Hubungan Keyakinan akan Pengobatan dan Kepatuhan dalam Menggunakan Terapi Pencegahan Sekunder dengan Kejadian Stroke Berulang
EVA ANNISAA, dr. Abdul Gofir, Sp.S(K).; Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt.
2015 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiStroke masih merupakan masalah kesehatan yang utama sebab angka kematian karena stroke sampai saat ini masih sangat tinggi. Tujuan dari terapi stroke adalah mengurangi kerusakan saraf, menurunkan mortalitas dan kecacatan jangka lama, mencegah komplikasi sekunder pada immobilitas dan disfungsi saraf, serta mencegah stroke yang berulang. Namun fakta di lapangan angka kejadian stroke berulang masih relatif tinggi. Oleh karenanya perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pasien dalam menjalani terapi pencegahan sekunder stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keyakinan akan pengobatan dengan kepatuhan dalam menggunakan pencegahan sekunder serta hubungan kepatuhan dalam menggunakan pencegahan sekunder dengan kejadian stroke berulang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode potong lintang (cross-sectional). Subyek penelitian adalah semua pasien pasca stroke iskemik yang menggunakan pencegahan sekunder di ruang rawat inap serta poliklinik saraf RSUP Dr. Sardjito dan RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data terdiri dari 2 kuesioner, yaitu kuesioner yang menggali tentang keyakinan pasien akan pengobatan (Beliefs about Medicines Questionnaire) dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2014-April 2015. Sejumlah 105 pasien memenuhi kriteria untuk diikutkan dalam penelitian, 36 (34,3%) di antaranya merupakan pasien stroke berulang. Secara umum pasien menunjukkan skor yang tinggi pada subskala necessity 14 (16-12) dan concern 14 (16,5-12). Sedangkan pada subskala overuse 6 (7,5-6) dan harm 11 (14-9) terlihat skor yang rendah. Uji Mann-Whitney pada keempat subskala BMQ menunjukkan adanya hubungan antara keyakinan akan pengobatan dengan kepatuhan dalam menggunakan terapi pencegahan sekunder (p=0,000). Sedangkan analisis hubungan antara kepatuhan dalam menggunakan pencegahan sekunder dengan kejadian stroke berulang menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kejadian stroke berulang antara kelompok kepatuhan tinggi dan kepatuhan rendah (OR=12,4, CI 95%=4,451-34,545).
Stroke remains a major health problem because the number of deaths due to stroke is still very high. Secondary prevention therapy given to patients post-stroke to reduce nerve damage, reduce mortality and long-term disability, preventing secondary complications in immobility, and to prevent recurrent stroke. But the facts show the incidence of recurrent stroke is still relatively high. Research on factors that may be influence the outcome of secondary prevention stroke therapy need to be conducted to determine the cause of the high rate of recurrent stroke events. The purposes of this study were to determine the association between beliefs about medicines and adherence in using secondary prevention therapy, and also the association between adherence in using secondary prevention therapy and recurrent stroke events. It was an observational analytic study in a cross-sectional questionnaire survey method. The subjects of this study were all post-ischemic stroke patients in the inpatient and outpatient neurology department RSUP Dr. Sardjito and RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, who meet the inclusion criteria. Questionnaires were used to assess patients' beliefs about medicines (BMQ) and adherence (MMAS-8). The study was conducted in December 2014-April 2015. 105 patients were eligible to be included in the study, 36 (34.3%) of which were recurrent stroke patients. In general, patients showed high scores on subscales necessity 14 (16-12) and concern 14 (16.5-12). While the overuse subscale score 6 (7.5-6) and harm 11 (14-9) is lower. Mann-Whitney test on the four BMQ subscales showed the assosiation between beliefs about medicines and adherence in using secondary prevention therapy (p=0.000). While the analysis of the association between adherence in using secondary prevention therapy and recurrent strokes events using Chi-Square test showed a significant difference in the recurrent stroke events among the group of high adherence and low adherence (OR=12.4, 95% CI=4.451-34.545).
Kata Kunci : pencegahan sekunder, keyakinan, kepatuhan, stroke berulang