Laporkan Masalah

FAKTOR PROGNOSTIK PADA OPERASI KATUP JANTUNG DI RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA

WAHYU PRIYATNO, dr. Supomo, SpB, SpBTKV

2015 | Tesis | SP ILMU BEDAH

LATAR BELAKANG: Adanya penyakit katup jantung memiliki dampak yang signifikan secara statistik pada mortalitas, menggarisbawahi fakta bahwa penyakit katup jantung adalah masalah kesehatan yang signifikan. Intervensi bedah adalah penatalaksanaan yang utama pada penyakit katup jantung moderat sampai dengan berat. Evaluasi terhadap keluaran pasien telah diterima secara luas sebagai salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien. Meskipun mortalitas pasca operasi merupakan data klinis yang paling penting, mortalitas saja tidak lagi dianggap cukup untuk untuk menilai keluaran pasien. Jelas diakui bahwa komplikasi post operatif non-fatal dapat secara signifikan mempengaruhi status fungsional pasien dan kualitas hidup. . Oleh karena itu, identifikasi faktor dan perhitungan resiko terhadap tingkat morbiditas pada pasien operasi jantung dapat memberikan wawasan yang berharga pada peningkatan kualitas perawatan pasien. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor prognostik yang berhubungan dengan morbiditas pasien pasca operasi katup jantung METODE: Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data pada catatan medik pasien yang menjalani operasi katup jantung. Data berupa adanya morbiditas sesuai dengan kriteria, dan data faktor yang diduga merupakan faktor prognostik morbiditas. Selanjutnya data yang terkumpul dilakukan analisa univariat, analisa bivariat berupa analisis Chi square (x²) dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda HASIL: Sepanjang tahun 2008 sampai dengan tahun 2014 telah dilakukan 82 operasi katup jantung di RSUP dr Sardjito Yogyakarta. Pada analisa bivariat,dengan menggunakan Chi square (x²) variabel gangguan ginjal dan gagal jantung memiliki hubungan yang bermakna dengan morbiditas karena memiliki p-value < 0.05. Sedangkan variabel jenis kelamin, penyakit paru, angina, dan gangguan fungsi ventrikel tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan morbiditas. Analisis multivariat dilakukan adalah uji regresi logistik ganda. Berdasarkan uji chi square diperoleh kesimpulan bahwa variabel gangguan ginjal dan gagal jantung memiliki hubungan yang bermakna dengan morbiditas. Oleh karena itu kedua variabel tersebut akan masuk dalam uji regresi logistik ganda. variabel gagal jantung memiliki p-value terkecil sehingga gagal jantung merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap morbiditas. Nilai OR untuk gagal jantung sebesar 7.187 menunjukkan bahwa risiko pasien dengan kategori NYHA 3 akan masuk kategori morbiditas positif 7.187 kali lebih besar dibanding pasien dengan kategori NYHA 2. KESIMPULAN: Variabel gangguan ginjal dan gagal jantung merupakan faktor prognostik yang bermakna terhadap terjadinya morbiditas pada operasi katup jantung di RSUP dr Sardjito. Variablel gagal jantung sebelum operasi merupakan variable yang paling berpengaruh terhadap terjadinya morbiditas. Resiko pasien dengan gagal jantung sesuai NYHA 3 7.187 kali lebih besar dibandingkan dengan pasien dengan gagal jantung sesuai NYHA 2

ABSTRACT BACKGROUND: The presence of heart valve disease had a statistically significant effect on mortality, underscores the fact that heart valve disease is a significant health problem. Surgical intervention is key to the management of moderate to severe valvular heart disease. The evaluation of the output of the patient has been widely accepted as one of the important steps to improve the quality of patient care. Although postoperative mortality is the most important clinical data, mortality alone is no longer considered sufficient for the patient to assess output. Clearly recognized that postoperative complications of non-fatal can significantly affect the patient's functional status and quality of life. Therefore, the identification of risk factors and the calculation of the level of morbidity in heart surgery patients can provide valuable insights on improving the quality of patient care. OBJECTIVE: This study aims to determine the prognostic factors related to patient morbidity after heart valve surgery METHODS: This study was done by taking data on medical records of patients who underwent heart valve surgery. Data in the form of morbidity in accordance with the criteria, and the data factors thought to be a prognostic factor of morbidity. Furthermore, the data collected performed univariate, bivariate analysis such as Chi-square analysis (X²) with significance level α = 0.05 and multivariate analysis with multiple logistic regression RESULTS: During the year 2010 up to 2014 has been performed 82 heart valve surgery at the Dr. Sardjito Hospital. In the bivariate analysis, using Chi-square (X²), kidney disorders and heart failure have a signify relationship with morbidity due to have p-value <0.05. While the gender, pulmonary disease, angina, and impaired ventricular function does not have a signify relationship with morbidity. Multivariate analysis is conducted multiple logistic regression. Heart failure has the smallest p-value that heart failure is the most dominant variable effect on morbidity. OR value for heart failure by 7.187 indicate that the risk of patients with NYHA class 3 will enter the category of positive morbidity 7.187 times greater than patients with NYHA class 2. CONCLUSION: Kidney disorders and heart failure is a significant prognostic factor for morbidity in heart valve surgery at the Dr. Sardjito Hospital. Heart failure before surgery is the most influential variables on the occurrence of morbidity. Risk patients with heart failure according NYHA 3 7.187 times greater than the corresponding patients with heart failure NYHA 2

Kata Kunci : Penyakit jantung, penyakit katup jantung, operasi katup jantung, morbiditas, faktor prognostik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.