Laporkan Masalah

HUBUNGAN OTONOMI DAN EFIKASI DIRI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR TERHADAP KEBIMBANGAN KARIR MAHASISWA STRATA-1

ZULIAN FIKRY, IJK. Sito Meiyanto, Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Psikologi

Kebimbangan karir merupakan kondisi dimana individu merasa tidak mampu menentukan suatu karir yang akan ditempuh. Mahasiswa Strata-1 perlu mempersiapkan pilihan karir yang akan ditempuh setelah menyelesaikan pendidikannya kelak. Proses pengambilan keputusan karir dapat menjadi lebih mudah dilalui apabila individu dapat memilih karir masa depan sesuai dengan keinginan dari dalam diri. Selain itu, individu perlu untuk merasa dirinya mampu untuk mencapai karir yang diinginkan karena sesuai dengan kompetensi dan kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan otonomi dan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir terhadap kebimbangan karir mahasiswa Strata-1. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Strata-1 (N= 104) dari beberapa universitas di Indonesia dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposif. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala otonomi dalam pengambilan keputusan karir, skala efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir, dan skala kebimbangan karir. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara otonomi dalam pengambilan keputusan karir dan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir terhadap kebimbangan karir (F= 92,155, p< 0,01) Otonomi dan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir dapat memprediksi kebimbangan karir pada mahasiswa Strata-1. Hasil analisis tambahan penelitian ini membuktikan bahwa gaya regulasi motivasi introjeksi memiliki kontribusi paling tinggi dalam pengambilan keputusan karir mahasiswa Strata-1 di Indonesia dengan kontribusi sebesar 22,1% (R2= 0,221) dalam memprediksi kebimbangan karir.

Career indecision is a condition when people feel unable to determine a career they wish be to pursued. Bachelor undergraduate students needs to prepare career choices that will be pursued after completing their education. Career decision-making process can be more easily passed when individuals can choose a future career in accordance with their on sake. Also, they will need to feel themselves able to achieve the desired career because according to the competencies and capabilities. This study aimed to examine the relationship of career decision-making autonomy and career decision-making self-efficacy on career indecision. This research was conducted on bachelor undergraduate students (N = 104) from several universities in Indonesia by using purposive sampling. This research data collection using several scales, namely career decision-making autonomy scale, career decision-making self-efficacy scale, and career indecision scale. Results of multiple linear regression analysis showed a significant correlation between career decision-making autonomy and career decision-making self-efficacy on career indecision (F = 92.155, p <0.01). Autonomy and self-efficacy in career decision-making can be predicted career indecision on Bachelor undergraduate students. Additional analysis found that introjected regulation of motivation gave highest contribution in Indonesian undergarduate students with contribution 22.1% (R2 = 0.221) in predicting career indecision.

Kata Kunci : indecision career, autonomy, self-efficacy, career decision making, motivation regulation, introjection style, undergraduate student

  1. S2-2015-354960-abstract.pdf  
  2. S2-2015-354960-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-354960-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-354960-title.pdf