Analisis potensi penerimaan retribusi kebersihan dan sumbangannya terhadap pendapatan asli daerah Kota Makasar
RASYID, Taslim, Dr. Soetatwo Hadiwigeno, MA
2001 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanDengan diberlakukannya otonomi daerah, membawa konsekuensi logis terhadap pembiayaan pemerintah daerah. Untuk memperoleh pembiyaan dimaksud maka perlu penggalian sumber-sumber penerimaan antara lain berupa pajak maupun retribusi. Dalam kaftan itu jenis retribusi daerah yang dikelola oleh Pemerintah Kota Makassar antara lain retribusi pengelolaan pelayanan kebersihan/ persampahan. Pengelolaan retribusi kebersihan selama ini memberikan konstribusi yang sangat rendah terhadap pendapatan ash daerah , sementara disisi lain biaya pengelolaannya sangat tinggi. Sehubungan dengan hal itu penulis melakukan penelitian terhadap pengelolaan kebersihan di Kota Makassar dengan obyek utama adalah analisis potensi penerimaaan retribusi kebersihan. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif dilakukan pengukuran efisiensi, efektivitas, menghitung potensi dan proyeksi penerimaan serta uji ekonometrik. Dalam kajian perieiitian menggunakan pendekatan tecritis sehingga hasil yang diperoleh diharapkan mendekati kondisi nyata di lapangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas selama waktu penelitian, menghitung estimasi potensi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan retribusi kebersihan. Hasil perhitungan efisiensi selama sepuluh tahun rata-rata sebesar 15,77 % yang paling balk dicapai pada tahun 1995/1996 sebesar 11,23 %. Efektivitas penerimaan retribusi selama tiga belas tahun rata-rata sebesar 46,96 % , basil paling balk dicapai pada tahun 1995/1996 sebesar 84,20 % dan paling rendah pada tahun 1988/1989 sebesar 14,31 %. .Perhitungan estimasi potensi tahun 2001 sebesar Rp 6.818.593.500,-, kemudian uji ekonometrik menunjukan nilai R2 • sebesar 0,975 % dan signifikan secara statistik sedangkan 0,025 % merupakan residualnya dan memberikan indikasi bahwa jumlah rumah tangga dan PDRB perkapitan penduduk berpengaruh secara positif terhadap penerimaan retribusi kebersihan. Kesimpulan penelitian adalah pengelolaan kebersihan di Kota Makassar memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Namun demikian disarankan bahwa untuk mencegah kebocoran dan pemborosan sebaiknya pengelolaan retribusi kebersihan diberikan kepada pihak swasta dan untuk mengestimasi potensi penerimaan maka dings kebersihan Kota Makassar perlu memiliki data obyek retribusi disamping itu kebijaksanaan tarif perlu ditinjau dalam periode waktu tertentu.
With the application of regional autonomy, it has a logical qonsequences to local government financing matters. For getting revenue it is important for local government to seek new sources of income either taxes or fees. One of fees that is managed by local government of Makassar Town is cleaness/garbage fee. Cleaness/garbage fee management in Makassar town is still have low contribution to Local Government real revenue, meanwhile its management expense is very high. Based on that condition the writer made a research about cleaness fee management with the main object about potency analysis of the revenue of cleaness fee. The method of analysis which was used in this research was qualitative and quantitative analysis by measuring its efficiency and effectiveness, counting its potency and make a projection by econometric analysis. This research used teoritical approach with the hope that the result of this research could give a real picture of the condition in Makassar town. The aim of this research was to know the efficiency and effectiveness of cleaness/garbage fee during the period of the research, to estimate its potency and to know factors that influence the revenue of cleaness fee. The result of the counting of its efficiency during 10 ( ten ) years shows that its average efficiency was 15.77 %, the best achievement was in 1995/1996 i.e 11,23 % meanwhile its effectivenes was 46.96 6/0-- . The highest achievement of effectiveness was 84,.20 % and the lowest achievement was 1988/1989 i.e 14.31 %. The estimation counting of potency in the year 2001 is Rp 6.818.593.500,- .The result of econometric test shows that R 2 was 0,975 % and statistically significant meanwhile the other 0,025 % was residual. It means that the sum of family and Gross Domestic Regional Product (GDRP) per capita have positive influence on cleaness/garbage fee. The conclusion of this reasearch is the management of cleaness/garbage fee in Makassar Town have a big potency to be developed. Based on the result of the research, the writer make a suggestion that in order to hamper a leakage, it is better if the management of cleaness/garbage fee is done by private organization and for making estimation of the revenue from cleaness/garbage fee, it is important for cleaness office of Makassar Town to have data of the object of the fee, beside to make a review of the tariff decision in a certain period of time.
Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Retribusi Kebersihan