Laporkan Masalah

MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM MENARIK INVESTOR (Studi Manajemen Komunikasi pada Kebijakan "Banyumas Pro Investasi" oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas tahun 2008-2013

HANNA EVELINA AK, Dr. Phil. Hermin Indah W., M.Si ; Drs. I Gusti Ngurah Putra. M.A.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh diusungnya kebijakan Banyumas Pro Investasi menjadi program unggulan Pemerintah Daerah Banyumas dengan pelaksana teknis yaitu Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Kabupaten Banyumas. Oleh karena kebijakan ini merupakan gebrakan baru, dukungan publik dan daya tarik investor masih perlu ditingkatkan. Untuk itu diperlukan manajemen komunikasi yang tepat oleh BPMPP Kabupaten Banyumas Banyumas sebagai koordinator pelaksana teknis kebijakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen komunikasi yang diterapkan dalam kebijakan Banyumas Pro Investasi untuk menarik investor. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Konsep manajemen komunikasi yang menjadi fokus penelitian ini adalah pemahaman tujuan kebijakan oleh pihak-pihak terkait, identifikasi target publik yang dipetakan dalam menerapkan kebijakan, strategi komunikasi yang mencakup pemilihan media dan pengelolaan pesan yang diterapkan, serta hambatan yang ditemu dalam implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan masih terbatasnya pemahaman akan pihak internal pemerintah yang disebabkan oleh kurang meratanya aliran informasi dan sosialisasi kebijakan pada pihak internal. Target publik dalam implementasi kebijakan yaitu publik internal dan eksternal. Media yang digunakan dalam sosialisasi dan promosi memanfaatkan media tradisional maupun modern. Penggunaan media baru masih belum maksimal karena terbatasnya sumber daya manusia yaitu tenaga ahli. Pesan yang disampaikan kepada publik belum menyentuh aspek kesadaran hingga menimbulkan perubahan perilaku. Pesan masih terbatas hanya pada pemberian informasi kebijakan dan komunikasi persuasi. Sementara itu hambatan dalam implementasi terdiri dari faktor komunikasi, terbatasnya sumber daya alam dan infrastruktur daerah yang dijadikan sebagai bahan evaluasi.

The background of this research was the government of Banyumas Regency plan to make one of their policies which was Banyumas Pro Investasi as the regency prominent program. This program was conducted by Investment and Licensing Service Bureau (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan/BPMPP) of Banyumas. This was a new breakthrough so that it needed political and investment potential supports. And that meant that BPMPP of Banyumas as the bureau-in charge of this program policy, needed to apply a very exact communication management in order to make the program run efficiently. The purpose of this research was to know and to analyze how the communication management is applied in carrying out the program in order to invite investors. The research used case study qualitative approach. The research focused at communication management concept in how the policy purposes were acknowledged by all parties involved, how the targeted public is identified, how the communication strategy in choosing media and managing message is applied, and also what obstacles may happen when implementing the program. The result showed that the there was insufficient understanding about the program among the government officers themselves. This condition happened because the information about the program was not socialized thoroughly among them. The targeted public of this program were the internal and external public. The media used to promote the program were both traditional and modern media. But because of the lack of media experts, the use of new media was not yet optimized. The message given to public had not yet made them aware to make change. The message was only in term of informing and persuading. The obstacles were the communication factors, the lack of human resources, and also the lack of local infrastructures.

Kata Kunci : Manajemen Komunikasi, Komunikasi Pemerintah, Investasi Daerah