Kinerja pemungutan pajak bumi dan bangunan di kota Padang
SYAFNALDI, Dr. Faried Widjaya M., MA
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan efisiensi kinerja pemungutan PBB, dan analisis terhadap penerapan sistem dan prosedur pemungutannya serta merumuskan strategilkebijakan terhadap faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pemungutan PBB di Kota Padang. Data yang aigunakan terdiri dari data primer yang dipefoleh dari wawancara dan kuesioner serta data sekunder runtun waktu (time series) dari tahun 199711 998 sampai dengan tahun 2001 berupa potensi PBB, realisasi PBB dan biaya pemungutan PBB. Sumber data berasal dari KP-PBB Padang, Dipenda Padang, Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Padang, Bagian Keuangan Kota Padang Panjang dan Ragim Kwangm Kaibupaten Pesisir Selatm. Alat analisis Vang digunakan adalah Efektivitas, Efisiensi, Analisis Deskritif dan Analisis SWOT. Hasil penelian menunjukkan selama periode tahun 1997/1998-2001 tingkat efektivitas pemungutan PBB di Kota Padang termasuk cukup efektif yaitu dengan rerata sebesar 73,40 persen, dan apabila dibandingkan dengan tiga daerah lainnya yang ada dalam wilayah keja KP-PBB Padang, iernyata pemungutan PBB di Kota Padang tingkat efektivitasnya masih berada pada peringkat ke dua setelah Kota Padang Panjang. Selanjutnya berdasarkan perhitungan dengan menggunakan biaya langsung tingkat efisiensi pemungutan setiap tahunnya cenderung mengalami kenaikan kecuali tahun 2000 terjadi penurunan efisiensi dari tahun sebelumnya, demikian juga halnya apabila menggunakan perhitungan dengan menggunakan total pengeluaran rutin Dipenda. Kemudian berdasarkan perhitungan dengan menggunakan biaya langsung diperoleh rerata tingkat efisiensi pemungutan PBB selama lima tahun pengamatan sebesar 6,12. Untuk perhitungan efisiensi dengan menggunakan perhitungan total pengeluaran rutin Dipenda diperoleh rerata tingkat efisiensi sebesar 4,17. Jika dilakukan perbandingan efisiensi berdasarkan perhitungan biaya langsung, diperoleh hasil bahwa tingkat efisiensi pemungutan PBB Kota Padang lebih efisien dibandingkan dengan Kabupaten Padang Pariaman maupun Kota Padang Panjang. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif menunjukkan bahwa sistem dan prosedur pemungutan PBB sudah berjalan sebagaimana mestinya, namun dalam penyetoran PBB itu sendiri, para wajib pajak masih enggan melakukan penyetoran langsung ke Bank atau Pos dan Giro yang telah ditunjuk dan umumnya para wajib pajak cenderung menunggu petugas pemungut untuk malakukan pemungutan. Kemudian berdasarkan Analisis SWOT posisi kinerja pemungutan PBB di Kota Padang terletak pada kuadran I (0,37:0,63) yaitu pada Strategi Pertumbuhan yang Agresif (Growth Oriented Strategy) yang berarti aparat memiliki kemampuan dan peluang yang besar dalam pemungutan PBB sehingga strategi yang dilakukan adalah meningkatkan kekuatan dan peluang dengan memperbaiki dan mengurangi kelemahan dan ancaman.
This research aims to analyze the performance effectiveness and efficiency of Building and Land Tax (PBB) levy, and the system and procedure of tax levy and formulate the strategy/policy to the factors of strength, weakness, opportunrty and threat in levying PBB in Padang city. The data used consist of primary data obtained from the interview and questionnaire and the time series secondary ones from 1997/1998 to the 2001 in the form of PBB potency, PBB Realization and PBB levying cost. The data resources come from Padang KP-PBB, Padang Regional Income Office (Dipenda), Padang Municipal Financial Management Board, Padang Panjang Regencial Financial Management Board and Pesisir Selatan Regencial Firrancia! Management 6oard. The anaiysis instiwierits bsed ars effectiveness, efficiency, descriptive analysis and SWOT analysis. Thz research result shows that during the period of 1997/1998 - 2001 the effectiveness of PBB levy in Padang city included the fairly effective one, i.e. by the average of 73.40 percent than that of from other three,existing regions in the Padang KP-PBB working area, in fact, the PBB levy in Padang city has the effectiveness level still in the second layer after that of Padang Panjang. While for that of the efficiency level, it shows that the year tend to increase except that of in 2000 decreasing the efficiency from the year before. Then if seen from the average efficiency level, the PBB levy during the five years observation is as 6.12 meaning that the cost of Rpl issued for PBB levy will result the PBB income as Rp 6.12. Comparing the efficiency level of PBB levy in Padang city, to those of two other region belonging to the Padang KP-PBB shows that the Padang city exists in the first level. Furthermore, based on the research result, by using the descriptive analysis shows that the system and procedure of PBB levy have been running as far as possible, but in the PBB payment itself, the tax payers are still reluctant to pay directly to the Bank or Post and Clearing Office appointed and, in general, the tax payers tend to wait for the levying officers to collect. Then, based on the SWOT analysis, the performance position of PBB levy in Padang city is located on the quadrant I (0.37, 0.63), i.e. on the aggressive growth oriented strategy meaning that the apparatuses posses some big capabilities and opportunities in levying PBB, so the strategy done is to increase the strength and opportunity by improving and reducing any weakness and threats
Kata Kunci : Pajak Bumi dan Bangunan,Kinerja Pemungutan,Kota Padang