Pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan PDRB per kapita antar kecamatan di Kabupaten Banyumas, 1993-2000
SUTARNO, Dr. Mudrajad Kuncoro, MSoc.Sc
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan struktur pertumbuhan ekonomi dan mengetahui ketimpangan antar kecamatan di Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu mengenai data PDRB per kapita dan jumlah penduduk baik masing-masing kecamatan atau Kabupaten Banyumas selama 8 tahun dan tahun 1993 — 2000. Mat analisis yang digunakan adalah tipologi Klassen, indeks Williamson dan indeks entropi Theil, trend dan korelasi Pearson. Hasil analisis tipologi Klassen Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Ajibarang, Sokaraja, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat, dan Purwokerto Timur termasuk kecamatan cepat maju dan cepat tumbuh. Kecamatan Wangon, Somagede, Baturaden termasuk kecamatan maju tapi tertekan. Kecamatan Kebasen, Purwojati, Cilongok, Karanglewas, Kembaran dan Purwokerto Utara termasuk kecamatan berkembang cepat. Kecamatan Lumbir, Jatilawang, Rawalo, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Patikraja, Gumelar, Pekuncen, Kedungbanteng dan Sumbang termasuk kecamatan yang relatif tertinggal. Dengan pendekatan alat analisis ketimpangan Williamson dan indeks entropi Theil, diperoleh bahwa tingkat ketimpangan PDRB per kapita antar kecamatan di Kabupaten Banyumas yaitu rata-rata 0,426 untuk Williamson dan 0,0396 untuk indeks entropy Theil. Selama periode penelitian ketimpangan tersebut ada kecenderungan meningkat. Hipotesis Kuznets ada terbukti berlaku di Kabupaten Banyumas. Terjadi korelasi yang negatif antara indeks Williamson atau indeks entropi Theil dengan pertumbuhan PDRB.
This research attempts to identity structure and design of economics growth and to understand disparity among of districts in Banyumas regency. The data used of secondary data about gross regional domestic product (GRDP) per capita and number of population among of districts in Banyumas regency, in the period of eight years from 1993 to 2000. The tools of analysis used are Klassen typology, Williamson index and entropy Theil index, trend and Pearson correlation. The result analysis Klassen typology, districts of Kalibagor, Banyumas, Ajibarang, Sokaraja, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat, and Purwokerto Timur the classification as high growth and high income. The Districts of Wangon, Somagede, Baturaden, the classification as high income but low growth. The districts. of Kebasen, Purwojati, Cilongok, Karanglewas, Kembaran, and Purwokerto Utara the classification as high growth but low income. The districts of Lumbir, Jatilawang, Rawalo, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Patikraja, Gumelar, Pekuncen, Kedungbanteng and Sumbang the classification as low growth and low income. By Williamson disparity index and entropy Theil index analysis tools gives the result that disparity rate gross regional domestic product per capita among districts in Banyumas regency the average 0,426 to index Williamson and 0,0396 entropy Theil index. The period of research disparity in Banyumas regency is increase inclination. Kuznets Hypotesis realized to exist in Banyumas regency. The exist negative correlation between Williamson index or entropy Theil indeks with GRDP growth.
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi,PDRB Perkapita Kecamatan,Kabupaten Banyumas