Strategi fiskal Kabupaten Lombok Timur dalam menghadapi otonomi daerah
FAUZAN, Lalu Ansori, Dr. Indra Bastian, MBA
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan pemerintah daerah di bidang keuangan dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah dengan melakukan analisis derajat desentralisasi fiskal, peranan Pendapatan Asli Daerah terhadap belanja rutin, upaya pengumpulan Pendapatan Asli Daerah dan kebijakan alokasi belanja daerah. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kebijakan optimalisasi fiskal pemerintah daerah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer serta data sekunder periode tahun 1997/1998 sampai 2001 yang meliputi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Nota Keuangan dan PDRB. Data bersumber dari Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Timur, Bappeda Kabupaten Lombok Timur dan BPS Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan keuangan daerah Kabupaten Lombok Timur tergolong sangat rendah dengan derajat desentralisasi fiskal rata-rata sebesar 4,66%, indek kemampuan rutin rata-rata sebesar 6,6% dan tingkat ketergantungan terhadap pusat sebesar 88,78%, yang menandakan daerah secara finansial belum mampu sepenuhnya melaksanakan otonomi. Alokasi belanja daerah untuk belanja rutin rata-rata sebesar 70% dan untuk belanja pembangunan (investasi) rata-rata sebesar 30%. Dari belanja rutin alokasi terbesar untuk belanja pegawai yaitu rata-rata sebesar 88,84%, sedangkan dari belanja investasi alokasi teibesar untuk investasi publik yang meliputi investasi infrastruktur sebesar rata-rata 48,18%, investasi pelayanan umum rata-rata sebesar 32,25% dan investasi pengembangan ekonomi rata-rata sebesar 19,57%. Upaya optimalisasi fiskal Kabupaten Lombok Timur dalam pelaksanaan otonomi daerah tahun 2001 dilaksanakan melalui pengalokasian belanja dan dengan memprioritaskan peningkatan pelayanan umum dan pengembangan ekonomi, peningkatan PAD melalui jntensifikasi dan ektensifikasi sumbersumber penerimaan serta pemanfaatan pinjaman daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah
The study aimed at finding out the regional finance policy in supporting the regional outonomy by analizing the level of fiscal decentralization, the role of Regional-Originated Income in the routine expenditure, the effort of collecting Regional-Originated Income and the alocation of regional expenditure policy. It also directed at analyzing the regional fiscal optimalisation policy. The data use in this study consist of primary data and secondary data which include the data from the Regional Budget (APBD), regional finance notes and Gross Regional Domestic Brutto (PDRB), in East Lombok Regency during I99711998 - 2001 period,. This data was obtained from the Regional Finance Bureau of East Lombok Regency, Region Planning Bureau of East Lombok Regency and Central Statistics Bureau in of East Lombok Regency West Nusa Tenggara Province. The result of this study suggested that the finance performance of East Lombok Regency could be classified as low with the level of fiscal decentralization at 4.66 %; the average routine performance indek was 6.6 % and the level of dependency to the central government was 88.78 YO. in other words, financial local administration was unable to carry out or support its outonomy. Average of routine expenditure in alocation local Expenditure was 70% and for deplopment (investmen) expenditure average was 30%. The biggest alocation routine expenditure used to employment expenditure, that average was 88,84%. The biggest alocation investment expenditure to public investation, that is coverage about average infrastucture investment was 48,18%, public service investment was 32,25% and economic development investment was 19,57%. Fiscal optimalitatioii effort in Lombok Timur Regency to implementation local autorithy in year 2001, done with allocation local expenditure to priority public service improvement and economic development, PAD improvement with intensification and extensivication of revanue resources and used local loan as resources revenue of local development.
Kata Kunci : Fiskal,Kabupaten Lombok Timur,Otonomi Daerah