Minangkabau Dalam Kemoderenan: Kehidupan Sehari-hari di Sumatera Barat 1900-1940-an
YELDA SYAFRINA, Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A.
2015 | Tesis | S2 Ilmu SejarahPenelitian ini merekonstruksi kehidupan sehari-hari Minangkabau dalam kurun waktu 1900-1940-an. Topik ini diambil karena belum ada penelitian tentang Minangkabau yang membahas tentang sejarah kehidupan sehari-hari dan kaitannya dengan proses kemoderenan. Tema ini dianggap relevan untuk menjelaskan proses transformasi Minangkabau ke dalam kehidupan modern. Permasalah utama dalam penelitian ini adalah melihat pengaruh pembaharuan Islam dan modernitas Barat terhadap kehidupan sehari-hari Minangkabau yang hidup di kampung dan perkotaan Sumatera Barat. Guna memperoleh jawaban atas pertanyaan di atas dipakai metode sejarah kritis serta penggunaan sumber primer dan sekunder seperti surat kabar, majalah, autobiografi, arsip, foto, video, dan telaah referensi yang relevan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, pertama, kehidupan sehari-hari Minangkabau diwarnai oleh berbagai aturan yang berlaku dalam adat tradisi Minangkabau yang dalam banyak aspek telah berintegrasi dengan ajaran-ajaran Islam. Kedua, Kemoderenan dalam kehidupan sehari-hari Minangkabau terutama dimaknai dalam empat aspek yaitu, terdidik, rasional, punya standar-standar tinggi dalam kebersihan dan kesehatan, dan berpenampilan sesuai dengan perkembangan zaman. Ketiga, Kehidupan sehari-hari di kampung menunjukkan bahwa, laki-laki mulai terlibat secara aktif dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga untuk menghasilkan uang, hal ini merupakan sebuah gejala perkotaan yang mulai populer di kampung-kampung. Keempat, tuntutan kehidupan sehari-hari yang besar di kampung membuat perempuan dan anak-anak menjadi bagian penting dari proses-proses produksi yang berlangsung di kampung. Sementara itu, di perkotaan perempuan mengalami gejala domestifikasi karena mereka dibentuk untuk menjadi nyonya rumah yang sempurna sebagai citra ideal perempuan modern. Kelima, kehidupan sehari-hari Minangkabau baik di kampung maupun perkotaan di tahun 1900-1940-an, bergerak menuju kepada proses-proses pemakmuran.
This research is about everyday life history of Minangkabau during 1900-1940s. There is has never been a single research which tried to elaborate the daily life of Minangkabau and it relation with modernization in West Sumatera. It is relevant to explain the transformation process of Minangkabau in to the modern world. The main problem of this research is to explain the influence of Islamic modernization and Western modernity to the daily life of the people of Minangkabau who live in Kampong and the city of West Sumatera. This research employs critical history method, primary and secondary sources, such as newspaper, magazine, autobiography, archive, photo, video, and review of relevant references. There are five conclusions in this paper. First, the daily life of Minangkabau was influenced by tradition which in many aspects was already integrated with Islamic rules. Second, Modernity in everyday life in Minangkabau can be seen primarily in four aspects: education, rational thinking, high standard in hygiene and health, and concern with up to date appearance. Third, Everyday life in kampong showed that men actively contribute to household economic activity to earn money for family, this phenomena initially occurred in the city which became popular in kampongs. Fourth, the great demand of everyday needs in kampong made women and children an important part of production processes. While, in the city women experience the domestication process because they tried to make themselves as a perfect housewife, as the ideal image of modern Minangkabau woman. Fifth, the everyday life at kampong at Minangkabau and the city in 1900-1940s move towards the process of prosperity.
Kata Kunci : Minangkabau, pembaharuan Islam, kemoderenan, kehidupan sehari-hari