Potensi retribusi pasar di Kabupaten Pesisir Selatan 2002
HERMAN, Dr. Soeratno, MEc
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPemkrlakuan Undang-LJndang No. 22 tahiin 1999 Icntang Perncrinrahan Daerah dttn Undang-Undang No 25 Tahun I999 tentang Periiiibangan Keganyan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, memberikan wewenang kepada daerah untuk mengurus rumahtangganya sendiri secara lebih otonom, rnandiri dan krtanggung jawab. Selsrss dengan itu, Pemerintah Daerah niemerlukan pndanaan yang cenderung tent5 rneningkat setiap tahrmya guna melaksanakan tugasnya. Bekrapa sutnber yang menjztdi andalan penerimaan daerah dari sumber yang berada di daerah sendiri adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdjri dari pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan hasil pngelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain Pendttpatan Asli herah yang sah. Dan ke9mpat kcmpnen Pegdaptan Asli Qaerzh tersehut terryctn kornptlep Rctribcsi Daerah memherikan kontribusi yang terbesar tcrhadap Pendapatan As1i Dacrah (PAD) di Kabupaten Pesisir Selatan. Ketribusi Pasar nierupakan salah satu jenis pungutan retribusi yang pcbtensial d;ut rnemberikan kontribcisi kedia terbesar srtelah Retribusi Pelayanan Kesehatan selama periodc 1986i1987-2001 dibandingkan dengin pungutan retribusi lainnya. Penelitian ini dilaliukan di Kabupaten Pesisir Selatan dengan tiijuan utama adalah untuk mengetahui tingkat perturnbuhan retribusi daerah don retnhusi pssar,kontribusi retribusi pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), efektivitas dan efisiensi pemungutan retribusi p a r , serta menghitung potcnsi retrihusi pasar pada tahun 2002. AIot analisis yang digunakan adalali pertumbuhan, kontri busi,efektivitas, efisiensi dan ptensi. Data yang digunakan adalah data sehmder nintun waktu periode tahun 1984il987-200 1 yang didapatkan dari Kantor Dirias Pendapatan Daerah, Bagim Keuangan, Badan Pusat Statistik, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Bagian Hukum. Selain itu juga diperlukan data primer yang diprolch dari masing-masing p a r di Kabupaten Pesisir Selatan gwa untuk nienghitung potensi pasar. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tingkat pe‘rtumhtlhan retribusi daerah selama priode 198611 987-2001 rerata sebesar 2829 persen, perturnbuhan reti ibusi pasar rerata sebesar 2 2 9 persen, kontribusi retribusi pasar terhadap PAil rerata sebesar 20,M persen, tingkat efektivitas yarig diperoleh selama periode 1 WWlOS7 termasuk kategori efektif yaitu sebesar 99,96 perscn. hasil pcrhitungan cfisicnsi selama periode pengamatan 1986/1987-2001 rerata sebesar 19,98 persen; ha1 ini berarti perbandingan antara biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh sudah elisicn, karma untuk mendapatkan Rpl OO dikeluarkan biaya scbcsar Rpl9,98,dan hasil penghitun-gm potensi retribusi pasar pada tahun 2002 sebesrtr Rp586.78 1 .OOO sementara target yang ditetapkan dalam APBD 2002 sebesar Rp449.120.000 jadi bcrarti target lebih kecil dari potensi atau hanya sebesar 76,54 persen dari potensi.
Thc implenienlaliun of Ntiniber 22 Acr Ycar 1999 abuur Rcgional Governmcn! and Nkiibsr 25 Act Year -1999 about Fiuancial Propchi? between Central Government and Regional Government, make. re.gional government to arrange their region them selves as autonomy and responsible. In accordance nith it. regional government need budgets3 to arrange their region which preference increase every yeais. Several sources of regional incoiiie are Real Regional Income consist of Regional Tax, Regional Retribution, .Regional Firm. Effort and Regiona! Wea!!!i Arraengemenl which separate from lied Regional Inc.o!ne. The fourth colnpnent of Real Regional Income, regional Retribution is the higgcsr give conrribuiivn lo Reai Regional ~ncolne in Pesisir k h a n fkgion. M.urket I-ktribution one of' liegional Rctribution which have potency arid the second pi2c.e which give the biggest contribution is Hcahy Services Rctribution ar. 1986il987-200 1 priod. The main purpose of this research in Pesisir Selatan Kegim is to nmsure the Regional Retribution and Market Retribution growth, the ccmtribution of Market Retribution to Real Regional Income, effectiveness and efticiencf of' Markr! Retribution Collect, and to count the potency of Market Retribution at year 2002. The analysis tools which used are gowih, contrihution, efftctiveness, efficicncy and potemy. The data used in this research are secondary data obtrrined at ? Y86/ 1987- 200 1 period from Regional lnc,ome Institution, Financial Bureau, Central Statistic institution, Regional Developmcnt Plan 1nst.it.ut.ion and 1 .aw Rurcaii, Othcr wise thc analysis used the primary data from Pesisir Selatan liegioii which used to count the market potency. The result of analysis showed. t?mt dcring 1986!'?0 57-200 I period region21 retribution growth 9s 28,29 percent, market retribution growth as 22,54 percent, the contribution or market retribution to Real Regional Income 2O,h3 pcrcenL, effectiveness during 19864 98?-X!OI period 99,96 percent, efficiency during l986/1987-20@1 period 1?,?8 percent, this iiiean the c.&nparation of cost and benefit are efticien, which RplOO benefit used Rp19,98 cosi and thc cotmi ol' Markc! Retribution at 2002 its Rp586.781.000 and fixed target on Regional lnconie and Budget year 2002 as Rp449.12.0.000, it show tha! targef most lower than p~encyo r just 76,54 percent of potency.
Kata Kunci : Retribusi Pasar, Potensi Kabupaten Pesisir Selatan