HUBUNGAN NILAI Q ANGLE DENGAN PATELLO FEMORAL PAIN SYNDROME (PFPS) PADA ATLET ANGKAT BESI YOGYAKARTA (Pre eliminary study)
ACEP EKO BUDI PURWANTA, Prof. dr. Armis, Sp.B., Sp.OT (K)
2015 | Tesis | SP ORTHOPAEDIK DAN TRAUMATOLOGILatar Belakang : Q angle merupakan salah satu faktor yang bisa untuk menggambarkan kejadian patellofemoral pain syndrome (PFPS). PFPS sering dialami oleh atlet-atlet yang sering mengalami kontraksi otot kuadrisep yang berlebihan, salah satunya atlet angkat besi. Selama ini belum ada penelitian yang meneliti tentang Q angle dan PFPS pada atlet angkat besi Metode : Penelitian ini adalah penelitian pendekatan analitik dan cross sectional pada atlet angkat besi. Dibutuhkan 138 subyek pada penelitian ini, tetapi keseluruhan atlet yang ada 22 atlet. Nilai Q angle diukur oleh tiga pengukur yang berbeda pada waktu yang berbeda dengan alat ukur yang sama. Hasil dan diskusi : Didapatkan hasil nilai Q angle pada atlet angkat besi adalah 16,28° (SD 5,10), perempuan lebih tinggi daripada laki-laki dan bermakna secara statistik (p < 0,01). Angka kejadian PFPS adalah 9,1%. Nilai Q angle berkorelasi positif terhadap jenis kelamin dan kejadian PFPS dan bermakna secara statistik (p < 0,01). Nilai Q angle tidak berkorelasi terhadap usia, berat badan, BMI dan lama latihan. Kesimpulan : Nilai Q angle berkorelasi secara statistik terhadap jenis kelamin dan kejadian PFPS. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar. Kata kunci : Q angle, patellofemoral pain syndrome
Background: Q angle is one factor that can describe the incident of Patellofemoral pain syndrome (PFPS). Athletes that have excessive contraction of the quadriceps muscles are more prone to suffer from PFPS. Among athletes, lifters have high risk of excessive contraction of quadriceps muscles, but no studies have examined the Q angle and PFPS in lifter. Methods: This is a descriptive study utilizing cross-sectional method with lifter as subject. As much as 138 subjects were needed as minimal sample size, however only 22 subjects were succesfully collected. Q angle values is measured by three different examiner in different times with the same instrument. Results and discussion: The mean Q angle value in lifters is 16.28° (SD 5.10), women is higher than men (p < 0,01). The incidence of PFPS in lifters is 9.1%. Q angle value is statistically correlated to PFPS (P < 0,01). Q angle value is not correlated to age, body weight, BMI and duration of exercise. Conclussion : Q angle value is statistically correlated to gender and PFPS. Further research is needed with a larger sample. Keywords : Q angle, patellofemoral pain syndrome
Kata Kunci : Q angle, patellofemoral pain syndrome