Alokasi anggaran pengeluaran dalam APBD sebagai implementasi Repetada (Rencana Pembangunan Tahunan daerah) :: Studi kasus Kabupatenn Bireuen Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam
KURNIAWAN, Rahmat, Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanStudi ini membahas masalah anggaran pengeluaran pada APBD berkaitan dengan kebijakan pembangunan daerah yang menjadi agenda utama tahun 2001. Studi kasus pada Kabupaten Bireuen dengan periode amatan tahun 2000 dan 2001, bertujuan mengkaji kebijakan anggaran pengeluaran sebagai implementasi REPETADA. Kesimpulan yang diperoleh dari studi ini: pertama pengalokasian anggaran: pada pengeluaran rutin lebih besar dibandingkan pengeluaran pembangunan. Kedua pengalokasian pada pengeluaran pembagunan yang dibagi menjadi tiga bidang, bidang ekonomi memperoleh anggaran terbesar kemudian bidang kesejahteraan dan terakhir bidang umum. Berkaitan dengan prioritas pembangunan dengan penekanan pada bidang ekoonomi dan bidang kesejahferaan mendapat respon positif dari segi anggaran, tetapi pada pelaksanaan program dan proyek di lapangan belum sesuai dengan prioritas pembangunan, ha1 ini terkendala pada keterbatasan kemampuan pemerintah daerah antara lain kualitas sumber daya manusia yang masih rendah, komunikasi kelembagaan dan kondisi daerah yang kurang kondusif. Konsekuensi dari tuntutan pembangunan, dan layanan masyarakat yang terus meningkat, mengharuskan pemerintah daerah untuk menggunakan prinsip penghematan dan produktivitas pada anggaran pengeluarannya. Pemerintah daerah perlu mengambil kebijakan untuk melakukan pembenahan ke dalam, dalam artian memperjelas tugas pokok dan fungsi masing-masing unit/dinas, melakukan peningkatsn dan pengembangan kemampuan sumberdaya manusia sesuai dengan tuntutan organisasi, dan mengembangkan komunikasi pro-aktif dengan pihak akademisi, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi dan masyarakat has melalui mekanisme formal dan informal, sehingga kedua kebijakan yang dihasitkan nantinya merupakan perencanaan yang seimbang aniara pendekatan top down dan bottom up.
This research discuss about budget of APBD (regional budget and revenue) that has correlated with regional development policy, which is main agenda in 2001. Case study in Bireuen regency in survey period during 2000 and 2001, it goals to investigate ;he policy of budget as implementation of REPETADA (annual budget pianning). The summaries from this study are: firslt, the alocation of continous budget is higher than the development budget. Secondly; allocation of development budget devide into three sectors. economic's sector has highest budget, and then prosperity's sector and- finally for general's sector. The economic's sector and prosperity's sector as priority of development get positive response from budget aspect but in the real field, these program and project aren't appropriate yet with the priority of development. The problems are ability of regional government, which is limited in the minimal quality of human resource, institutional comunication condition of region which is uncondusive. The consequences of development striving and public service are increase continously. So that regional government should apply economical and produktivity pattern in the budget. Regional government should take the policy to clean internal up, in the meaning of'making clearer main duty and function of each units, increase and develop human resource abiiity as well as organization requirement, and deveiop communication proactiveiy with , educational institution, pubiic organiganisation, professional organization and the common society. through formal and inforrnai mekanism, ,so the planning resuits are balancing program between top down and bottom up approach.
Kata Kunci : Anggaran Pengeluaran,APBD