Laporkan Masalah

Politik Lokal, Kyai dan Perlawanan Oreng Kenek di Sampnag 1992-1999

MUSTOFA, Nur Aini Stiawati, Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Sejarah

INTISARI Ada dua pertanyaan yang mendasari dalam penelitian ini. Mengapa terjadi perlawanan oreng kenek terhadap pemerintah dan apa pola perlawanannya yang terjadi dari tahun ketahun. Tesis ini juga membahas dampak sosial politik pascapuncak perlawanan yang terjadi pada 29 Mei 1997 di Sampang. Kesimpulan dari tesis ini yakni perlawanan yang dilakukan oleh oreng kenek terhadap pemerintah merupakan tradisi yang sudah terbentuk sejak pemerintahan Kolonial Belanda dan terus berlanjut hingga pemerintahan Indonesia. Pada zaman Orde Baru hubungan oreng kenek dengan pemerintah tidak harmonis karena adanya persaingan PPP dan Golkar yang kemudian menyebar pada segala lini kehiduapan, PPP sebagai partai Islam yang digawangi oleh para kyai dan Golkar sebagai representasi pemerintah. Persaingan ini tidak hanya dalam konteks persaingan politik, tetapi dimaknai oleh oreng kenek pertentangan antara Islam dan musuh Islam, PPP yang Islam dan Golkar yang kafir harus disingkirkan karena akan mengancam eksistensi Islam. Tentu sikap eksklusif dan glorifikasi ini terbentuk karena hadirnya kyai (Alawy Muhammad) yang terus menyemai dan memproduksi kebencian terhadap pemerintah dengan berbagai simbol dan wacana ke-Islaman. Perlawanan oreng kenek selalu memunyai pola yang sama yaitu dengan spirit keagamaan (jihad) melalui pemimpin yang karismatik seperti Kyai Alawy Muhammad, perlawanan memuncak pada 29 Mei 1997 yang menelan banyak korban. Kecurangan yang dilakukan oleh Golkar secara sitematis setiap kali pemilu, tidak hadirnya pemerintah dalam kehidupan yang serba melarat membuat para kyai dan oreng kenek kecewa sehingga penghujatan dan kebencian memeroleh pembenaran. Lahirnya PKB sebagai partai NU kemudian membuat para kyai hijrah untuk mencari saluran baru karena PPP sudah dianggap tidak ideal dijadikan wadah perjuangan, hijrahnya para kyai diikuti oleh oreng kenek yang sebelumnya menjadi pendukung setia PPP sehingga pemilu 1999 PKB menang mutlak di Sampang. Hal ini kemudian mengakhiri dominasi Kyai Alawy Muhammad, karismatiknya runtuh, orang yang dulu mengultuskannya berbalik menghujatnya karena sikap pragmatis-opportunis yang tersembunyi disaat memunyai pengaruh besar akhirnya terungkap kepermukaan.

ABSTRACT There are two question that become basic in this research. Why did resistance oreng kenek to government and what did the resistance pattern from year to year. This thesis also describe the social impact after the resistance on 29 may 1997 in Sampang. The conclusion of this thesis were the resistance of oreng kenek to the government was tradition which had been shaped since the colony government of Belanda and continued until Indonesia government. Orde Baru era made the relationship of oreng kenek with government was not harmony because rivalry the PPP and Golkar party that develop in all lini of society, PPP as Islam party was leaded by Islamic scholar and Golkar as government representative. This rivalry does not occur on political against, but oreng kenek perceived as the rivalry of Islam and non Islam. PPP as Islam representative and Golkar is not Islam must to be eliminated because it threatened the existence of Islam. Of course, this exclusive attitude was shaped by Islamic scholar (Alawy Muhammad) who always seedling and produce the aversion to the government with variety of symbol and Islamic perspective. The rivalry of oreng kenek always have the same pattern with religion spirit (holy war) by the charismatic leadership, such as Alawy Muhammad scholar. The rivalry was peak on 29 may 1997 that there were many people dead. The unfairness that be done by Golkar systematically in every national election, the government perceived by oreng kenek did not give the solution about the poorness, there for, Oreng kenek and Islamic scholar were disappointed until appear of blasphemy and aversion got pleading. The born of PKB as NU party made many Islamic scholar moved to the new channel because PPP has not ideal as the struggle institution, the moving of Islamic scholar were followed by oreng kenek who became the loyalty support of PPP before, it occurred until the election on 1999, which was PKB as the winner in Sampang. This event as the last domination of Alawy Muhammad as Islamic scholar, he was not charismatic again, the people who culted became blasphemy because his attitude who was pragmatic-opportunistic that be not known when he had influenced, but at the last be known by many people.

Kata Kunci : Kata Kunci: Oreng kenek, politik, kyai, PPP, Golkar, Islam, dan Sampang.

  1. S2-2015-356094-abstract.pdf  
  2. S2-2015-356094-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-356094-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-356094-title.pdf