Laporkan Masalah

PENINGKATAN KEMUDAHAN DALAM PENCAPAIAN TEMPAT DI KAWASAN WISATA KOTAGEDE DITINJAU DARI ELEMEN-ELEMEN PENDUKUNG SISTEM WAYFINDING

LINTANG AYOMI S, M. Sani Roychansyah, ST., M.Eng., D.Eng; Ir. Slamet Sudibyo, MT.

2015 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Yogyakarta sebagai kota pariwisata memiliki banyak potensi objek wisata, salah satunya adalah wisata heritage yang terkait dengan keistimewaan Yogyakarta, yaitu kawasan Kotagede. Kotagede merupakan salah satu dari lima kawasan yang menjadi sasaran program "Jogja Heritage City". Pada tahun 2009, sudah terdapat wacana penataan Kotagede, namun hingga saat ini banyak agenda revitalisasi yang belum tersentuh. Penataan Kotagede saat ini belum terkonsep dan belum adanya penanda Bangunan Cagar Budaya maupun jalur khusus wisatawan yang menunjukkan letak bangunan heritage. Selain itu, banyaknya akses masuk ke kawasan Kotagede dapat menimbulkan kebingungan bagi wisatawan untuk mencapai kawasan tersebut. Terlebih lagi, objek-objek yang berpotensi menjadi objek wisata ini tidak hanya terletak pada jalur sirkulasi utama, tetapi juga dalam blok-blok kawasan. Untuk itu diperlukan elemen-elemen pendukung yang dapat membantu pengunjung untuk mengetahui dan mencapai potensi-potensi objek wisata tersebut, baik potensi objek wisata pada jalur sirkulasi utama maupun di dalam blok kawasan. Penelitian ini dibagi menjadi dua objek tujuan wisata yaitu wayside yang berada pada tepi jalan utama dan juga objek wisata block yang berada di dalam blok-blok kawasan. Penelitian bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam menemukan arah bagi wisatawan dalam menemukan objek wisata di Kotagede. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan kejelasan objek wisata wayside maupun block kawasan terkait dengan cara wisatawan dalam menemukan objek wisata tersebut (wayfinding) serta meningkatkan kualitas elemen-elemen yang mempengaruhi wisatawan dalam menemukan arah menuju objek wisata tujuan di Kotagede. Penelitian ini menggunakan teori utama yang mengkaji tentang wayfinding. Pada kajian ini menjelaskan mengenai wayfinding mulai dari pengertian, proses, serta pendukung sistem wayfinding. Pada teori pendukung menjelaskan mengenai heritage tourism. Pada bagian ini menjelaskan lima prinsip kesuksesan dan keberlanjutan wisata heritage, serta beberapa cara untuk mengembangkan kawasan heritage yang menarik bagi pengunjung. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode rasionalistik kualitatif. Untuk metode survey terdiri dari pengumpulan data yang dibagi menjadi tahap persiapan dan tahap pelaksanaan penelitian. Pada tahap persiapan dilakukan wawancara dan kuisioner terhadap 75 orang pengunjung pada sepuluh titik objek amatan, yaitu masing-masing sepuluh orang pada objek Omah Dhuwur, Prayadranan, Pasar Kotagede, Kompleks Masjid Gede, dan Coklat Monggo dan masing-masing lima orang pada objek Between Two Gates, Makam Hasta Rengga, Watu Gilang, Omah UGM dan Langgar Dhuwur. Kemudian pada tahap analisis data dilakukan evaluasi, verifikasi dan pembuatan sintesa berdasarkan data yang dikumpulkan. Hasil analisis berupa kesimpulan mengenai kejelasan objek wisata terkait dengan cara dalam menemukan objek wisata di Kotagede serta elemen-elemen yang mempengaruhi dalam menemukan arah menuju objek wisata di Kotagede. Dari dua bagian tersebut dapat diketahui elemen prioritas yang menjadi saran dari penelitian ini.

Yogyakarta as a tourism city has a lot of potential tourism attractions, which is associated with heritage tourism privilege of Yogyakarta, namely the Kotagede. Kotagede is one of the five areas were targeted as "Jogja Heritage City". In 2009, were already structured discourse Kotagede, but until now many untapped revitalization agenda. Urban planning at Kotagede is not currently conceptualized and lack markers of Heritage Buildings and tourists that indicates where the heritage building is. Besides, numbers of access into Kotagede area potentially cause confusion for tourists in reaching the region. Moreover, objects which potentially become tourism object not only in the main circulations, but also in regional blocks. Thus, required elements that support the tourists to know and reach the tourism object in the main circulations and in regional blocks. This research divided into two objects destination; wayside tourism destination located on the side of the main road and block tourism objects that are within the blocks of the area. The research aims to provide ease in finding directions for tourists in finding tourism object at Kotagede. This can be achieved by improving the intelligibility of tourism object at wayside or block in associated with the ability of the tourist to reach a destination (wayfinding) and to improve the quality of the elements that affect tourists in finding direction to tourism object destination at Kotagede. This research applies main theory of wayfinding. This theory explains about the meaning of wayfinding, process and wayfinding support system. The second one is support theory about heritage tourism. This theory explains the five principle of successful and the continuous of heritage tourism and some way to developing heritage area that attractive to tourists. For the analysis, this research applies qualitative rationalistic method. The survey method consists of data collection that divided into preparation phase and implementation phase. In preparation phase, the writer interviewed and collect questionnaire from 75 respondents in 10 objects tourism that divided into each ten respondents for Omah Dhuwur, Prayadranan, Kotagede Market, Masjid Gede Complex Area, and Coklat Monggo and each five respondents for Between Two Gates, Hasta Rengga, Watu Gilang, Omah UGM and Langgar Dhuwur. In analysis phase, the writer evaluate, verify, and syntheses the data that already collected. The analyst result is the conclusion of the intelligibility of the tourism object in associate with the ability of the tourist to reach the object and the elements that influence the wayfinding to the objects in Kotagede. From that will know the priority element that will be the suggestion from this research.

Kata Kunci : Kotagede, wisata, wayside, block, dan wayfinding.

  1. S2-2015-342473-abstract.pdf  
  2. S2-2015-342473-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-342473-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-342473-title.pdf