Laporkan Masalah

Kinerja Keuangan dan Kualitas Pelayanan Publik: Studi Pada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara

CAHYO ADI PRABOWO, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., CMA., Ak, CA

2015 | Tesis | S2 Akuntansi

Informasi keuangan dalam APBD disusun berdasarkan kinerja dari pemerintah daerah. Dokumen ini akan menjadi sangat berarti jika disusun secara tepat untuk kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Transparansi atas kinerja keuangan dan pengukuran kualitas pelayanan publik sangat dibutuhkan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan melalui rasio keuangan daerah, kualitas pelayanan publik melalui SERVQUAL dan menjelaskan persepsi masyarakat tentang kualitas pelayanan publik pada pemkab Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa rasio kemandirian pemkab Banjarnegara tergolong rendah sedangkan rasio lain sudah digolongkan baik. Untuk analisis kualitas pelayanan publik, dimensi perhatian telah membentuk kepuasan pengguna pelayanan publik sedangkan dimensi fisik adalah dimensi yang mempunyai gap antara persepsi dan harapan paling tinggi. Keluhan utama yang merupakan hasil dari wawancara adalah aspek infrastruktur berupa kondisi jalan yang kurang memadahi. Kontribusi utama dalam penelitian ini adalah menyediakan data perhitungan rasio keuangan daerah dan persepsi kualitas pelayanan publik yang dapat menjadi pertimbangan untuk pemkab Banjarnegara agar merumuskan kebijakan pemerintah daerah yang lebih baik.

Financial information in APBD was arranged based on the performance of local government. It could be a precious document if arranged accurately to make prosperity to their local society. The transparency of financial performance and public service quality measurement were to be needed for public prosperity. The aims of study are to analyze financial performance by local government ratio and public service quality by SERVQUAL and to determine the public perception of public service quality in pemkab Banjarnegara, The study used descriptive qualitative approach The results of study showed that Rasio Kemandirian of pemkab Banjarnegara were very poor and the other ratio were good enough. The result of public service quality analyzing showed that empathy dimension caould reached the society satisfaction and tangibles dimension were had the highest gap between perceptions and expectations. The last result of this study in the interview showed that the bad condition of highway in infrastructure aspect were the main problem. The major contribution of study is to provide the data of financial local government ratio and public service quality perceptions that could be a consideration to pemkab Banjarnegara to better formulate local government policy in the future.

Kata Kunci : rasio keuangan daerah, kinerja keuangan, kualitas pelayanan publik, SERVQUAL