism, garbage pollution, environmental degradation, commodification of custom objects, and sabotage of land. some people move from village to city and make change of type migration Dayak Society.

Kata Kunci : Migrasi, menetap, teritorialisasi, CSR, implikasi / migration, settle, territorialization, CSR, implication

  1. S2-2015-354417-abstract.pdf  
  2. S2-2015-354417-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-354417-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-354417-title.pdf