EVALUASI DAN STRATEGI PENINGKATAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA STUDI PADA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
MADYANINGSIH, Prof. Slamet PH., MA., M.Ed., MA., MLHR., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 AkuntansiSejak tahun 2012 realisasi penyerapan anggaran belanja pemerintah pusat relatif berfluktuasi, antara 95% hingga 97,3% yang seluruhnya baru tercapai ketika mendekati akhir tahun. Terkait dengan penyerapan anggaran tersebut, ada permasalahan yang mengakibatkan rendahnya penyerapan belanja kementerian/lembaga yang salah satunya bersumber dari proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Terhambatnya proses pengadaan barang/jasa akan menghambat serapan anggaran pemerintah. Proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa kerap memunculkan sejumlah masalah, diantaranya adalah masalah gagal lelang dan wanprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menemukan strategi peningkatan pelaksanaan kegiatan pengadaaan barang/jasa di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian adalah penelitian evaluasi dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Objek penelitian adalah Unit Layanan Pengadaan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah melaksanakan proses pengadaan barang/jasa pada tahun 2013. Narasumber/informan penelitian adalah pegawai/pejabat yang memiliki kompetensi dan menangani secara langsung kegiatan pengadaan barang/jasa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kegiatan pengadaan barang/jasa di ULP Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta sudah berjalan baik namun pelaksanaannya belum optimal atau belum sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Hal ini dibuktikan dengan adanya informasi permasalahan gagal lelang dan wanprestasi. Masalah gagal lelang disebabkan oleh ketidaktertarikan penyedia akan paket pekerjaan yang dilelang, naiknya kurs dolar, dan syarat yang terlalu rumit, sedangkan wanprestasi disebabkan oleh kurang maksimalnya tim pengadaan dalam memilih Penyedia Barang/Jasa. Strategi untuk peningkatan pelaksanaan kegiatan barang/jasa dimulai dari perencanaan kegiatan dan juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Since the year 2012 the realization of the budget absorption of central government expenditure relative fluctuated between 95% to 97.3% which is achieved near the end of the year. Associated with the absorption of the budget, there are problems which result in low absorption of spending ministries/agencies, one of which comes from the process of procurement of goods/services. Delays in the procurement of goods/services will inhibit the absorption of the government budget. The process of the procurement of goods/services often raises a number of issues, including the issue failed auctions and miss-achievement. This research aims to evaluate and find a strategy to improve the implementation of activities in procurement at Yogyakarta Provincial Office of The Ministry of Law and Human Rights. This type of research is the research evaluation using qualitative methods with case study approach. The object of research is the Procurement Services Unit (ULP) at Yogyakarta Provincial Office of The Ministry of Law and Human Rights, which has been carrying out the process of procurement of goods/services in 2013. Sources/informant research are employees/officials who have the competence and handle direct procurement of goods/services. The results showed that the overall procurement of goods/services in ULP of Yogyakarta Provincial Office of The Ministry of Law and Human Rights has been running well, but the implementation is not optimal, or not in accordance with the objectives to be achieved. This is evidenced by the failed auction information and the miss-achievement problems. Failed auction problems caused by a disinterest suppliers who didn't interested in the auctioned packages, the rising dollar exchange rate, and terms that are too complicated, while the miss-achievement is caused by a lack of maximum procurement team in selecting the supplier. Strategies to improve the implementation of procurement are started from the planning activities and also to improve the quality of human resources.
Kata Kunci : penyerapan anggaran, evaluasi, gagal lelang, wanprestasi, strategi