Laporkan Masalah

PERAN AKTIVISME PEREMPUAN DALAM TRANSFORMASI KONFLIK DI IRLANDIA UTARA (1968-2007)

MELY NOVIRYANI, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, MA.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Konflik Irlandia Utara adalah konflik yang intractable, memakan waktu yang lama, penuh dengan kekerasan, menghasilkan perundingan damai yang berkali-kali dilanggar, dan menelan banyak sekali korban jiwa serta hancurnya kondisi sosial, politik, dan ekonomi masyarakat. Dalam konflik, terutama yang melibatkan banyak kekerasan seperti di Irlandia Utara, perempuan seringkali harus dihadapkan kepada pilihan-pilihan dalam merespon dan terlibat dalam konflik. Salah satu pilihan sulit bagi perempuan adalah ketika keamanan diri dan keluarganya semakin terancam karena laki-laki yang secara tradisional di banyak masyarakat memiliki tanggung jawab untuk melindungi keluarga tidak ada lagi, entah karena tewas dalam konflik, menjadi tawanan politik, atau bahkan tidak lagi sanggup melindungi keluarga karena keterlibatannya dalam konflik dan kekerasan. Perempuan kemudian dihadapkan kepada pilihan untuk menggantikan posisi laki-laki dalam keluarga sekaligus juga dalam masyarakat. Pada banyak kasus, juga di Irlandia Utara, perempuan kemudian memiliki pilihan untuk terlibat langsung dalam konflik kekerasan sebagai belligerent atau memilih berperan melakukan pembangunan masyarakat dengan membangun jaringan dalam rangka memperbaiki kondisi masyarakat tempat mereka tinggal. Kedua peran ini didorong oleh motif untuk mendapatkan kondisi yang lebih baik bagi keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran aktivisme perempuan dalam upaya penyelesaian konlik di Irlandia Utara dengan menggunakan penekatan Transformasi Konflik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konflik di Irlandia Utara, perempuan dengan segala macam bentuk aktivismenya dalam merespon konflik, memiliki peran yang terbatas dalam melakukan transformasi konflik. Peran perempuan masih sangat tergantung pada kehadiran negara yang membuka pintu yang lebih besar bagi kehadiran perempuan dalam proses-proses perudingan yang menentukan nasib dan masa depan Irlandia Utara.

Northern Ireland Conflict is one of perfect examples of intractable conflict, took a long period of time, full of violence, resulted several times of violated peace agreements, thousand of victims, and destroyed economics, social, and political life of the societies. Generally in conflicts involving so many violence as in Northern Ireland, women have to confront with choices in responding and getting involved in the conflict. One of the hardest decisions to make by women in conflicts that their family and their own safety are more jeopardized by the absence of men which traditionally constructed by so many cultures hold the responsibility to protect their families, either because died in the conflict, became a political prisoner, or on their duty as combatants. Women then have to face the fact that they have to replace men in the family as well as in society. I so many cases, including in Northern Ireland, the conflict leave the options for women to directly engage in violent conflict as a belligerent or to get involve in community development by building networks in order to improve the conditions of the communities where they live. This study aims to look at how the role of women's activism in soling the conflict in Northern Ireland using Conflict Transformation approach. The result shows that women in any forms of their activism in responding the conflict, have limited role in transforming it. The role of women is still highly depend on the presence of state that opens the door for greater involvement of women in the negotiations processes that determine the fate and future of Northern Ireland.

Kata Kunci : Transformasi Konflik, Konflik Intractable, Aktivisme Perempuan Dalam Konflik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.