Studi Kerusakan Jalan dan Alternatif Perbaikannya (Studi Kasus pada Ruas Jalan Kuala Kurun-Linau, Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah)
DEDIE, Prof.Dr.Ir.Hary Christady Hardiyatmo.,M.Eng.DEA.; Dr.Eng. Imam Muthohar, S.T., M.T.
2015 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik TransportasiPenelitian ini dilakukan pada Ruas Jalan Kuala Kurun-Linau Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kerusakan jalan pada ruas jalan yang diteliti, menganalisis penyebab kerusakannya, dan untuk mengetahui tebal perkerasan dengan menggunakan metode AASHTO (1993) serta membandingkannya dengan tebal eksisting Ruas Jalan Kuala Kurun-Linau. Metode yang dipakai untuk menganalisis penyebab kerusakan Ruas Jalan Kuala Kurun-Linau dengan (1) menggunakan metode AASHTO (1993) untuk mengetahui tebal perkerasan yang kemudian akan dibandingkan dengan tebal jalan eksisting, (2) meninjau kelayakan drainase pada Ruas Jalan Kuala Kurun-Linau dan (3) menganalisis kelayakan komponen penyusun Ruas Jalan Kuala Kurun-Linau. Hasil penelitian menunjukan bahwa : hasil perhitungan tebal perkerasan dengan menggunakan metode AASHTO (1993) untuk lapis pondasi bawah 37 cm, dan lapis pondasi atas 10 cm sedangkan untuk lapis permukaan setebal 9 cm. Jika dibandingkan dengan kondisi yang ada di lapangan terlihat ketebalan aspal adalah setebal 4 cm, sementara ketebalan untuk pondasi atas adalah 10 cm dan ketebalan lapis pondasi bawah adalah setebal 10 cm, maka dapat disimpulkan kondisi eksisting ketebalan lapis permukaan (HRS Base) dan lapis pondasi bawah tidak memenuhi syarat yang direkomendasi menurut perhitungan AASHTO (1993) sedangkan ketebalan untuk lapis pondasi atas setebal 10 cm sudah memenuhi syarat perhitungan AASHTO (1993) yang direkomendasikan untuk Ruas Jalan Kuala Kurun-Linau. Penyebab kerusakan yang terjadi di Ruas Jalan Kuala Kurun-Linau disebabkan oleh tebal perkerasan yang tidak memadai dan kualitas drainase yang buruk. Dari segi komposisi bahan penyusun perkerasan berturut-turut untuk lapis pondasi bawah, lapis pondasi atas dan lapis perkerasan sudah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada Ruas Jalan Kuala Kurun-Linau diperoleh beberapa macam tipe kerusakan yaitu : retak kulit buaya (Alligator Cracks), rusak pinggir (Edge Cracking), rusak bergelombang (Corrugastion), rusak ambles (Depression), rusak lubang (Pothole), rusak pengelupasan (Delamination), tambalan (Patching) dan kerusakan yang terjadi pada Ruas Jalan Kuala Kurun-Linau, juga diakibatkan oleh kurangnya pemadatan terhadap subgrade secara maksimal sehingga hasil yang ingin dicapai tidak memadai dan tentu saja mengakibatkan lapis permukaan atau HRS Base menjadi rusak.
Abstract This research was conducted on Kuala Kurun - Linau road in Gunung Mas regency, Central Kalimantan. The research was intended to identify road damage types on studied road parts, to analyze cause of its damage, to identify thickness of pavement using AASHTO (1993) method, and to compare it with existing thickness of the road. To analyze cause of road damage, the research used AASHTO (1993) method that identify pavement thickness and compare with existing thickness of the road, reviewed drainage feasibility of the road and analyzed feasibility of component composing the road. Result of the research indicated that calculation of pavement thickness using AASHTO (1993) method for lower foundation, upper foundation and surface layers are 37 cm, 10 cm and 9 cm, respectively. Meanwhile, real condition of the road indicated that asphalt thickness, upper foundation and lower foundation are 4 cm, 10 cm and 10 cm respectively. Therefore, it may be concluded that existing condition of surface layer thickness (HRS Base) and lower foundation layer did not comply with requirement based on AASHTO (1993) calculation, while thickness of upper foundation layer (10cm) has comply with AASHTO (1993) requirement. Damage in Kuala Kurun-Linau road is caused by insufficient pavement thickness and bad drainage quality. Materials composing pavement for lower foundation, upper foundation and pavement layer have complied with requirement. Types of damage in Kuala Kurun-Linau road are alligator crack, edge cracking, corrugation, depression, pothole, delamination, and patching Meanwhile, there are damages in the road caused by less compactness over subgrade that not reach desired result and lead to damage of HRS Base.
Kata Kunci : , Kerusakan Ruas Jalan, Metode AASHTO (1993), Drainase, Komponen penyusun jalan