Laporkan Masalah

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PORTOFOLIO SAHAM LQ45 DENGAN MENGGUNAKAN SINGLE INDEX MODEL DAN REKSA DANA SAHAM

EKO YUDHO ARIESTYANTO, Prof. Dr. Jogiyanto Hartono, MBA., Ak.

2015 | Tesis | S2 Manajemen

Perkembangan dunia investasi di Indonesia saat ini semakin pesat. Semakin banyak masyarakat yang tertarik dan masuk ke bursa untuk melakukan investasi. Hal ini membuktikan semakin berkembangnya dunia investasi yang kemudian membuat para pengelola dana menciptakan berbagai produk untuk ditawarkan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan kinerja dalam berinvestasi melalui pembentukan portofolio saham LQ45 dan melalui reksadana saham LQ45. Analisis ini membandingkan kinerja tingkat risk & return investasi, serta membuktikan secara empiris adanya perbedaan antara kinerja kedua investasi tersebut menggunakan tiga metode penilaian kinerja, yaitu metode sharpe, treynor dan treynor modifikasi. Populasi penelitian ini adalah 15 saham yang dipilih karena perusahaan tersebut tercatat masuk di dalam perhitungan indeks LQ45 secara terus-menerus serta memiliki rata-rata return positif selama periode 2011-2014. Berdasarkan populasi tersebut kemudian diperoleh 6 sampel saham yang masuk dalam portofolio optimal dengan menggunakan metode Single index model. Sedangkan untuk reksadana, dari populasi sebesar 921 reksadana, diperoleh 5 sampel reksadana saham yang memiliki AUM (Asset Under Maintenance) diatas Rp. 3 triliun. Berdasarkan sampel reksadana saham tersebut, dengan menggunakan metode sharpe, treynor, dan treynor modifikasian diperoleh 1 reksadana saham yang kinerjanya paling baik. Berdasarkan hasil perbandingan kinerja (menggunakan metode sharpe, treynor, dan treynor modifikasian) serta analisis uji independent t test, diperoleh bukti yang signifikan dimana reksadana saham memiliki kinerja yang lebih baik dari pada portofolio saham optimal LQ45 yang dibentuk dengan menggunakan single index model. Hasil kinerja reksa dana saham yang lebih baik dikarenakan manajer investasi dalam mengalokasikan dananya lebih optimal daripada investor, selain itu manajer investasi didukung oleh pengalaman professional yang memiliki kompetensi (wakil manajer investasi) serta tim riset yang handal. Sehingga dengan menempatkan dana pada instrumen investasi Reksa dana saham memberikan hasil yang lebih optimal jika dibandingkan dengan portofolio saham.

The development of investment in Indonesia is growing rapidly. More and more people are interested to make investments. This proves the growing world of investments which then makes fund managers create a variety of products to be offered to the public. This study aims to determine the differences in investment performance through the establishment of a portfolio of LQ45 stocks and LQ45 mutual funds. This analysis compares the performance levels of risk and return of investment, as well as demonstrate empirically the difference between the performance of these investments using the three methods of performance assessment, Sharpe, Treynor and modified Treynor. The study population was 15 stocks chosen because the company recorded entry in the LQ45 index calculation on an ongoing basis and have an average positive return over the period 2011-2014. Based on a population of 6 samples, stocks included in the optimal portfolio by using single index models were obtained. As for mutual funds, out of a population of 921 mutual funds, 5 stock mutual funds have AUM (Asset Under Maintenance) above Rp. 3 trillion. Based on the sample of stock mutual funds, using the method of Sharpe, Treynor, and modified Treynor, 1 good stock mutual funds was obtained. Based on the results of the comparison of performance (using Sharpe, Treynor, and modified Treynor) and independent t-test analysis test, there is significant evidence that stock mutual funds have better performance than the optimal LQ45 stock portfolio formed by using a single index models. Stock mutual funds performance results are better as investment managers are more optimal than the investor in allocating funds, besides the investment manager is supported by the experience of professionals who have competence (deputy investment manager) as well as a reliable research team. So placing funds in investment instruments of stock mutual funds provide more optimal results when compared to the stock portfolio.

Kata Kunci : portofolio, reksadana, single index model, RDIV