STATUS ASI EKSKLUSIF 4 - 6 BULAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA EPILEPSI PADA ANAK
ALEXANDER KURNIADI, Dr. dr. E. Siti Herini, SpA(K); dr. Wahyu Damayanti, SpA(K)
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan anakSekitar 1% anak di seluruh dunia menderita epilepsi. Kejadian tertinggi adalah pada tahun pertama kehidupan, dan faktor-faktor perinatal kemungkinan berperan, di antaranya cedera hipoksik-iskemik, infeksi, dan malformasi kortikal. Air susu ibu (ASI) mengandung kandungan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan otak pada awal kehidupan. Pemberian ASI dikaitkan dengan penurunan risiko infeksi dan perkembangan fungsi kognitif dan psikomotor yang lebih baik. Namun peran ASI dalam mencegah epilepsi pada anak masih belum jelas, dan beberapa penelitian memberikan hasil yang berbeda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peranan status ASI eksklusif 4-6 bulan dalam risiko terjadinya epilepsi pada anak. Penelitian kasus-kontrol dijalankan dari tanggal 1 Mei hingga 3 Juli 2013. Semua pasien rawat jalan di poliklinik Instalasi Kesehatan Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, berusia antara 6 bulan sampai 18 tahun, dan didiagnosis epilepsi, diikutsertakan dalam penelitian sebagai kelompok kasus. Sedangkan kelompok kontrol adalah pasien lain tanpa kelainan neurologis yang berkunjung di poliklinik yang sama, dan telah dilakukan matching berupa penyesuaian umur dan jenis kelamin. Kriteria eksklusi adalah anak dengan anomali kongenital, kelainan metabolik, kelainan anatomis otak berat, riwayat epilepsi dalam keluarga, dan yang memiliki riwayat kejang neonatal, infeksi intrakranial, kejang demam, serta trauma kepala sebelum onset epilepsi. Informasi mengenai riwayat pemberian ASI dilakukan dengan cara mewawancarai orangtua anak. Perbedaan proporsi pemberian ASI eksklusif antara kelompok kasus dan kontrol dianalisis secara statistik. Jumlah subjek penelitian adalah 68 pasien untuk masing-masing kasus dan kontrol. Pasien dengan epilepsi memiliki proporsi ASI eksklusif yang lebih rendah dibandingkan kontrol (48,5% dan 54,4% berturut-turut), namun perbedaan ini tidak bermakna secara statistik (p = 0,541). Pemberian ASI eksklusif menunjukkan penurunan risiko epilepsi yang tidak bermakna secara statistik (OR = 0,71 (95% CI, 0,32-1,61)). Kesimpulan penelitian adalah status ASI eksklusif 4-6 bulan tidak memiliki pengaruh terhadap risiko terjadinya epilepsi pada anak.
Epilepsy affects 1% of children worldwide. The highest incidence is in the first year of life, and perinatal factors may play etiologic roles, such as hypoxicischemic injury, infection, and cortical malformation. Breastmilk contains optimal nutrients for growth and development of human brain in early life. Breastfeeding has been associated with lower risk of infections and better cognitive and psychomotor development. But the role of breastfeeding in preventing childhood epilepsy remains unclear, and some studies give different results. The aim of the study was to evaluate the role of exclusive breastfeeding status for 4-6 months as the risk factor of childhood epilepsy. A case-control study was conducted from 1 May to 3 July 2013. All children with epilepsy between the ages of 6 months and 18 years who attended pediatric polyclinic of RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta were included in the study. Neurologically normal children, matched for age and sex, visiting the same polyclinic were considered as controls. Exclusion criterias were children with structural brain abnormality, history of epilepsy in family, and who had history of neonatal seizure, intracranial infection, febrile seizure, and head trauma before the onset of epilepsy. The history of breastfeeding was obtained by interviewing the parents. The difference of exclusively breastfeeding proportion between cases and controls was analyzed statistically. The total number of participants was 68 cases and controls each. Subjects with epilepsy had lower proportion of exclusively breastfed compared with controls (48,5% and 54,4% respectively), but the difference was not statistically significant (p=0,541). Exclusively breastfeeding showed no statistical significance in decreasing risk of epilepsy (OR=0,71 (95% CI, 0,32-1,61)). The study concluded that exclusively breastfeeding for 4-6 months had no effect against epilepsy in children.
Kata Kunci : ASI eksklusif, epilepsi, faktor risiko, anak, exclusively breastfeeding, epilepsy, risk factor, children