Laporkan Masalah

PERAN KELOMPOK DALAM PENINGKATAN KEMANDIRIAN ANGGOTA KELOMPOK TANI TEH RAKYAT DI PROVINSI JAWA BARAT

KRALAWI SITA, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.Si.; Subejo, SP., M.Sc., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Pendekatan kelompok dapat menjadi sebuah strategi pendekatan yang efektif dan prospektif bagi program pembangunan perkebunan teh nasional. Pendekatan kelompok dikembangkan di tingkat petani teh melalui kelompok tani teh rakyat. Keberadaan kelompok tani teh rakyat mempunyai peran dan kedudukan yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan kemandirian anggota dalam berusahatani teh. Untuk itu peran unit belajar, unit produksi, unit kerjasama, dan unit usaha yang ada dalam kelompok tani teh rakyat harus berfungsi secara optimal yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan anggotanya. Dengan kata lain melalui berfungsinya unit-unit dalam peran kelompok tani dapat menumbuhkan dan meningkatkan kemandirian anggota kelompok tani teh rakyat dalam berusahatani teh. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji peran kelompok tani dan kemandirian anggota kelompok tani teh rakyat di Provinsi Jawa Barat; 2) Mengkaji pengaruh faktor internal, faktor eksternal, dan peran kelompok terhadap kemandirian anggota kelompok tani teh rakyat di Provinsi Jawa Barat; dan 3) Menganalisis jalur yang efektif untuk meningkatkan kemandirian anggota kelompok tani teh rakyat di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan strategi explanatory sequential. Penentuan sampel dilakukan dengan proportional stratified random sampling sebanyak 128 anggota kelompok tani (petani) atau 20% dari populasi sampel sebanyak 643 anggota kelompok tani (petani). Data kuantitatif dianalisis dengan path analysis, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat peran kelompok tani secara keseluruhan sebagai unit belajar, produksi, kerjasama, dan usaha termasuk dalam kategori sedang. Semakin tinggi kelas kelompok tani, maka peran kelompok tani akan semakin tinggi. Unit peran kelompok tani yang perlu ditingkatkan terutama sebagai unit kerjasama dan unit usaha. Kemandirian anggota kelompok secara keseluruhan dalam pengambilan keputusan, inisiatif kreatif dan inovatif, dan pemecahan masalah yang terkait dengan usahatani teh termasuk dalam kategori sedang. Semakin tinggi kelas kelompok tani, maka kemandirian anggota kelompok tani dalam berusahatani teh akan semakin tinggi. Kemandirian anggota yang perlu ditingkatkan terutama kemandirian dalam berinisiatif, berkreasi dan berinovasi. Kemandirian anggota dipengaruhi secara langsung dan tidak langsung oleh faktor peran kelompok tani (68.5%), penyuluhan (48.7%), ketersediaan bantuan modal (37.1%), lama berusahatani (17.8%), umur (13.9%), luas lahan (10.7%), peluang pasar (8.8%), dan motivasi kerja (8.5%). Peran kelompok tani dipengaruhi langsung oleh penyuluhan (46.7%), peluang pasar (26.7%), lama berusahatani (26%), umur (20.3%), dan ketersediaan bantuan modal (12.2%). Upaya peningkatan kemandirian anggota yang paling efektif adalah melalui peningkatan peran kelompok tani, sedangkan upaya peningkatan peran kelompok tani yang paling efektif adalah melalui peningkatan penyuluhan. Kata kunci: peran, kelompok tani, kemandirian, usahatani teh, petani rakyat, Jawa Barat

Group approach can be an effective and prospective strategy approach for the national tea plantation development program. The group approach developed at the level of the tea smallholders through farmer groups. The existence of tea smallholder farmer groups has an important and strategic role and position in realizing the member's self reliance of tea smallholder farmer groups on tea farming. For that reason, the role of the learning unit, production unit, collaboration unit, and business unit in the tea smallholders farmer groups must function optimally, which in turn will increase productivity, incomes, and welfare of its members. In other words, through the functioning of the units in the role of tea smallholder farmer groups can grow and increase the member's self reliance of tea smallholder farmer groups on tea farming. This study aimed to determine: 1)The role of farmer group and member's self-reliance of tea smallholders farmer group in West Java Province; 2) The effect of internal factors, external factors, and the role of farmer group to member's self-reliance of tea smallholders in West Java Province; and 3) The effective path to improve member's self-reliance of tea smallholders in West Java Province. This study used mixed method approach with sequential explanantory strategy.The sample method that used in this study was proportional stratified random sampling with 128 members of tea smallholders farmer group (farmers) or 20% of the sample population with 643 members (farmers). Quantitative data were analyzed by using path analysis, while qualitative data were analyzed by using triangulation of sources. The results of this study showed that the level of the role of tea smallholder farmer group as a whole as a unit of study, production, collaboration, and business is in medium category. The higher class of farmer groups, the role of tea smallholder farmer groups will be higher. Unit role of farmer groups that need to be improved, especially on unit of collaboration and unit of business. Member's self-reliance of tea smallholder farmer groups as a whole in decision making, initiatives creative and innovative, and solving problems related to the tea farming is in moderate category. The higher class of farmer groups, the member's self-reliance of tea smallholder farmer groups in tea farming will be higher. Member's self-reliance that needs to be improved, especially on the member's self-reliance of the initiative, created and innovated. From path analysis, member's self-reliance of tea smallholder farmer groups were affected directly and indirectly from stronger to weaker affect, by a factor role of farmer groups (68.5%), extension (48.7%), the availability of capital (37.1%), farming experience (17.8%), age (13.9%), land size (10.7% ), market opportunities (8.8%), and work motivation (8.5%). The role of farmer groups directly were affected by the extension (46.7%), market opportunities (26.7%), farming experiences (26%), age (20.3%), and the availability of capital (12.2%). The self-reliance of members on tea smallholder farmer group most effectively can be enhanced through the improving the role of tea smallholder farmer groups, while the role of tea smallholder farmer groups most effectively can be enhanced through the improving the extension performance. Keywords: role, farmer groups, self-reliance, tea farming, smallholders, West Java

Kata Kunci : peran, kelompok tani, kemandirian, usahatani teh, petani rakyat, Jawa Barat/ role, farmer groups, self-reliance, tea farming, smallholders, West Java

  1. S2-2015-290590-abstract.pdf  
  2. S2-2015-290590-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-290590-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-290590-title.pdf