KLASIFIKASI HABITAT MAKROBENTHOS PADA EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
IRWAN EFENDI, Prof. Dr. Erny Poedjirahajoe, MP; Dr. Musyafa, M.Sc
2015 | Tesis | S2 Ilmu KehutananEkosistem hutan mangrove Taman Nasional Karimunjawa masih bersifat alami dan memiliki keunikan. Ekosistem ini memiliki produktifitas yang tinggi dan kaya akan unsur hara yang sebagain besar bersumber dari guguran serasah mangrove dan diekspor ke lingkungan sekitarnya. Makrobenthos merupakan organisme yang berperan sebagai dekomposer untuk mengurai serasah menjadi detritus. Pentingnya peran makrobenthos sebagai dekomposer pada ekosisitem mangrove maka pengklasifikasian habitat makrobenthos berdasarkan variabel fisika kimia perairan, kelimpahan, fraksi penyusun substrat dan kerapatan vegetasi mangrove sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi habitat makrobenthos pada ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman makrobenthos pada beberapa blok hutan mangrove dan mengklasifikasikan habitat makrobenthos berdasarkan beberapa variabel serta mengetahui faktor utama (paramater) mana yang sangat mempengaruhi pengklasifikasian habitat tersebut. Pengkasifikasian ini diperlukan untuk menyederhanakan keanekaragaman dan karakteriskrik agar mudah dikelola. Penelitian dilakukan pada bulan September-November 2014 pada 4 stasiun pengamatan yang berada di pulau Kemujan dan Karimunjawa. Pengambilan data digunakan dengan metode kombinasi jalur dan garis petak. Untuk memenuhi tujuan tersebut dilakukan dengan pengambilan data berupa faktor fisik, kimia, biologi perairan, substrat, kerapatan vegetasi dan kelimpahan makrobenthos. Pembuatan klasifikasi habitat dengan menggunakan analisis klaster sedangkan untuk mengetahui faktor utama yang mempengaruhi pengklasifikasian dengan menggunakan analisis diskriminan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 24 jenis makrobenthos yang hidup pada lantai hutan mangrove dengan kelimpahan tetinggi berada di stasiun 3. Keanekaragaman berkisar 2,91 s.d 2,97 sehingga termasuk kategori tinggi dengan kestabilan struktur komunitas juga yang tinggi. Dari analisis klaster terhadap 63 titik yang mewakili 4 stasiun dan 3 zona diperoleh 6 kelompok habitat yang memiliki karakteristik yang sama. Faktor utama yang mempengaruhi pengklasifikasian habitat ini adalah kandungan fraksi pasir dan oksigen terlaut (DO).
Mangrove forest ecosystem in Karimunjawa National Park is a natural and unique. This ecosystem has a high productivity and rich in nutrients that the majority sourced from avalanches mangrove litter and exported to the surrounding environment. Macrobenthos are organisms that act as decomposers to decompose liiter becomes detritus. Important role as decomposers in the mangrove ecosystems so macrobenthos habitat classification based variable water chemistry physics, abundance, constituent fractions substrate and mangrove vegetation density is needed to determine the condition of the macrobenthos habitat on mangrove ecosystems. This main objectives of the research was to determine the abundance and diversity macrobenthos on several blocks of mangrove forests, and to classify of macrobenthos habitat by several variables then to determine the main parameter which greatly influence the habitat classification. This classification is needed to simplify the diversity and characteristics to be easily manageable. The research was conducted in September-November 2014 at 4 observation stations are located on the island of Kemujan and Karimunjawa. Retrieval of data used by the method transect plot line. To meet these objectives is done by data retrieval of aquatic physical chemical factors, substrate, vegetation density and macrobenthos density. Manufacture of habitat classification using cluster analysis and then to determine the main factors that influence the classification using discriminant analysis. Based on the research results obtained 24 spesies of macrobenthos living in the mangrove forest floor with an higher abundance is in station 3. Diversity ranged from 2.91 to 2.97 so were high with community structure stability was also high. From the cluster analysis of the 63 points that represent the four stations and 3 zones obtained 6 groups habitat that have the same characteristics. The main factors that affect the classification of habitat is the content of the sand fraction and dissolved oxygen (DO).
Kata Kunci : Kata kunci : mangrove, habitat, makrobenthos dan klasifikasi, 1) Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Kehutanan UGM 2) Dosen Pasca Sarjana Ilmu Kehutanan UGM