Laporkan Masalah

PENGARUH PAPARAN SIANIDA PADA TIKUS STRAIN WISTAR TERHADAP UKURAN DAN JENIS LARVA UNTUK MEMPERKIRAKAN POST MORTEM INTERVAL

IDHA ARFIANTI WIRAAG, dr. Yudha Nurhantari,Ph.D, Sp.F ; DR.Drh Siti Rahmah Umniyati, SU

2015 | Tesis | SP ILMU KEDOKTERAN FORENSIK

Penentuan Post Mortem Interval (PMI), sangat penting dalam bidang forensik, terutama dalam membantu investigasi. Salah satu cara menentukan PMI, yaitu dengan mengidentifikasi serangga yang datang dalam proses pembusukan. Beberapa zat kimia, bisa mempengaruhi perkembangan serangga dan siklus hidupnya. Sianida termasuk zat kimia yang banyak dipakai untuk melakukan pembunuhan di Yogyakarta. Pengaruh sianida terhadap perkembangan dan siklus hidup serangga, merupakan studi yang sangat menarik untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui urutan munculnya larva lalat, perbandingan ukuran dan jenis antara kelompok kontrol dengan kelompok sianida, serta antara kelompok berbagai dosis sianida. Selain itu, juga bertujuan untuk memperkirakan PMI pada tikus strain Wistar yang keracunan sianida. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang menggunakan larva dari bangkai tikus strain Wistar. Kelompok kontrol adalah bangkai tikus strain Wistar, yang dibunuh dengan cara dislokasi tulang leher, sedangkan kelompok eksperimen dibunuh dengan berbagai dosis sianida secara peroral. Pengumpulan data diperoleh dari hasil pengukuran dan pemeriksaan larva secara langsung, dimulai dari hari pertama sampai hari ke 6 setelah kematian. Larva lalat Instar III yang muncul pertama kali pada kelompok kontrol adalah Sarcophaga hari ke dua, diikuti dengan Chrysomya dan Lucilia pada hari berikutnya. Larva lalat Instar III yang muncul pertama kali pada kelompok sianida adalah Sarcophaga hari ke tiga, diikuti dengan Chrysomya dan Lucilia pada hari berikutnya. Terdapat larva Chrysomya Instar III dengan panjang 12,5�±0,4 mm dan berat 12,4�±0,7 mg, pada kelompok sianida hari ke 4. Terdapat larva Chrysomya Instar III dengan panjang 8,8�±0,9 mm dan berat 8,8�±0,9 mg, pada kelompok kontrol hari ke 4. Terdapat larva Chrysomya Instar III dengan berat 9,8�±0,91 mg, pada kelompok sianida hari ke 6. Terdapat larva Chrysomya Instar III dengan berat 9 mg, pada kelompok kontrol hari ke 6. Tidak terdapat perbedaan panjang dan berat larva yang bermakna, antara berbagai dosis sianida. Urutan munculnya larva lalat adalah Sarcophaga, Chrysomya, dan Lucilia. Larva Chrysomya Instar III kelompok sianida lebih berat dan panjang secara bermakna pada hari ke 4, dan lebih berat secara bermakna pada hari ke 6, dibandingkan kelompok kontrol. Jumlah larva Sarcophaga lebih banyak secara bermakna pada kelompok sianida pada hari ke 3 dan 4.

BACKGROUND. Determination of Post Mortem Interval (PMI) is very important in the forensics field, expecially in assisting the investigation. One of the method to determine the PMI by identifying the insects that come in the decay process. Some chemicals can affect the development of the insect and its life cycle. Cyanide is widely used to commit murder in Yogyakarta. The effect of cyanide on the development and life cycle of insects is a very interesting field to study. PURPOSES. The purpose of this study were to determine the order of the flies larvae, the length, weight, and type of larvae on control and cyanide groups, as well as between various lethal doses of cyanide. All of these data to estimate the PMI of cyanide poisoning Wistar rats. DESIGN. This research was an experimental research that uses larvae of Wistar rats carcas. The control group were Wistar rats, were killed by neck dislocation, while the experimental group were killed by various oral doses of cyanide. Data were obtained from the measurement and inspection of larvae, started from the 1st day until 6th day after death. RESULT. Sarcophaga third instar larvae first appeared (2nd day on control group and 3rd day on cyanide group ), next day followed by Chrysomya and Lucilia. There were Chrysomya third instar larvae on the 4th day on cyanide group, with 12.5 �± 0.4 mm of length and 12.4 �± 0.7 mg of weight. There were Chrysomya third instar larvae on the 4th day on control group, with 8.8 �± 0.9 mm of length and 8.8 �± 0.9 mg of weight. There were Chrysomya third instar larvae on the 6th day on cyanide group, with 9.8 �± 0.91 mg of weight. There were Chrysomya third instar larvae on the 6th day on control group, with 9 mg of weight. There were no significant differences in larvae length and weight, between the various doses of cyanide. CONCLUSION. On the control and cyanide group, first appeared Sarcophaga third instar larvae, and next day followed by Chrysomya and Lucilia. Chrysomya third instar larvae of cyanide group, became heavier and longer significantly on 4th day, and became heavier significantly on 6th day, compared to the control group. The number of larvae of Sarcophaga became more significantly on the cyanide group on 3 th and 4 th days.

Kata Kunci : sianida, stadium larva, rerata panjang, rerata berat, jenis larva.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.