Pengaruh Konflik Pekerjaan-Keluarga pada Keinginan Berpindah dengan Dukungan Organisasional Persepsian sebagai Pemoderasi: Studi pada Karyawan PT. Bank X Cabang Surakarta, Jawa Tengah
LUCYANA WIRATI, Djamaludin Ancok, Prof., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik pekerjaan-keluarga pada keinginan berpindah dengan dukungan organisasional sebagai pemoderasi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah (1) kehidupan pekerjaan yang mengganggu keluarga (work interfering family) berpengaruh positif pada keinginan berpindah, (2) kehidupan keluarga yang mengganggu pekerjaan (family interfering work) berpengaruh positif pada keinginan berpindah, dan (3) dukungan organisasional persepsian memoderasi hubungan konflik pekerjaan-keluarga dan keinginan berpindah. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria karyawan operasional PT. Bank X yang sudah menikah. Responden yang memenuhi kriteria tersebut berjumlah 48 orang. Penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan berganda untuk menguji pengaruh konflik pekerjaan-keluarga terhadap keinginan berpindah dan dukungan organisasional persepsian sebagai variabel pemoderasi dalam hubungan konflik pekerjaan-keluarga dan keinginan berpindah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan baik dari kehidupan pekerjaan yang mengganggu keluarga (work interfering family) maupun kehidupan keluarga yang mengganggu pekerjaan (family interfering work) pada keinginan berpindah dan dukungan organisasional persepsian tidak terbukti menjadi variabel pemoderasi dalam hubungan antara konflik pekerjaan-keluarga dan keinginan berpindah.
The objective of this study is to analize the influence of work-family conflict to turnover intentions with perceived organizational support as pemoderasi. The hypoteses in this study are (1) work interfering family will positively affect turnover intentions, (2) family interfering work will positively affect turnover intentions, and (3) perceived organizational support will moderate the correlation between work-family conflict and turnover intentions. The sampling method uses purposive sampling method with criteria such as operational employees of PT. Bank X who are married. Total respondents in this study are 48 married employees. This study uses simple and multiple regression analysis to examine the effect of work-family conflict to turnover intentions and perceived organizational support as a moderating variable in correlation of work-family conflict and turnover intentions. The result of this study showed that there is a positive and significant effect on both work interfering family on turnover intentions with confidence level of 95% (sig = 0.000), family interfering work on turnover intentions with confidence level of 95% (sig = 0.004), and perceived organizational support is not proven as a moderating variable in correlation between work-family conflict and turnover intentions with confidence level of 95% (sig = 0.365 & 0.048).
Kata Kunci : konflik pekerjaan-keluarga, work interfering family, family interfering work, dukungan organisasional persepsian, keinginan berpindah, karyawan bank