NGEYEG DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN MASYARAKAT DESA (STUDI PADA PEMILIHAN KEPALA DESA WIROGATEN KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH MASA JABATAN TAHUN 2013-2019)
RIFAI YULI ANTORO, Prof. Dr. Mohtar Mas'oed, M.A. ; Prof. Dr. Kodiran, M.A.
2015 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan ngeyeg pada Pemilihan Kepala Desa Wirogaten Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah masa jabatan Tahun 2013-2019; 2) mengetahui implikasi ngeyeg terhadap Ketahanan Masyarakat Desa Wirogaten Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Responden dalam penelitian ini termasuk sampel kuota yaitu sebanyak sembilan puluh orang dan informan yang termasuk dalam purposive sampling untuk mendapatkan informasi secara mendalam sebanyak sepuluh orang. Data mengenai persepsi responden dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis dengan metode statistik menggunakan aplikasi SPSS 17 serta didukung dengan hasil analisis wawancara mendalam. Hasil penelitian ini yaitu: 1) Ngeyeg merupakan kebiasaan masyarakat Desa Wirogaten menjelang pemilihan Kepala Desa yang mengandung politik uang dalam konsep patronase kepada pemilih dan dalam konsep klientelisme kepada botoh dengan memakai imbalan materiil untuk mendapatkan dukungan suara. Imbalan materiil tersebut berupa jamuan makanan dan minuman serta rokok oleh calon Kepala Desa kepada pemilih yang datang, imbalan barang berupa bingkisan, maupun imbalan uang ataupun dalam bentuk yang lain dengan tujuan memperoleh dukungan suara pada saat pemilihan Kepala Desa. 2) Ngeyeg yang dilakukan oleh masyarakat karena ada imbalan materiil tersebut menurunkan solidaritas masyarakat Desa Wirogaten yang berimplikasi pada melemahnya ketahanan masyarakat Desa Wirogaten. Semakin tinggi politik uang dalam ngeyeg, semakin menurun nilai solidaritas masyarakat desa dan semakin melemahkan ketahanan masyarakat desa.
This study aims to: 1) describe ngeyeg on Wirogaten Village Head Election District of Mirit Kebumen, Central Java tenure Year 2013-2019; 2) the implications of ngeyeg of the village community resilience. This type of research is descriptive with data collection through observation, questionnaires, and interviews. Respondents in this study included a sample of quotas as many as ninety people and informants included in purposive sampling to obtain in-depth information as many as ten people. Data on the perception of respondents was conducted through a questionnaire and analyzed by statistical methods using SPSS 17 and supported by the results of the analysis of in-depth interviews. Results of this research are: 1) Ngeyeg is the Wirogaten village community habits towards the election of the head of the village containing money politics in the concept of patronase to voters and in the concept of klientelisme to botoh by wearing materially reward to get vote support. The objective was to be in Exchange for a meal of food and drink as well as smoking by the village chief candidate to the voters who came, in Exchange for the goods in the form of gifts or money or rewards in the form of another with the intention of gaining votes support during the election of village Heads. 2) Ngeyeg conducted by the community because there are materially rewards lower community solidarity of village Wirogaten which implies weakening community resilience of village Wirogaten. The higher the money politics in ngeyeg, declining values of solidarity village community and increasingly undermine the resilience of communities.
Kata Kunci : Ngeyeg, Solidaritas, Ketahanan Masyarakat Desa