Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA BIAYA KORUPSI DAN UMUR PELAKU KORUPSI (PENGAMATAN DI INDONESIA TAHUN 2009 - 2012)

ARDI SIHOTANG, Prof. Dr. Marwan Asri, MBA

2015 | Tesis | S2 Manajemen

Kata "korupsi" berasal dari bahasa Latin corruptus, bentuk lampau dari corrumpere, yang artinya "merusak, menyuap". Pada tahun 2014, Badan Pusat Statistik mengeluarkan laporan Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) dengan menggunakan karakteristik umur. Skala yang digunakan dalam IPAK adalah 0 - 5. Semakin besar nilai IPAK, maka akan semakin anti korupsi masyarakat tersebut. Pada skala 2,51 - 3,75 dimasukkan dalam golongan anti korupsi, sedangkan skala yang lebih tinggi menunjukkan golongan yang sangat anti korupsi. Penelitian yang dilakukan terhadap masyarakat pada usia sebelum masa pensiun, menunjukkan bahwa semakin berumur seseorang maka akan semakin agresif orang tersebut dalam mengumpulkan kekayaan. Semakin orang terus mengumpulkan kekayaan, maka akan semakin berani orang tersebut mengambil resiko, bahkan tidak segan untuk berbohong, korupsi, ataupun tindak kriminal lainnya. Pada usia pensiun, kemampuan mengambil resiko seseorang akan menurun, termasuk antusiasmenya dalam mengumpulkan kekayaan. Hal ini mengakibatkan menurunnya angka korupsi ataupun tindak kriminal lainnya didalam rangka untuk mengumpulkan kekayaan. Pengolahan data dimulai dengan analisis crosstab pada Biaya Total Korupsi, Total Hukuman, dan Range Umur (Tahap 1). Analisis deskripsi ini berguna menyajikan data dalam bentuk tabulasi, yang meliputi baris dan kolom. Analisis tabulasi silang ini merupakan salah satu analisis korelasional yang digunakan untuk melihat hubungan antar variable. Untuk mengukur asosiasi pada crosstab diatas ialah dengan Uji Chi-Square. Uji ini dilakukan pada Biaya Total Korupsi, Total Hukuman, dan Range Umur (Tahap 1), dan juga Uji Chi-Square pada Biaya Total Korupsi saja terhadap Range Umur (Tahap 2). Hal ini dilakukan untuk menguji ada tidaknya hubungan antara baris dan kolom dari analisis crosstab diatas. Uji yang berikutnya ialah uji Anova yaitu untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada data tersebut. Analisis berikutnya ialah dengan mengamati hasil penelitian yang telah dilakukan terdahulu untuk korelasi Umur dan Tingkat Kekayaan, lalu dihubungkan dengan hasil Uji Chi-Square dan Uji Anova terhadap Total Biaya Korupsi, Total Hukuman, dan juga Range Umur. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menggunakan analisis Crosstab, uji Chi-Square dan juga uji Anova, maka diperoleh kesimpulan bahwa terapat korelasi antara total biaya yang dikorupsi dengan umur pelaku korupsi. Ditemukan pula bahwa semakin kaya seseorang, maka semakin besar peluang untuk melakukan tindakan korupsi, dan juga dengan semakin bertambahnya kekayaan seseorang maka semakin besar pula potensi biaya korupsi yang akan terjadi.

The word "corruption" originates from Latin corruptus, past participle of corrumpere "to destroy; spoil". In the year of 2014, Badan Pusat Statistik issued Anti-Corruption Behavior Index (IPAK), with range of scale within 0 - 5. The larger the index, the more anti-corruption the community is. People with index 2.51 to 3.75 are considered as the anti-corruption group. The higher index presented higher anti-corruption behavior. Research shows that people with pre-retirement age have a tendency to be more aggressive in pursuing wealth. The stronger the desire to be wealthy, the bolder the people to take risks, and persevere to lie, corrupt, and perform criminal acts. People with retirement age tend to be less risky, and lose their excitement on collecting wealth. Hence, reducing corruption or criminal behavior. The research commenced with data processing using crosstab analysis on Total Cost of Corruption, Total Punishment, and Range of Age (1st phase) to transform the data into tabulation form, divided into rows and columns. Cross Tabulation Analysis is a part of Correlational Analysis designed to observe the correlation within variables. The next step was performing Chi-Square Test intended for Total Cost of Corruption, Total Punishment, and Range Age (1st phase); continued with another Chi-Square for Total Cost of Corruption and Age Range (2nd phase). The Chi-Square was intended to catch the connection between rows and columns. Continued with ANOVA test to determine whether there were any substantial variances within the data. The next analysis was observing the previous outcomes regarding how certain range of age associated to Level of Wealth, and attached with the outcome of Chi-Square and ANOVA Test on the subject of Total Cost of Corruption, Total Punishment, and Range of Age. The examination with Crosstab analysis, Chi-Square and ANOVA test indicated that total cost of corruption was related to the corruptor age. Moreover, the research also concluded that richer people tend to be more corrupt. The richer the people, the bigger total cost of corruption occurred.

Kata Kunci : Korupsi, Umur, Kekayaan, Biaya Total Korupsi, Total Hukuman, Range Umur

  1. S2-2015-327499-abstract.pdf  
  2. S2-2015-327499-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-327499-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-327499-title.pdf