MENGHITUNG KEBUTUHAN PETUGAS KODING BPJS DI INSTALASI REKAM MEDIS BERDASARKAN BEBAN KERJA DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2015
JULIANA, Ery Rustiyanto, M. Kes
2015 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS SVLatar Belakang: Sebagai salah satu intitusi yang melayani kesehatan masyarakat, rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Agar pelayanan yang diberikan bisa maksimal, maka sangat diperlukan perencanaan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan beban kerja yang ada. Sejak berlakunya sistem BPJS, menuntut petugas koding untuk melakukan pengkodean secara tepat waktu. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, petugas koding BPJS yang ada berjumlah 5 orang. Namun pada bulan maret 2015 akan ada pemindahan 2 petugas koding BPJS ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta unit II. Padahal dengan petugas koding BPJS yang berjumlah 5 orang saja, mereka harus lembur untuk menyelesaikan tugas tersebut apalagi jika petugas koding BPJS-nya hanya 3 orang. Keputusan pemindahan ini tentu akan menyebabkan tenaga kerja berkurang dan beban kerjanya akan semakin meningkat. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi perubahan beban kerja petugas koding BPJS ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana beban kerja dan kebutuhan petugas koding BPJS di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan menggunakan metode WISN (Workload Indicator Staff Need). Tujuan: Mengetahui gambaran jumlah kebutuhan petugas koding BPJS di Instalasi Rekam Medis berdasarkan analisis beban kerja di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan studi observasi dan wawancara. Validasi data menggunakan triangulasi sumber. Pengambilan sampel subjek dan objek menggunakan teknik Sampling Jenuh. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil Penelitian: Belum ada Standar Prosedur Operasional (SPO) yang mengatur tentang petugas koding BPJS, berdasarkan hasil perhitungan dengan metode WISN dapat diketahui bahwa waktu kerja tersedia dalam satu tahun adalah 1967 jam/tahun (118020 menit/tahun); standar beban kerja dalam satu tahun untuk petugas koding BPJS rawat inap yaitu 8139.31 sedangkan rawat jalan yaitu 23370.3; standar kelonggaran dalam satu tahun adalah 0.608; jumlah petugas koding BPJS yang dibutuhkan untuk tahun 2015 adalah 3.728 orang atau bisa dibulatkan menjadi 4 orang, sehingga perlu ada penambahan 1 orang petugas koding BPJS di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Background: As one of the institutions that serve public health, hospitals must be able to provide a quality service in order to improve the quality of health services. For services provided to the maximum, it is necessary workforce planning needs in accordance with the existing workload. Since the enactment of BPJS systems, coding clerk demanded to perform encoding in a timely manner. Based on the results of preliminary studies at PKU Muhammadiyah Hospital in Yogyakarta, existing BPJS coding officers consist of 5 people. However, in March 2015 there will be a transfer of two BPJS coding officers to PKU Muhammadiyah Hospital in Yogyakarta unit II. The rest officers will get the more overtime work because actually the 5 BPJS coding officers usually get the overtime work. The removal decision will certainly lead to reduced labor and workload will increase. Therefore, in order to anticipate changes in the workload of BPJS coding officers, the researchers wanted to know how the workload and the need for BPJS coding officers at PKU Muhammadiyah Hospital in Yogyakarta by using WISN (Workload Indicator Staff Need) method. Aim: To recognize the needs of BPJS coding officers in Medical Record based on the analysis of workload in PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. Research Methodology: This is descriptive research by using qualitative approach. Observation and interview are used in collecting data. Data validation is using Triangulation source. Sampling of subject and object saturated sampling technique. This research is doing is Medical Record Instalation in PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. The Result of the Research: There are no Standard Operating Procedures (SOP) which regulates the BPJS coding officer, based on calculations by WISN method can be seen that the working time available in a year is 1.967 hours / year (118.020 minutes / year); workload standard in one year for BPJS inpatient coding clerk is 8.139.31 while outpatient namely 23.370.3; standard allowances in one year was 0.608; the number of BPJS coding officers required for 2015 is 3,728 people or be rounded up to 4 people, so it needs no additional 1 BPJS coding officers in PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital.
Kata Kunci : Rekam Medis, Kebutuhan Petugas, Petugas Koding BPJS, Beban Kerja.