Laporkan Masalah

Sektor ekonomi potensial dalam penyerapan tenaga kerja di Propinsi Kalimantan Selatan

BASERI, Hasan, Dr. Faried Widjaya M., MA

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian dengan mengunakan alat analisis Shifl-Share, Overlay Location Quotient, Model Rasio Pertumbuhan dan Klassen Tyopologi ini bertujuan untuk mendeskripsikan sektor ekonomi potensial dalam penyerapan tenaga kerja di Propinsi Kalimantan Selatan serta pola dan struktur pertumbuhan ekonomi Propinsi Kalimantan Selatan menurut daerah kabupaten/kota di wilayah Propinsi Kalimantan Selatan selama periode 1993-2000. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data runtun waktu yang terdiri dari data tenaga kerja Propinsi Kalimantan Selatan dan data PDRB Propinsi Kalimantan Salatan serta data tenaga kerja dan PDRB pada dua daerah kabupaten/kota yang ada di wilayah administrasi Propinsi Kalimantan Selatan, yaitu Kota Banjarmasin dan Kabupaten Kotabaru. Hasil Penelitian berdasarkan pembobotan menunjukkan bahwa sektor yang potensial dalam penyerapan tenaga kerja di Propinsi Kalimantan Selatan, dari dua daerah kabupaten/kota yang ada di wilayah propinsi tersebut yakni, Kota Banjarmasin mempunyai urutan pertama sektor yang potensial dalam penyerapan tenaga kerja adalah sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa, sedangkan untuk Kabupaten Kotabaru sektor potensialnya adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor pertambangan dan galian. Perbedaan potensi dan kualitas tenaga kerja berpengaruh terhadap perkembangan pembangunan ekonomi daerah di Propinsi Kalimantan Selatan. Dari hasil analisis Klassen Typologi hanya Kabupaten Kotabaru yang merupakan daerah maju dan tumbuh cepat karena memiliki laju pertumbuhan dan produktivitas tenaga kerja di atas rata-rata laju pertumbuhan dan produktivitas tenaga kerja Propinsi Kalimantan Selatan yang sebesar 7,19% dan Rp7,51 Juta, sedangkan Kota Banjarmasin mempunyai laju pertumbuhan dan produktivitas tenaga kerja yang lebih rendah dari.propinsi sehingga digolongkan sebagai daerah maju tapi tertekan selama periode 1993-2000.

This research using productivity analysis instrument shift-share, location quotient, growth ratio model, Overlay and klassen typologi proposed to discribe potential economic sector in labor recruitment in South Kalimantan Province and pattern and economic growth structure of South Kalimantan Province accorrding to the regency/town in south Kalimantan Province during 1993-2000 period. The data used in this research is time series data, consist of South Kalimantan Province labor data and GDRP of South Kalimantan Province and labor data and GDRP of the two regencyltown in South Kalimantan Province administration area, they are Banjarmasin and Kotabaru regency . The result of the research showed that the potential sector in labor recruitment in South Kalimantan Province is finance, rental and company service, trading, hotel and restaurant and transportation and communication sectors. From the three regency/town in South Kalimantan Province, Banjarmasin has a potential sector in labor recruitment, that are finance, rental and company service, transportation and communication and services sector and Kotabaru regency has potential sector has potential sector in agriculture, transportation an communication, and building and construction. The differences of potential and labor quality influenced to the development of economy South Kalimantan Province. From the result of klassen typologi analysis only Kotabaru categorized as development area and growth quickly because it has growth and labor productivity beyond the average of growth and labor productivity in South Kalimantan Province as 7,19% and Rp7,51 million, whereas another Banjarmasin regence has lower growth and labor productivity than the province, so that they were categorized as under develop area during 1993-2000 period.

Kata Kunci : Sektor Unggulan,Tenaga Kerja,Penyerapan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.