PENGARUH PENYULUHAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PADA IBU DAN ANAK TERHADAP STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA TAMAN KANAK-KANAK (Kajian Pada Siswa Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul)
USWATUN N A D, drg Sri Widiati, MPH; Dr. drg Al. Supartinah S, SU, Sp KGA (K)
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran GigiLatar Belakang:Penyebab karies pada anak salah satunya karena tingginya konsumsi makanan kariogenik. Pencegahan karies pada anak prasekolah dipengaruhi oleh peran ibu.Kenyataannya masih banyak ibu yang tidak memiliki cukup perhatian dalam memelihara gigi anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan konsumsi makanan kariogenik pada ibu dan anak terhadap status kesehatan gigi dan mulut anak Taman Kanak-kanak di Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu dengan rancangan Two Group Pre-Test Post-Test Design. Sampel penelitian adalah 136 pasangan ibu dan anak dari 3 Taman Kanak-kanak di wilayah Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Kelompok I sebanyak 68 pasang Ibu dan Anak serta kelompok II sebanyak 68 anak. Pengambilan sampel dengan teknik cluster sampling. Dilakukan penelitian tentang pengaruh penyuluhan pengaturan konsumsi makanan kariogenik pada pengetahuan anak, pengetahuan ibu, kecenderungan perilaku ibu, dan status kesehatan gigi dan mulut anak. Data pengetahuan anak, pengetahuan dan kecenderungan perilaku ibu diukur dengan kuesioner. Status kesehatan gigi anak diukur dengan indeks kebersihan gigi dan mulut dengan PHP-M dan indeks keparahan karies dengan CIS. Analisis data dengan paired t-test dan independent t-test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dengan paired t-test dan independent t-test menunjukkan bahwa penyuluhan pada kelompok I lebih meningkatkan tingkat pengetahuan anak daripada kelompok II dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Penyuluhan pada kelompok I lebih meningkatkan tingkat pengetahuan ibu daripada kelompok II dengan nilai p=0,010 (p<0,05). Penyuluhan pada kelompok I lebih meningkatkan kecenderungan perilaku ibu daripada kelompok II dengan nilai p=0,022 (p<0,05). Penyuluhan pada kelompok I tidak lebih menurunkan akumulasi plak daripada kelompok II dengan nilai p=0,208 (p>0,05). Penyuluhan pada kelompok I dan kelompok II meningkatkan keparahan karies gigi dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Penyuluhan pada kelompok ibu dan anak lebih meningkatkan pengetahuan anak,pengetahuan ibu, dan kecenderungan perilaku ibu daripada kelompok anak. Penyuluhan kelompok ibu dan anak serta kelompok anak tidak meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut.
Background: One of causes of caries in children is high consumption of cariogenic foods. Prevention of caries in preschool children is influenced by role of mothers. In reality lots of mothers do not pay much attention in maintaining the children teeth. Objective: The study aimed to find out the effect of socializtion on cariogenic food consumption in mothers and children to dental and oral health status of children at kindergartens at Subdisctrict of Kasihan District of Bantul. Method: The study was a quasi experiment with Two Group Pre-Test Post-Test Design. Samples were determined through cluster sampling technique, comprising as many as 136 pairs of mothers and children in three kindergartens at the area of Subdistrict of Kasihan, District of Bantul. There were 2 groups each consisted of 68 pairs of mothers and children. The study was focused on the effect of socialization on the management of cariogenic food consumption to knowledge of children, knowledge of mothers, mothers behavioral tendencies and dental and oral health status of children. Data of knowledge of children, knowledge of mothers and mothers behavioral tendencies were assessed using questionnaire. Dental health status of the children was assessed using PHP-M as oral hygiene index and CIS as caries severity index and analyzed using paired t-test and independent t-test. Result: The result of paired t-test and independent t-test showed that socialization in group I had greater effect on knowledge of children than that of in group II p=0,000 (p<0,05). Socialization in group I had greater effect on knowledge of mothers than that of in group II p=0,010 (p<0,05). Socialization in group I had greater effect on mothers behavioral tendencies than that of in group II p=0,022 (p<0,05). Socialization in group I did not minimize plaque as much as that of in group II p=0,208 (p>0,05). Socialization in group I and group II did not affect severity of dental caries p=0,000 (p<0,05). Conclusion: Socialization in group of mothers and children increased knowledge of children, knowledge of mothers, behavioral tendencies of mothers than in group of children. Socialization in group of mothers and children and group of children did not improve dental and oral health status (oral hygiene and severity of dental caries).
Kata Kunci : Penyuluhan, makanan kariogenik, ibu-anak prasekolah, status kesehatan gigi