Laporkan Masalah

TINGKAT ADOPSI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA MODEL DESA KONSERVASI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI JAWA BARAT

DZIKRINA NOVITASARI, Dr. Ir. Lies Rahayu WF, M.P.;Dr. Ir Ris Hadi Purwanto, M. Agr.Sc

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Pemberdayaan masyarakat melalui Model Desa Konservasi yang dilaksanakan sejak tahun 2011 di Kabupaten Majalengka dan di Kabupaten Kuningan Jawa Barat merupakan salah satu program prioritas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang sasarannya adalah masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Model Desa Konservasi (LMDK) di kawasan penyangga taman nasional. Program pemberdayaan masyarakat ini mengalami banyak permasalahan sehingga belum dapat menciptakan perubahan sikap dan tingkah laku sebagai hasil dari proses adopsi. Langkah penting yang dapat dilakukan untuk menunjang keberlangsungan pemberdayaan masyarakat adalah dengan melakukan penelitian untuk melihat sejauh mana tingkat adopsi masyarakat dalam menerima program pemberdayaan masyarakat, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi, dan strategi/model pemberdayaan masyarakat yang efektif melalui Model Desa Konservasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1).metode analisis deskriptif untuk mengetahui tingkat adopsi, (2). metode analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi, dan (3). metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1). Tingkat adopsi anggota LMDK di Desa Bantaragung tergolong tinggi (80 %), di Desa Karangsari tergolong sedang ( 60 %), dan di Desa Cisantana tergolong rendah (40 %); (2). Faktor utama yang mempengaruhi tingkat adopsi di Desa Bantaragung, Desa Karangsari, dan Desa Cisantana adalah keuntungan relatif program pemberdayaan masyarakat (3). Strategi pemberdayaan yang efektif di Desa Bantaragung dan Desa Cisantana adalah meningkatkan kualitas inovasi (program pemberdayaan masyarakat) dan strategi pemberdayaan yang efektif di Desa Karangsari adalah meningkatkan akses informasi terkait program-program yang disampaikan.

Society empowerment through Conservation Village Model which held since 2011 in Majalengka and Kuningan Regency, West Java is one priority program of National Park Asssociation of Ciremai Mountain (TNGC). Its target is society of Conversation Village Model Organization (LMDK) in buffer area of national park. This program facing so many troubles, thus it still cannot yet create attitude and behavior change as result of adoption process. The important step can be conducted to support existence of society empowerment is carry out research in order to find out adoption level of society about this program. The influencing factors of adoption level and the effective strategies/model of society empowerment is Conservation Village Model. The method use in this research are: (1) descriptive analysis method to find out adoption level, (2) factor analysis method to find out influencing factors of adoption level, (3) Analytical Hierarchy Process (AHP) method to formulate effective strategies of society empowerment. The research result revealed that: (1) adoption level of LMDK member in Bantaragung Village is belonging to high category (80%), in Karangsari Village is belonging to medium category (60%) and in Cisantana Village is belonging to low category (40%); (2) the dominant factor which influencing adoption level in Bantaragung Village, Karangsari Village and Cisantana Village is relative advantages of society empowerment; (3) the effective strategy of society empowerment in Bantaragung Village and Cisantana Village is improvement of innovation quality (society empowerment program), while in Karangsari Village is improvement of information access related to delivered programs

Kata Kunci : pemberdayaan masyarakat, Lembaga Model Desa Konservasi, adopsi, dan strategi pemberdayaan yang efektif