Laporkan Masalah

Peran Pemeriksaan PCR Dalam Menganalisis Monoklonalitas Limfoma Non Hodgkin Sel B Tipe Sel Kecil

ESTER LIANAWATI ANTORO, dr. Harijadi, Sp.PA(K); dr. Harijadi, Sp.PA(K)

2015 | Tesis | SP ILMU PATOLOGI ANATOMI

Latar Belakang: Limfoma non Hodgkin sel B merupakan tumor ganas limfoid yang paling sering terjadi. Secara mikroskopik dengan pengecatan rutin HematoksilinEosin (HE) tipe sel kecil merupakan tipe yang paling sulit dibedakan dari proses reaktif non limfoma, sekalipun oleh spesialis patologi. Kesulitan penegakkan diagnosis kasus-kasus tersebut terutama disebabkan kemiripan gambaran histopatologis. Hal tersebut dapat menimbulkan perbedaan antara spesialis patologi dalam menetapkan diagnosis berdasarkan gambaran morfologi saja. Sehingga diperlukan pemeriksaan tambahan, seperti imunohistokimia (IHK)CD20, CD3 dan BCL2. Namun, pemeriksaan ini terkadang memberikan hasil negatif atau meragukan akibat perlakuan jaringan, blok parafin, maupun teknik IHK yang kurang optimal. Pemeriksaan molekular dengan teknik PCR merupakan pemeriksaan yang sangat sensitif dan spesifik. Deteksi klonalitas rearrangement gen immunoglobulin rantai berat dengan teknik PCR telah banyak digunakan sebagai alat diagnosis limfoma sel B. Di RS Dr Sardjito teknik ini belum pernah dilakukan, sehingga belum ada data tentang peran PCR dalam membantu menegakkan diagnosis limfoma sel B. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian antar spesialis patologi dalam mendiagnosis limfoma sel B tipe sel kecil berdasarkan interpretasi morfologi dengan pengecatan hematoksilin eosin dan mengetahui sensitivitas PCR dalam membantu menegakkan diagnosis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus menggunakan rancangan deskriptif analitik. Subjek penelitian adalah 3 spesialis patologi FK UGM, 28 preparat dan blok parafin kasus-kasus limfoma non Hodgkin tipe sel kecil dan suspicious limfoma. Preparat diinterpretasi sebagai limfoma dan non limfoma, reliabilitas inter-observer agreement dianalisis menggunakan Fleiss kappa statistic. Hasil interpretasi dikonfirmasi dengan pengecatan CD20, CD3 dan BCL2, selanjutnya dilakukan analisa klonalitas rearrangement gen immunoglobulin rantai berat pada DNA yang telah diekstrasi dari blok parafin dengan metode semi-nested PCR. Hasil: Interpretasi morfologi pengecatan HE sediaan limfoma sel B non Hodgkin tipe sel kecil dan suspicious limfoma mencapai nilai inter-observer agreement = 0,69. Diagnosis berdasarkan pemeriksaan HE dan IHK (CD20, CD3, BCL2) didapatkan 20 kasus limfoma (kelompok 1), 5 kasus hiperplasia non limfoma (kelompok II), 3 kasus inkonklusif (kelompok III). Pemeriksaan klonalitas dengan teknik semi-nested PCR menggunakan 2 primer yang mengamplifikasi region Framework 2 dan Framework 3 menunjukan sensitivitas sebesar 90% dan spesifisitas sebesar 60%.Simpulan: Inter-observer agreement antar spesialis patologis dalam mendiagnosis limfoma sel B non Hodgkin mencapai kategori substantial agreement. Pada kasuskasus sulit,PCR dapat digunakan sebagai pemeriksaan tambahan untuk menegakkan diagnosis.

Background: Small B-cell non-Hodgkin lymphoma (NHL)is difficult to be distinguished from non-neoplastic reactive process by using conventional Haematoxylin-Eosin (HE) staining due to different interpretation among pathologists to diagnose based on morphologic features. Ancillary examination such as immunohistochemical (IHC)staining is essential to be conducted. However, negative or doubtful result is sometimes obtained due to unsatisfying tissue processing or IHC technique. Polymerase Chain Reaction (PCR) as molecular diagnostic technique is very sensitive and specific. Clonality detection of heavy chain immunoglobulin (IgH)gene rearrangement has been widely used to establish diagnosis of B-cell NHL. Aims: To elaborate interobserver variation in small B-cell NHL diagnosis based on morphologic features only and to confirm sensitivity and specificity of PCR technique as an ancillary method. Materials and Methods: The 28 samples of small B cell NHL and suspicious lymphoma were interpreted by 3 pathologists in Sardjito General Hospital based on their morphology only. The reliability of assessment and the coefficient of interobserver agreement were calculated by Fleiss kappa statistic. Interpretation results were confirmed with IHC staining (CD20, CD3, Bcl2). PCR was performed to analyze the clonality of IgH gene rearrangement. Results: Interobserver agreement in morphologic evalution of small B cell NHL and chronic lymphadenitis revealed kappa coefficient 0,69 included in substantial agreement category. The cases were divided into 3 groups based on morphology and IHC result; lymphoma, reactive process and undetermined group. PCR analysis showed 90% sensitivity and 60% specificity. Conclusions: The present study reveals a substantial agreement among pathologists on small B-cell NHL diagnosis. On difficult cases, PCR is useful as complementary method for morphologic and IHC examinations to establish definitive diagnosis.

Kata Kunci : Small B-cell Non-Hodgkin Lymphoma, Immunohistochemistry, heavy chain immunoglobulin gene rearrangement, PCR


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.