Laporkan Masalah

Kinerja keuangan daerah Propinsi Sulawesi Tengah

SAMAH, Samsuol O, Dr. Mardiasmo, MBA.,Akt

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian yang dilakukan adalah mengukur kinerja keuangan daerah Propinsi Sulawesi Tengah. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat perkembangan APBD dan PAD dan tingkat efektivitas penerimaan daerah, efisiensi pengeluaran rutin daerah serta tingkat kemandirian keuangan daerah Propinsi Sulawesi Tengah. Data yang digunakan adalah data runtun waktu selama tujuh tahun dari tahun anggaran 1995/1996 sampai dengan 2001. Setelah dilakukan penelitian dan selanjutnya dianalisis, maka diketahui laju perkpmbangan APBD sebesar 41 , 13% atau rat$-rata sebesar 5,88% per tahun. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 1999/2000 yaitu sebesar 38,50% dengan jumlah APBD sebesar Rp180.067.056.657,24. Untuk perkembangan PAD secara umum mengalami peningkatan dimana pada tahun anggaran 1995/1996 realisasi penerimaan PAD sebesar RpI7.175.408.685,53 meningkat menjadi R~54.944.208.279~0p4a da tahun anggaran 2001 yang berarti selama periode penelitian terjadi perkembangan penerimaan PAD sebesar 145,37% atau pertumbuhannya rata-rata sebesar 20,77% per tahun. Efektivitas penerimaan daerah selama periode penelitian dilakukan yaitu dari tahun anggaran 1995/1996 sampai dengan 2001 terdapat lima tahun anggaran yang melampaui persentase angka 90% yakni tahun anggaran 199611 997, 1998/1999, 1999/2000, 2000 dan 2001 dengan tingkat efektivitas 95,24%, 92,33%, 94,04%, 97,31% dan 98, 8%. Untuk tahun 1995/1996 dan 1997/1998 mencapai angka diatas 100% yakni 101,09% dan 101,63% atau rata-rata sebesar 96,28%. Berarti penerimaan daerah Propinsi Sulawesi Tengah dinilai efektif. Efisiensi pengeluaran rutin daerah selama periode penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tahun anggaran yang mencapai persentase angka di bawah 60% yakni tahun anggaran 1998/1999, 1999/2000 dan 2000 dengan tingkat efisiensi sebesar 40,88%, 35,92%, dan 38,88%. Untuk tahun anggaran 199511 996, 1996/1997, 199711 998 dan 2001 mencapai persentase angka sebesar 65,35%, 64,86%, 61 , 13% dan 73,48% atau rata-rata sebesar 54,36940 per tahun yang berarti tingkat pencapaiannya adalah sangat efisien. Selanjutnya untuk mengukur kemandirian keuangan daerah digunakan analisis perbandingan antara penerirnaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total penerimaan APBD. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD hanya sebesar 15,01% dan mengalami pertumbuhan rata sebesar 14,62% per tahun, ha1 ini menggambarkan bahwa angka Derajat Otonomi Fiskal Daerah (DOFD) temyata relatif sangat kecil di mana tingkat ketergantungan keuangan daerah Propinsi Sulawesi Tengah terhadap pemerintah pusat sangat tinggi

The present research measured local financial performance of Central Sulawesi province. It was aimed to identify the development rate of APBD (Local Budget) and PAD (Indigenous Local Income). The effectiveness of local income, the efficiency of routine expenditure, and local independence financial rate of Central Sulawesi. Data utilized was time-series during seven years, from 1995-1 996 to 2001 budget years. After data were analyzed, it was identified that the development rate of APBD was 41.14% or averaged of 5.88% yearly. The highest growth of 38.50% occurred during the 1999/2000 budget year with the total APBD of Rpl80,067,056,657.24. While PAD development in general improved during the 1995/1996 budget year, the realization of PAD of Rpl7,175,408,685.53 increased to Rp54,944,208,279.04 during the 2001 budget year, meaning that during the period studied there was PAD development of 145.37% or the average growth of 20.77 % yearly was created. For the effectiveness of local income during research period, from 1995/1996 to 2001 budget years, there were five budget years higher than the percentage of 90 % identified, namely, 199611 997, 199811 999, 1999/2000, and 2001 budget years with the effectiveness of 95.24%, 92.33%, 94.04%, 97.31%, and 98.18%, respectively. While to 1995/1996 and 199711 998 budget year achieving total percentage higher than 100% namely 101,09, and 101,63%, or the average of 96,28% per year was created. It meant that the local income of Central Sulawesi province was effective. The efficiency of routine local expenditure during the research period indicated that there were three budget years achieving total percentage lower than 60% to 1998/1999, 1999/2000 and 2000 budget years with the efficiency of 40,88%, 35,92% and 38,88%. While to 1995/1996, 1996/1997, 1997/1998, and 2001 with total percentage of 65.35 %, 64.86%, 61,13%, and 73,48%, respectively, or the average of 54.36% per year was created; it meant that its performance was highly efficient. In addition, to measure the local independence financial rate, comparative analysis between the PAD toward the total of APBD was conducted. Analysis results showed that average contribution of the PAD on the APBD was only 15.01% and it achieved the growth rate of 14.62%. This indicated that Local Fiscal Autonomy Rate (DOFD) was relatively very small with highest independence rate of Central Sulawesi on central government

Kata Kunci : Keuangan Daerah,Propinsi Sulawesi Tenggara


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.