Laporkan Masalah

EFIKASI TERAPI LUMBROKINASE DAN WARFARIN DIBANDINGKAN WARFARIN TUNGGAL TERHADAP RESOLUSI TROMBUS PADA TROMBOSIS VENA DALAM

ANGGIA ENDAH SATUTI, dr. Hariadi Hariawan, SpPD, SpJP(K); dr. Hasanah Mumpuni, SpPD, SpJP(K)

2015 | Tesis | SP KARDIOLOGI DAN KEDOKTERAN VASKULAR

Latar belakang : Trombosis vena dalam adalah kondisi yang menantang bagi klinisi di semua bidang. Ketahanan hidup pada pasien pasca tromboemboli vena sangatlah buruk dan hal ini lebih berat apabila terjadi emboli paru. Penggunaan antikoagulan merupakan terapi utama pada pasien dengan trombosis vena dalam. Namun resolusi trombus dengan penggunaan antikoagulan sangatlah lambat dimana pada 1 tahun terapi antikoagulan, lisis komplit trombus sulit ditemukan. Penggunaan agen trombolisis intravena merupakan salah satu metode yang digunakan untuk lisis trombus dengan hasil yang signifikan. Keterbatasan penggunaan trombolitik intravena adalah resiko perdarahan yang tinggi sehingga indikasi penggunaan agen trombolisis intravena sangat terbatas. Lumbrokinase adalah suatu agen trombolisis oral yang diharapkan dapat memberikan lisis trombus yang signifikan tanpa meningkatkan resiko perdarahan pada pasien dengan trombosis vena dalam. Penelitian ini digunakan untuk membandingkan resolusi trombus pada pasien trombosis vena dalam dengan menambahkan lumbrokinase pada antagonis vitamin K, warfarin sebagai terapi standar. Metode : Uji klinis acak terbuka dilakukan dengan membandingkan kelompok pasien trombosis vena dalam yang menggunakan warfarin tunggal dengan kelompok pasien yang menggunakan lumbrokinase dan warfarin. Terdapat 22 pasien ikut serta dalam penelitian ini yang memenuhi kriteria ekslusi dan inklusi. Pengamatan dilakukan selama 30 hari dan dilakukan evaluasi ultrasonografi doppler vaskular. Uji Chi-Square dilakukan untuk membandingkan dua kategori yaitu perbaikan dan tanpa perubahan sesuai definisi operasional. Hasil : Didapatkan resolusi trombus yang lebih baik pada kelompok terapi warfarin dan lumbrokinase dibandingkan kelompok terapi warfarin tunggal (58,3% vs 30%, p=0,231). Simpulan: Pemberian lumbrokinase dan warfarin pada trombosis vena dalam dapat memberikan perbaikan trombus yang lebih baik dibandingkan terapi standar walaupun tidak didapatkan perbedaan signifikan di antara kedua kelompok terapi.

Background: Deep Vein Thrombosis is a challenging condition for clinician in all speciality. Prognosis after vein thromboembolism is worse and much worse after pulmonary embolism. Anticoagulant is the mainstay therapy for deep vein thrombosis, but there is still slow thrombus resolution even with the use of optimal anticoagulant. The use of intavenous thrombolytic agents is one of the methode to significantly lysis thrombus. Since there is increasing risk of bleeding with the use of the agents, indication is limited. Lumbrokinase is oral thrombolytic that may give significant thrombus lysis without increasing the risk of bleeding for deep vein thrombosis patients. This study was conducted to compare single warfarin therapy with combination of lumbrokinase and warfarin for thrombus resolution in deep vein thrombosis patients. Methode: This study was a randomized open labelled trial comparing deep vein thrombosis patients using single warfarin therapy group to grup using combination lumbrokinase and warfarin. There was 22 patients that meet the inclusion and exclusion criteria. Patients was followed for 30 days and in the end of the trial, evaluation using vascular doppler ultrasonography was done. Chi-square analysis was used to compared the outcome between two therapy groups. Outcome : In this trial, group therapy with added lumbrokinase to warfarin yield better trombus resolution compared to group with single warfarin therapy (58.3% vs 30%, p=0.231). Conclusion : Added therapy with lumbrokinase to warfarin can give better thrombus resolution compared to single warfarin therapy, although there is no significant difference between groups.

Kata Kunci : Deep vein thrombosis, lumbrokinase, warfarin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.