Laporkan Masalah

MANAJEMEN PEMELIHARAAN ASET SARANA PRASARANA AIR BERSIH PNPM MANDIRI PERDESAAN KECAMATAN CANGKRINGAN KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

NOVAN ARDIARTO, Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Cangkringan sampai dengan tahun 2014 telah menyelesaikan beberapa sarana prasarana dasar untuk kebutuhan masyarakat, diantaranya adalah prasarana air bersih. Sarana dan prasarana air bersih tersebut mempunyai kemungkinan jangka waktu pemanfaatan yang terbatas (kurang dari umur yang direncanakan). Hal ini disebabkan karena belum adanya aturan baku manajemen pemeliharaan aset sarana prasarana khususnya air bersih, sehingga masyarakat penerima manfaat hanya memanfaatkan saja, aset sarana prasarana air bersih yang terbangun sampai umur ekonomisnya habis tanpa ada pemeliharaan yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemeliharaan aset sarana prasarana air bersih PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) Kecamatan Cangkringan kemudian menentukan prioritas dalam manajemen pemeliharaan aset sarana prasarana air bersih PNPM MPd Kecamatan Cangkringan. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed research method) yang menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Untuk mendapatkan kriteria-kriteria dan alternatif-alternatif aset sarana prasarana dasar air bersih PNPM MPd Kecamatan Cangkringan adalah dengan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara terhadap peserta yang sangat paham tentang masalah pemeliharaan aset sarana prasarana PNPM MPd khususnya air bersih. Alat analisis Analytic Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk mencapai tujuan utama diatas. Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode dalam pemilihan alternatif dengan melakukan penilaian komparatif berpasangan yang digunakan untuk mengembangkan prioritas-prioritas secara keseluruhan berdasarkan rangking. Metode yang digunakan berdasarkan proses AHP, disusun sesuai dengan sifat-sifat rasional untuk menyeleksi yang terbaik dari sejumlah alternatif dan dievaluasi dengan memperhatikan beberapa kriteria (Saaty, 1993:100). Pembobotan masing-masing kriteria dan alternatif berdasarkan isian dari kuesioner yang diisi oleh responden yang terlibat di dalam pemeliharaan aset sarana prasarana air bersih PNPM MPd Kecamatan Cangkringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan duabelas kriteria yang berpengaruh pada pemeliharaan aset sarana prasarana air bersih PNPM MPd Kecamatan Cangkringan dengan pembobotannya, serta dihasilkan urutan prioritas alternatif jenis pemeliharaannya yaitu pemeliharaan rutin dengan bobot sebesar 0,408, pemeliharaan insidentil dengan bobot sebesar 0,258, pemeliharaan sesudah rusak dengan bobot sebesar 0,217, dan pemeliharaan ulang dengan bobot sebesar 0,147. Penelitian ini juga melakukan perhitungan TOPSIS dan VIKOR untuk dibandingkan dengan hasil dari AHP. Hasil AHP diuji konsistensinya dan dilakukan pengujian dengan analisis sensitivitas.

National Program For Community Empowerment In Rural Area in Cangkringan until 2014 had completed some basic infrastructure facilities for the community including the clean water infrastructure. Clean water infrastructure have possibility limited utilization (less than echonomic lifes). This is caused by no standard rules on asset maintenance management of infrastructure, especially clean water infrastructure. The communities only use clean water infrastructure until echonomic lifes is running out without effective maintenance. This researchs goal aim analyze the factors that affect the maintenance of clean water infrastructure assets National Program For Community Empowerment In Rural Area in Cangkringan then determine the priority in asset maintenance management of clean water infrastructure. This researchs used mixed research method that uses qualitative and quantitative data. To obtain the criteria and alternatives maintenance asset based of clean water infrastructure is the Focus Group Discussion (FGD) and interviews with participants who are expert in maintenance of infrastructure assets National Program For Community Empowerment In Rural Area. Analytic Hierarchy Process (AHP) as an analysis method was applied to achieve this objective. It was a method that functioned to develop priorities entirely based on the ranking. The method was applied through AHP, it was arranged as regard to rational attributes in order to select the best one from some alternatives and to evaluate toward some criteria (Saaty, 1993:100). Weighting of each criteria and alternatives based on the contents of the questionnaires filled out by the respondents that involved in the maintenance of water infrastructure assets National Program For Community Empowerment In Rural Area in Cangkringan. The researchs found 12 criteria that affect the maintenance of water infrastructure assets with weighting, and the resulting order of priority alternative type of maintenance is routine maintenance with weight of 0.408, incidental maintenance with weight 0.258, Breakdown maintenance with weight 0.217, and corrective maintenance with weight 0.147. This study also perform calculations of TOPSIS and VIKOR that use to be compared with the results of the AHP. Results AHP tested for consistency and testing with sensitivity analysis.

Kata Kunci : AHP, analytic hierarchy process, focus group discussion, mixed research method, FGD, assets maintenance management, National Program For Community Empowerment In Rural Area, sensitivity analysis, TOPSIS, VIKOR.