Laporkan Masalah

Evaluasi proses dan alokasi anggaran pengeluaran pemerintah daerah Kabupaten Magetan tahun 2000

PURKAN, Burhanul, Drs. M. Adnan Hadjam, MA

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses penyusunan anggaran dan mengevaluasi besamya alokasi anggaran pengeluaran Pemda Kabupaten Magetan yang digunakan untuk membiayai pelayanan publik dan pelayanan birokrasi tahun anggaran 2000. Data yang diamati adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari BPS, Bagian Keuangan dan lnstansi terkait di Kabupaten Magetan. Alat analisis yang digunakan deskriptif analisis dan Comparative Budget Statement (CBS), balk secara horizontal maupun vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusunan anggaran Kabupaten Magetan pada periode penelitian dilakukan dengan pendekatan top down approach dan bottom up approach. Penyusunan anggaran masih dominan arahan pemerintah di atasnya. Peran DPRD dalam proses penyusunan anggaran belum optimal dan belum terlibat sejak awal. Dari sisi pengalokasian anggaran pengeluaran rutin pemerintah daerah sejumlah Rp75,150 milyar, untuk pelayanan birokrasi sebesar Rp19,627 milyar atau 26,12%, sedangkan untuk pelayanan publik sebesar Rp55,522 milyar atau 73,88%. Anggaran pengeluaran pada unit pelayanan umum daerah Rp47,432 milyar (63,12%) lebih besar dari anggaran pengeluaran pada unit umum pemerintahan Rpl 7,357 milyar (23,10%). Berarti menunjukkan alokasi anggaran pengeluaran pemerintah daerah sudah diarahkan untuk pelayanan publik. Total Realisasi Anggaran belanja daerah tahun 2000 secara horizontal Rp98,569 milyar meningkat secara absolut Rp75,353 milyar atau meningkat secara relatif 325% dengan rasio 4,25. Realisasi Anggaran belanja rutin Rp75,150 secara absolut meningkat Rp64,645 rnilyar atau secara relatif 615% dengan rasio 7,15, sedangkan realistisi anggaran belanja pembangunan Rp23,419 milyar meningkat secara absolut Rpl 0,708 milyar atau secara relatif 84% dengan rasio 1,84. Secara vertikal proporsi'pengeluaran rutin 76,24% dan pengeluaran pembangunan 23,76%.

This research aims to evaluate budget arranging process and to evaluate the extent of Regional Expended allocation of Government of Magetan Regency in year of budget 2000. The data which was observed are primary and secondary data. The data were received from BPS, Finance Department and other Institutions in Magetan Regency. Analysis tools which is used in this research is Analysis Descriptive and Comparative Budget Statement (CBS), vertically or horizontally. Result of this research points out that Budget Arranging Process at Lampung Province in research period is done by top down approach and bottom up approach. Budgeting Arranging still base on direction from the top government. DPRD role in budget arranging is not optimally and it is not participate from the beginning. From allocation side of regional government, the routine expenditure count for Rp75,150 billion, for bureaucracy service count for Rp19.627 billion or 26.12%, while for public service count for Rp55.522 billion or 73.88%. Expenditure Budget in public service unit of the region is Rp47.432 billion (63.12%) more than expenditure budget at government unit Rp17.357 billion (23,10%). It points out that allocation of regional government expenditure has lead to public service. Horizontally, total of Budget Realization of the region in 2000 is Rp98.569 billion, increasing absolutely Rp75.353 billion or increase relatively 325% with its ratio 4.25. Realization of Routine Expenditure Budget Rp75,150 billion increasing absolutely' Rp64,645 billion or 615% with ratio 7.15, relatively, while, realization of development budget expenditure Rp23.419 billion, increase absolutely Rp10.708 billion or relatively, 84% with ratio 1.84. Vertically, routine expenditure proportion 76.24% and development expenditure 23.76%.

Kata Kunci : Anggaran Belanja Daerah, Proses dan Alukaso, Kabupaten Magetan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.