Laporkan Masalah

Studi Faktor Risiko Penyakit Hipertensi di Kota Yogyakarta Tahun 2013

MOHAMAD ANIS FAHMI, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH; dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH, PhD; dr. Citra Indriani, MPH

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama yang menyebabkan 13% kematian global. Kota Yogyakarta berpotensi mempunyai prevalensi hipertensi lebih tinggi daripada daerah lain karena faktor perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko perilaku yang berhubungan dengan penyakit hipertensi di Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian cross-sectional ini menggunakan data survei penyakit tidak menular yang menggunakan pendekatan WHO-STEPS dan dilaksanakan oleh Dinkes Kota Yogyakarta dan Center of Health Behavior and Promotion (CHBP) pada tahun 2013. Subjek penelitian adalah peduduk usia 25-64 tahun yang tinggal di Kota Yogyakarta. Dari 1000 data survei, 896 diantaranya akan dianalisis, karena ditemukan data yang tidak valid. Chi-square dan binomial regression digunakan untuk menghitung pengaruh faktor risiko hipertensi dengan melihat nilai rasio prevalensi (RP) dan confidence interval 95% (CI 95%). Hasil: Prevalensi hipertensi sebesar 26,9% (CI 95%:23,99-29,81). Setelah disesuaikan dengan variabel yang berpotensi sebagai confounder (usia dan overweight), mantan perokok dan kurang aktivitas fisik berhubungan dengan hipertensi, yaitu RP:1,34 (CI 95%:1,02-1,75) pada mantan perokok dan RP:1,37 (CI 95%:1,02-1,84) pada kurang aktivitas fisik. Kurang konsumsi buah dan sayur bukan merupakan faktor risiko hipertensi di Kota Yogyakarta, RP:1,02 (CI 95%:0,76-1,38). Kesimpulan: Perilaku merokok dan kurang aktivitas fisik merupakan masalah kesehatan yang sangat penting dalam pengendalian hipertensi. Masyarakat diharapkan menjaga perilaku sehat seperti tidak merokok, segera berhenti merokok dan melakukan aktivitas fisik yang cukup untuk mencegah hipertensi.

Background: Hypertension is one of the major risk factors that cause 13% of global deaths. Yogyakarta could potentially have a higher prevalence of hypertension than other areas due to urban factors. This study aimed to analyze the behavioral risk factors associated with hypertension in Yogyakarta. Methods: This cross-sectional study use survey data of non-communicable diseases using the WHO-STEPS approach conducted by the Center of Health Behavior and Promotion (CHBP) and health office of Yogyakarta District on 2013. Subjects were residents aged 25-64 years who reside in Yogyakarta. From the 1000 survey data, 896 of which analyzed, because meet invalid data. Chi-square and binomial regression was used to calculate the risk factors of hypertension by observing the prevalence ratios and 95% confidence intervals. Results: The prevalence of hypertension was 26.9% (CI 95%:23.99 to 29.81). After adjusting for potential confounders (age and overweight), ex-smokers and physical inactivity were associated with hypertension, prevalence ratio of ex-smokers was 1.34 (CI 95%:1.02 to 1.75) and physical inactivity was 1.37 (CI 95%: 1.02 to 1.84). Low fruit and vegetable consumption was not a risk factor for hypertension, prevalence ratio: 1.02 (CI 95%:0.76 to 1.38). Conclusion: Smoking and physical inactivity are an important health problem on controlling hypertension. Community are expected to maintain healthy behaviors such as not smoking, smoking cessation immediately, and have enough physical activity to prevent hypertension.

Kata Kunci : Hipertensi, faktor risiko, merokok, aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, daerah perkotaan

  1. S2-2015-340010-abstract.pdf  
  2. S2-2015-340010-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-340010-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-340010-title.pdf