Laporkan Masalah

Kuasa Berlapis di Dalam Pertukaran Sumber Daya: Studi Kasus tentang Karakter Patronase di Alun-Alun Kidul Yogyakarta

ERISANDI ARDITAMA, Nur Azizah, S.I.P., M.Sc.

2015 | Tesis | S2 Politik dan Pemerintahan

Penelitian ini mendiskusikan tentang bagaimana karakter patronase yang menguasai Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Penelitian ini penting untuk dilakukan, sebab, kajian yang melihat betapa praktek patronase terintegrasi ke dalam tata nilai kultural lokal masih terbatas. Kajian patronase selama ini masih berpijak pada dua topik bahasan utama: apakah patronase telah terjadi dan bagaimana terjadinya patronase itu sendiri. Oleh sebab itu, pada perkembangannya, kajian patronase perlu menyeksamai faktor pra-kondisi secara lebih dalam sebagai ruang bagi kelahiran, pertumbuhan, dan perkembangan patronase itu sendiri. Sehingga, karakter patronase yang terjadi dapat dipahami secara lebih kontekstual dan memudahkan upaya menjelaskan ragam relasi kuasa di antara ragam aktor di dalamnya. Untuk mendiskusikan karakter patronase yang dikunci oleh tata nilai lokal tersebut, rumusan masalah yang diajukan di dalam penelitian ini adalah: bagaimana karakter patronase yang menguasai Alun-Alun Kidul Yogyakarta? Penelitian ini menggunakan gagasan Eisendstadt sebagai pisau analisa untuk menganalisis bagaimana relasi kuasa terjadi di dalam praktek patronase. Gagasannya mengenai pertukaran sumber daya yang digeneralisir membantu penelitian untuk menemukan dan merumuskan kekhasan karakter patronase yang terintegrasi ke dalam tata nilai budaya Jawa. Penelitian ini ditutup dengan kesimpulan penelitian yang menawarkan perspektif berbeda dalam melihat patronase dan berpendapat bahwa praktek patronase perlu dikaji secara lebih luas dari sisi relasi antara patronase dengan kelahiran dan perkembangan rezim lokal. Gagasan ini ditawarkan untuk mengkerangkai kompleksitas relasi di antara aktor dengan kepentingan yang berbeda-beda; termasuk kecenderungan para patron dan klien untuk melestarikan praktek patronase itu sendiri. Penelitian di Alun-Alun Kidul menemukan karakter patronase yang khas, yakni, patronase dengan model piramida kuasa. Piramida kuasa ini dibangun dari tiga lapis relasi kuasa di dalamnya. Lapis pertama sekaligus lapisan dasar merupakan relasi kuasa di antara pemilik sumber daya dan pekerja. Relasi patronase mengkerangkai relasi di dalamnya selama terdapat sumber daya yang dipertukarkan secara langsung. Sehingga, patronase banyak ditemukan di antara pemilik sepeda hias, pelaku usaha kuliner, penguasa lahan parkir, dengan para pekerjanya. Lapis kedua merupakan relasi kuasa di antara anggota paguyuban dengan Paparasi sebagai organisasi yang memayungi semua pelaku usaha di Alun-Alun Kidul. Patronase tidak ditemukan di dalam lapisan ini, sebab, tidak ada pertukaran sumber daya yang saling mengikat dan menguntungkan. Ketaatan pada organisasi sekedar untuk mematuhi kehendak kraton. Lapis terakhir merupakan lapisan puncak piramida kuasa. Institusi kraton menempati lapisan puncak sebagai patron utama yang mengayomi dan ditaati oleh semua aktor yang ada. Posisi Alun-Alun Kidul menjadi sumber daya yang dipertukarkan oleh kraton. Dengan sistem palilah, kraton meneguhkan pengaruhnya atas Alun-Alun Kidul, termasuk pengaruhnya terhadap pemerintah Kota Yogyakarta dan pihak swasta.

This study discusses how the character of patronage which fully controls over Alun-Alun Kidul Yogyakarta. This research is important to do, because, studies that look at how patronage practice that are integrated into the local cultural value system is still restricted. So far, study on patronage still remains on two main discussion topics: whether patronage has happened and how the patronage itself. Thus, along the development, the study of patronage is necessary to consider pre-condition factors deeper as the space for the emergence, growth, and development of patronage itself. Therefore, the character of patronage that happens can be understood more contextual and facilitate efforts to explain the variance in the power relations between diverse actors within it. To discuss patronage characteristics locked by local value system, research question posed in this study is: how the character of patronage which fully controls over Alun-alun Kidul Yogyakarta? This study uses Eisendstadt notion as an analistic tool to analyze how power relation occurs in patronage practice. His notion on generalized resource exchange helps research to find and formulate distinctiveness of patronage characteristics that is integrated into Java cultural value. This study was closed by a conclusion that offers a different perspective of looking at patronage and argues that patronage practice needs to be studied more widely from relation perspective between patronage with the emergence and development of the local regime. This idea is offered to frame complexity of relations between actors with different interests; including the tendency of patron and client to preserve the patronage practice itself. Research at Alun-Alun Kidul has found distinctive patronage characters, namely, patronage with the power pyramid model. The power pyramid is built by three layers of power relations within it. The first layer as basic layer at the same time is power relation between resource owners and workers. Patronage relations frame relations within it as long as there is a resource exchanged directly. Thus, many patronages found among ornamental bike owners, culinary businesses, parking lots ruler, with the workers. The second layer is the power relation between association members with Paparasi as an organization which manages all businesses in Alun-Alun Kidul. Patronage is not found in this layer, because, there is no resource exchange and mutual benefit binding each other. Adherence to the organization is just to obey the will of Palace. The last one is the top layer of power pyramid. Palace institution occupies the top layer as the main patron nurturing and being adhered to by all actors. Alun-Alun Kidul is a resource that is exchanged by the Palace. With palilah system, Palace affirms its influence over Alun-Alun Kidul, including the effects on Yogyakarta government and the private sector.

Kata Kunci : patronase, piramida kuasa, rezim lokal

  1. S2-2015-339558-abstract.pdf  
  2. S2-2015-339558-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-339558-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-339558-title.pdf